Refleksi dan Evaluasi Diri

20140816_133944

Setiap menjelang penghujung akhir tahun, Refleksi dan Evaluasi adalah hal penting yang perlu dilakukan oleh setiap orang. Kata pepatah, apa yang kita lakukan sekarang memang seharusnya lebih baik daripada hari kemarin. Namun, terkadang apa yang direncanakan belum tentu sesuai dengan hasil yang diperoleh. Itulah yang terjadi saya setidaknya pada 2014 ini. Sangat banyak sekali target yang saya impikan bisa terwujud, tapi saya mentok hanya dalam hal partisipasi. Perjuangan belum terlalu total sehingga saya belum bisa mewujudkan target-target tersebut..

Namun saya juga mesti realistis ketika perjuangan yang saya lakukan belum bisa maksimal, Allah pasti memiliki rencana lain buat saya walaupun tidak sekarang. Itu yang selalu saya percayai setiap saya usai menerima hasil dari target yang saya perjuangkan.

Kali ini saya mau berbagi cerita mengenai kisah pengalaman tahun 2014 saya yang mungkin bisa menjadi inspirasi maupun pengisi cerita malam hari anda. Kisah dimulai di akhir Desember 2013 dimana saat itu, saya membuat target mengenai apa yang akan saya ingin capai di tahun 2014 berdasarkan cerminan tahun 2013 saya yang bisa dibilang berfluktuasi naik-turun.

Menurut saya, hidup itu perlu target-target agar kita sebagai manusia juga harus terarah untuk suatu tujuan dan berusaha bisa mewujudkan tujuan itu. Kalau kata orang bahwa hidup itu mengalir saja seperti air, bagi saya itu tidak akan membuat seseorang berkembang. Seseorang perlu menantang arus air itu agar bisa mendapatkan pengalaman utamanya saat kita ini di usia muda.

Saat memasang target, saya tentu realistis pada diri saya sendiri. Jangan berlebihan namun jangan juga lebih rendah daripada yang telah dilakukan sebelumnya. Beberapa target itu antara lain adalah Sukses IP, Sukses SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk PTN), Sukses POS (Pekan Olahraga Sipil), Sukses Duta Wisata Grobogan, Sukses BEM UNS dan yang lain lupa.

Dari kesemuanya, kenapa saya menargetkan kata “Sukses” di setiap awal Target adalah karena bagi saya, Target itu terkadang bisa terhalang oleh sesuatu hal tertentu, misalkan sakit atau kejadian lain. Dan kata “Sukses” itu lebih bisa dimaknai luas dimana intinya Sukses itu bisa melakukan lebih baik dari apa yang pernah saya lakukan sebelumnya.

Sukses IP bagi saya memang tercapai dimana dari semester 1 ke semester 2, terjadi peningkatan yang lumayan mendongkrak IPK. Tapi yang terpenting sebenarnya bukan masalah IP nya, tetapi ilmu yang kita dapatkan dari mengambil mata kuliah pada semester itu. Sayangnya, IP semester 3 yang bakal keluar pada Januari 2015 nanti agaknya sedikit membuat was-was karena perkuliahan bertambah berat dan ujian yang saya laksanakan tidak membuahkan hasil yang terlalu bagus menurut saya. Yah saya berusaha pasrah dan tetap fighting..

SLIP_SBMPTN_114462008968

Sukses yang kedua adalah Sukses SBMPTN. Target ini tentu tidak tercapai dimana berarti “Tidak Sukses” namun saya punya persepsi lain mengenai kegagalan saya ini dimana selain saya kurang belajar, saya pun mengambil jurusan Kedokteran yang tentunya memiliki banyak sekali peminat namun dengan kuota yang terbatas sehingga kesempatan untuk masuk pun sangat susah sekali. Selain itu, saya juga berpendapat bahwa kegagalan ini bisa menjadi cambuk saya untuk benar-benar fokus bahwa Allah memang memberikan saya rejeki untuk masuk di Jurusan Teknik Sipil UNS ini.

