Indonesia ditahan imbang Malaysia

image

Jika di dua laga pertama Tim Indonesia berhasil menyapu bersih kemenangan 4-0 atas Vietnam dan Singapura, tidak demikian di hari ketiga. Turun dengan kekuatan lapis dua, Indonesia ditahan imbang Malaysia yang turun dengan kekuatan utamanya dengan skor 2-2. Dua poin yang diraih Indonesia didapat di nomor tunggal putra dan tunggal putri, sementara dua poin lain yang diraih Malaysia didapat di nomor ganda putra dan ganda campuran.

Di partai pertama, Indonesia menurunkan Bellaetrix Manuputty (foto atas) yang berhadapan dengan andalan Malaysia, Tee Jing Yi. Tampil dengan lilitan kalung melingkar seperti kalung keseimbangan, Bella berhasil menutup gim pertama dengan skor 21-10. Di gim kedua, Jing Yi tampil lebih agresif dengan smash-smash jumping yang membuatnya sempat unggul cukup jauh 17-13. Dengan sabar, Bella meraih poin demi poin hingga berbalik menang 21-18. Bella membawa Indonesia unggul 1-0.

Berlanjut ke partai kedua, dimainkanlah nomor tunggal putra dimana Indonesia menurunkan Tommy Sugiarto sementara Malaysia menurunkan pemain bertangan kidal, Chong Wei Feng. Bermain konsisten seperti kemarin, Tommy akhirnya menang 21-16 di gim pertama. Di gim kedua, Tommy tetap mempertahankan penampilan tajamnya itu hingga berhasil menang mudah 21-11. Tommy menambah keunggulan Indonesia menjadi 2-0.

Di partai ketiga, dimainkan nomor ganda campuran dimana Malaysia menurunkan ganda campuran andalannya yang berada di peringkat 5 dunia, Chan Peng Soon-Goh Liu Ying, sementara Indonesia menampilkan pasangan Muhammad Rijal-Debby Susanto, pasangan ganda campuran nomor 2 Indonesia yang berperingkat 8 dunia.

wpid-img_40

Di gim pertama, pasangan Indonesia bermain cukup apik terutama defence Debby yang membuat pasangan Malaysia sulit menembus pertahanan pasangan Indonesia, hingga akhirnya Rijal dan Debby menang 21-18. Menginjak gim kedua, penampilan apik Debby tidak diikuti penampilan Rijal yang menurun dengan banyaknya kesalahan-kesalahan yang sebenarnya tidak perlu. Pasangan Malaysia pun memanfaatkan penampilan buruk Rijal dengan memaksakan rubber game setelah memenangkan gim kedua 21-16.

Kemenangan di gim kedua itu membuat pasangan Malaysia makin percaya diri hingga unggul jauh 20-15 di gim penentuan. Pasangan Indonesia sempat mendekat 19-20 namun pasangan Malaysia lebih dulu menutup kemenangan 21-19 untuk mempertipis ketertinggalan Tim Malaysia menjadi 1-2. Di partai keempat, dimainkan nomor ganda putra, dimana Tim Malaysia menurunkan pasangan ganda terkuatnya, Koo Kean Keat-Tan Boon Heong sementara Indonesia menurunkan kombinasi dadakan Hendra Setiawan dan Ryan Agung Saputra.

Di gim pertama, penampilan pasangan Indonesia belum padu dan hal ini terlihat dari banyak sekali pengembalikan bola dari Hendra maupun Ryan yang terlalu tanggung sehingga terus-menerus disambar oleh pasangan Malaysia yang berperingkat 2 dunia itu. Ko dan Tan pun berhasil menutup kemenangan dengan skor telak 21-12.

image

Memasuki gim kedua, pertarungan berlangsung lebih ketat dimana terjadi kejar mengejar angka antara kedua pasangan. Kisruh sempat terjadi pada kedudukan 20-20 dimana wasit membatalkan poin untuk Indonesia padahal bola pengembalian Koo-Tan keluar. Menurut wasit, sebelum keluar, bola pengembalian pasangan Malaysia lebih dulu menyentuh raket Hendra, sehingga Hendra pun memprotesnya. “Wasit menyatakan itu kena raket saya, tapi saya sama sekali tidak merasa hal itu,” ujar Hendra saat Konferensi pers.

