Imlek ala Keluarga Jwala Gutta

Picture1m

Peraih medali perak ganda putri di ajang Commonwealth Games 2014 asal India, yaitu Jwala Gutta kemarin bercerita mengenai Imlek ala keluarganya. Kepada Times of India, Gutta yang memiliki darah keturunan China yang berasal dari Ibunya, mengatakan bahwa Tahun Baru Imlek adalah hari yang tentunya sangat penting dalam keluarganya.

Namun, ia juga mengatakan bahwa tahun ini, perayaan Imlek tidak terlalu menjadi perhatian serius baginya karena sang Ibu yang bernama Yelan ternyata pergi sendiri ke kampung halamannya di Tianjin, China utara untuk merayakan Imlek bersama keluarganya disana. “Ibuku sedang pergi ke Cina untuk merayakan tahun baru bersama Ibunya,” begitu kata pebulutangkis yang bermain dengan tangan kidal itu.

Pada kesempatan itu juga, Gutta dan keluarganya menceritakan pengalaman perayaan Tahun Baru Imlek sebelumnya saat sang Ibu bersama mereka. “Bagi saya, itu (Tahun baru – red) semua adalah tentang makanan. Favorit saya adalah saat ibuku memasak ikan dengan saus tiram,” begitu kata mantan istri dari Chetan Anand kemarin.

Sang ayah, yaitu Kiranti mengatakan bahwa istrinya itu (Yelan-red) adalah seorang pemasak yang mengagumkan. Dia memasak berbagai makanan di Tahun baru Imlek. Dia adalah pemasak yang mengagumkan. Dia bahkan membuat idli biasa, dosa dan sambar,” tambah ayah Gutta.

India's badminton player Gutta poses for a photograph with her family at her residence in the southern Indian city of Hyderabad

Adik Gutta yang bernama Insi (foto atas paling kanan), mengatakan bahwa namanya adalah singkatan dari Indo-Sino (India-China) yang mengartikan bahwa dirinya memiliki darah China dan India. Sambil bercanda, ia menyindir Gutta bahwa ia lebih China dari kakaknya itu. Nama saya mencerminkan saya berdarah Indo-China. Dalam hal ini, saya lebih China dari Jwala!” begitu kata Insi.

Memperjelas omongan adiknya itu, Jwala membenarkan bahwa adiknya itu benar-benar lebih China dari dirinya. “Insi benar-benar tahu Mandarin, tapi aku hampir tidak bisa membedakan antara suara Mandarin, Jepang dan Korea.”

Menjaga Tradisi

Meskipun kini menetap dan berkewarganegaraan India, Gutta dan Insi mengaku bahwa mereka tetap menjunjung tinggi tradisi China karena dalam dirinya mengalir darah China dari sang bunda. Gutta sempat berkunjung ke kampung halaman Ibunya di China untuk mengunjungi neneknya. Disana, ia mendapatkan berbagai hadiah menarik yang serba merah.

“Saya telah ke tempat ibu saya (Tianjin-red) untuk mengunjungi nenek saya dan dua paman saya hanya sekali yaitu pada tahun 2002. Nenek memberi hadiah kepada saya berbagai hal-hal yang serba merah karena itu diyakini menguntungkan dan membawa keberuntungan. Bahkan, Chaddi pertama yang saya dapatkan dari nenek saya berwarna merah,” begitu kata janda yang berusia 31 tahun itu.

Tak hanya Gutta, Insi juga dikirimi hadiah menarik dari keluarga Ibunya di China. “Paman dan Bibi mengirimi saya giok merah dengan kambing di atasnya dari China tahun ini. Ini adalah tahun kambing, dan karena saya bershio kambing, memakai merah seharusnya untuk menangkal nasib buruk,” begitu kata Insi menutup wawancara yang menyenangkan bersama keluarga Gutta itu.

Happy Imlek buat Gutta dan Keluarganya, juga seluruh masyarakat Indonesia yang merayakannya.. Gong Xi Fa Choi..