Jadi bagi kalian yang sudah masuk PTN, lolosnya anda memang takdir sekaligus rejeki dari Allah SWT, sehingga yang perlu kita lakukan hanya totalitas menjalani kuliah di Jurusan ini. Keterima di Jurusan apapun, pekerjaan dan gaji yang akan anda dapatkan nantinya bergantung pada kinerja diri anda sendiri.

1911234_770635046280305_1792785964_o

Sukses ketiga adalah Sukses BEM UNS. Di akhir tahun 2013, dilaksanakan Pemilu Presiden BEM UNS dan terpilihlah mas Siswandi dan Kholid sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM UNS. Entah mengapa, saya merasa tertarik untuk ikut serta dalam Gerakan Perubahan yang mereka canangkan. Saya mendaftarkan diri sebagai Staf di BEM UNS dan diterima sebagai bagian dari Divisi Hubungan Masyarakat dan Jaringan. Sayangnya, kegiatan saya di BEM UNS hanya terjadi dari Februari sampai April dan selanjutnya memutuskan mundur karena ada sesuatu hal yang membuat saya merasa bersalah.

Jadi menurut saya, apa yang saya kerjakan di BEM UNS tidak sukses sih dalam organisasinya, tetapi saya setidaknya memiliki persepsi bahwa apa yang saya lakukan dengan action keluar dari lingkungan FT ini membukakan mata saya bahwa mahasiswa UNS itu sebenarnya hebat, yang saya idolakan di BEM UNS itu Mbak Triana, most inspiring women selain Ibu saya sendiri. Semoga Mbak Tria membaca, Sukses Mbak…

20140921_075806

Sukses selanjutnya adalah Sukses Duta Wisata, Kegiatan yang sudah sejak 2011 saya impikan untuk bisa ikut berpartisipasi. Kegiatan ini merupakan ajang adu kecerdasan dan tampilan menarik dari para pesertanya untuk menjadi wakil daerah yang akan menjadi icon pariwisata di daerah saya, Kabupaten Grobogan. Saya memang mengimpikan ikut ajang ini dari 2011, namun saat itu terganjal usia. Tahun 2012, saya sebenarnya sudah mengirimkan form untuk ikut, lagi-lagi saya harus membatalkan karena ada kegiatan Lomba Rokok tingkat Karesidenan. Tahun 2013 karena kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru, impian berpartisipasi ini juga kembali gagal.

Baru di tahun 2014, saya akhirnya dapat mengikuti kegiatan ini dan bagi saya, inilah very proud moment karena Sukses menjadi jawara walaupun dari polling SMS, yaitu Juara Favorit dan mencapai Top 10. Usai kegiatan ini, entah memang karena musim ajang pageant, di Kampus saya ada kegiatan serupa, yaitu Rama Sinta Teknik (untuk Fakultas) dan Mas Mbak UNS (tingkat universitas). Saya sebenarnya sangat sangat pengen ikut, tetapi karena ada nikahan kakak saya, ya mentingin keluarga dulu..

Sukses terakhir yang saya ingat itu Sukses POS (Pekan Olahraga Sipil), yang kenyataannya gagal sih karena Angkatan saya kalah di semua nomor yang dipertandingkan, termasuk saya. Usai kegagalan ini, saya pun merasa shape dan feel yang sempat membuat saya menjadi pemain bagus sewaktu Sekolah sudah tidak ada lagi. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa, tapi at least mendapat kepercayaan dari teman satu angkatan tentu merupakan kebanggaan, walaupun tim yang dikirimkan mengalami kegagalan. Still proud

Apa yang saya ceritakan diatas mungkin bisa menjadi inspirasi bagi anda untuk terus gapai impian. Raup banyak pengalaman selagi anda masih muda dan jangan terpatok pada lingkungan anda saat ini. Diluar, masih banyak pengalaman yang anda tahu mungkin tidak bisa anda lakukan. Saya pun tertantang untuk bisa mendapatkan pengalaman adventure dan kegiatan alam di tahun depannn…

Semua tentang Target, Refleksi dan Evaluasi yuk agar kalian bisa lebih baik di tahun depan..