Peristiwa itu membuat pecah konsentrasi pasangan Indonesia (terutama Hendra) hingga akhirnya Koo dan Tan berhasil menutup kemenangan 26-24 sekaligus membuat Tim Malaysia menahan imbang Indonesia 2-2. Manajer Tim Indonesia, Bambang Roedyanto yang ditemui saat Konferensi Pers mengatakan bahwa hasil imbang melawan Malaysia ini dinilainya tidak terlalu buruk. “Sebenarnya, jika lawan Malaysia seri, tidak terlalu jelek juga ya, pertandingan ternyata berjalan sangat ketat,” katanya dikutip dari Antara.

Sementara itu, pelatih Tim Malaysia, Rashid Sidek yang ditemuai pada acara Konferensi Pers mengaku bahwa timnya kemarin benar-benar beruntung mendapatkan hasil imbang melawan Indonesia karena baginya, saat ini Indonesia memiliki para pemain yang sangat kuat. “Indonesia sangat kuat saat ini dan kami beruntung mendapatkan hasil imbang,” ujar Sidek dikutip dari thestar.

Di hari keempat babak penyisihan grup turnamen Axiata Cup hari ini, Indonesia akan berjumpa dengan tim All Asian Star (tentu akan menampilkan Bao Chunlai), Malaysia akan menantang European All Star, Thailand menantang Vietnam dan Filipina akan Kontra Singapura. Untuk laga Indonesia melawan All Asian Star sendiri akan disiarkan secara langsung di tvOne mulai pukul 13.00 WIB, jadi stay tune with duaribuan di tvOne!

Belajar dari Gillian Clark

img_49

Hal menarik terjadi di luar DBL Arena, dimana saat penyiaran turnamen Axiata Cup di tvOne sedang berlangsung, secara tidak sengaja salah satu komentator yang juga mantan pemain nasional Rosiana Tendean mengungkapkan hal yang salah ketika mengomentari partai tunggal putri antara Tee Jing Yi dan Bellaetrix Manuputty. Mengomentari Tee Jing Yi, Mbak Rosi mengungkapkan pemain Malaysia tersebut berusia 15 tahun, padahal kenyataannya Jing Yi ini sudah berusia 22 tahun. Meski salah, pernyataan ini tidak diralat oleh komentator lain maupun host yang ada di studio (ralat ya kalo salah – duaribuan gak nonton Full).

Karena kesalahan menyebutkan usia ini, Kasubid Hubungan Internasional PB PBSI lewat akun twiternya @broedyanto sampai menyindir Mbak Rosi dengan sebuah tweet yang ia keluarkan kemarin. “Gimana sih jadi komentator ngga pernah check fakta..belajar dr Gillian Clark,” begitu tweet Koh Rudi yang duaribuan kutip.

Kesalahan berucap dalam mengomentari sebuah acara, apalagi acara yang tayang di televisi nasional tentu tidak bisa dianggap kesalahan kecil karena pernyataan yang keluar bisa membawa efek tertentu di masyarakat, seperti yang kemarin terjadi. Di dunia maya ramai membicarakan kesalahan Mbak Rosi, bahkan ada yang sampai menuduh Mbak Rosi tidak pantas menjadi komentator. duaribuan sendiri kini memang lebih berhati-hati membuat sebuah artikel karena jika salah tulis sedikit akan membawa opini yang berbeda kepada para pembaca.

Di dunia bulutangkis, Gillian Clark memang bisa dibilang pakar dalam profesi komentator olahraga. Selain pernah mengalami sendiri menjadi pemain, Gill juga selalu mengungkapkan fakta-fakta yang memang tidak terbantahkan kebernarannya. Tak khayal karena kelihaiannya itu, ia kini menjadi sosok komentator yang sukses. Bagi kalian yang belum tahu siapa Gillian Clark, ayo lihat sosoknya di artikel Gillian Clark : Just be yourself (https://duaribuan.wordpress.com/2012/12/30/gillian-clark-just-be-yourself).

Iklan