Jengkel dengan Indo & Alfa “Mart”

Indomaret-Purigading

Selamat malam buat para pecinta blog duaribuan tercinta. Memang sekarang saya bakal sangat jarang ngeblog tentang bulutangkis, but still I’m proud to Badminton. Kali ini saya bakal membuat post out from Badminton, yaitu bakal bahas mengenai toserba modern yang kita kenal dengan Indomaret dan Alfamart. Saya tidak memberi inisial maupun menyamarkan kedua buat merk toserba itu karena apa yang mereka lakukan sudah membuat saya sangat jengkel. Namun saya tekankan dari awal, ini opini menurut saya berdasarkan dari pengalaman saya. Saya berharap tidak dilaporkan atas opini saya ini, hehehe…

Saya memang member salah satu dari dua merk toserba itu, saya mengakuinya. Namun saya kini jarang datang lagi karena harga-harga di toserta satu lebih mahal di toserba tetangga (kebetulan kedua toserba yang salah satunya adalah tempat member saya itu berhadapan). Saya ndak mengerti kenapa ada perbedaan harga dari kedua toserba itu, but saya melihat bukan hanya dua toserba itu. Hampir semua toserba merk Indomaret dan Alfamart punya harga yang tidak seragam untuk barang yang serupa bentuk dan merknya.

Mungkin perbedaan harga ada hubungan dengan jarak pengiriman serta ongkos juga. Tapi saya berharap ada perbaikan manajemen mengenai harga ini. Kita tahu bahwa Alfamart dan Indomaret ini punya induk perusahaan yang tentunya bisa mengatur harga. Mungkin bisa dipublikasikan di situs Indomaret atau Alfamart mengenai harga barang yang dijual, misalnya Harga Eceran tertinggi. Mirip-mirip dengan apotik lah, karena mereka juga punya HET tiap produk.

Lalu saya juga sangat concern mengenai masalah pramuniaganya. Terkadang, Sengaja atau tidak, mereka sering melakukan tindakan curang kepada pengunjung. Mulai dari kembalian receh yang minta didonasikan, kembalian yang kurang hingga kuitansi yang tidak diberikan. Tiga Hal Krusial yang jika dialami oleh banyak orang, sangat menguntungkan mereka. Ketiganya pernah saya alami, tidak hanya di satu tempat saja, tetapi di beberapa lokasi.

Kembalian Receh minta Didonasikan

Saya gak mau underestimate mengenai kedua merk toserba ini soal CSR alias donasi kepedulian untuk sesama sih. Tapi saya terkadang sering curiga pada kembalian receh yang harus didonasikan. Dulu ada kembalian 300 yang diminta didonasikan, saya sempet menolak tapi dengan suara tidak jelas (karena radang beberapa waktu lalu), eh tiba-tiba mbaknya pencet donasi. Yah sudahnya, itung-itung amal sih..

Entah itu modus agar donasi bertambah atau bagaimana, saya ndak ngerti. Saya berharap orang-orang Indomaret dan Alfamart bisa memilih pegawai dengan berkualitas yah. Harusnya jawaban saya yang tidak jelas itu ditanyakan ulang, bukan langsung main pencet diambil. Saya gak eman-eman sih, but pelayanan akan menentukan datang kembali atau tidaknya pelanggan. Something yang sangat penting.

Kembalian Yang Kurang

Ini yang sering kadang dilupakan oleh pengunjung sih. Mereka terburu-buru, kadang kembalian receh yang didapat tidak dihitung. Dan itu pernah menimpa saya dimana sempat uang 300 rupiah juga diambil oleh toserba karena terburu-buru. Ini tidak satu kali, sempat beberapa kali. Pernah diceritakan teman mengenai hal ini, kadang oknum itu memang tidak memberi uang receh kembalian kecil-kecil (dibawah 500 rupiah) karena mereka sudah mengepak (dipak-pak) recehannya, jadi malas untuk membuka kembali

.Sering kan kita ditanya, “Ada uang kecil saja Pak?”, ketika kita bilang ndak ada, mbaknya biasanya buka-buka pak-pak recehan yang dibungkus plastik. Lah itu tanda mereka terpaksa. Mereka juga melihat sikap pelanggan, kalau tergesa-gesa apalagi cowok seperti saya, saat itulah kecurangan oknum dilakukan. Pokoknya agak males sama dua toserba ini lagi.

Kuitansi Tidak diberikan!

Ini yang ternyata sangat merugikan bagi pihak Indomaret atau Alfamart nya sendiri loh. Ketika kalian beli lewat Indomaret atau Alfamart, pastikan kalian ambil kuitansinya. Ketika tidak diambil kuitansinya, pembelajaan tadi bisa dibatalkan ternyata. Dan otomatis duitnya bisa diambil sama si pramuniaga itu. Sama aja kita donasi duit ke pramuniaga itu, sangat curang kan.

Kadang juga hubungan kuitansi ini sama kembalian. Kita bisa menyocokkan kembalian yang dikasih ini dengan kuitansi ini. Kalau kuitansi gak dikasih, kadang bisa dibohongi soal kembaliannya. Misal nih, kita belanja 28500, kita ngasih duit 50.000, harusnya kembalian kita kan 21500, bisa aja ditilep jd 21000 aja. Bayangkan 500 dikali beberapa orang bakal sangat menguntungkan mereka. Jadi Pastikan minta Kuitansi pada Pramuniaganya.

Seleksi Pramuniaga

terakhir yang menjadi concern saya adalah kesemua masalah tadi berhubungan dengan pramuniaga. So, menurut saya rekrutmen pramuniaga harus diubah. Jumlah toserba ini memang sangat banyak dan perlu pekerja yang banyak pula, tapi pemilihan harus bagus. Kita bisa contoh mengenai seleksi pramugari/pramugara di Singapura, yang diceritakan oleh Mantan Duta Wisata saat Pembekalan Duta Wisata Grobogan tahun 2014 silam. Saat itu, beliau mengatakan bahwa pramugari/pramugara itu dikumpulkan di suatu ruangan untuk menanti hal yang tidak jelas dan dilihat lewat CCTV.

Disana, dipantaulah mereka, Satu Jam, Dua Jam hingga berjam-jam. Disana terlihatlah aktivitas yang mereka lakukan. Ada yang tidur, ada yang mainan HP, ada yang ngobrol dan ada yang membaca dan lain sebagainya. Entah yang mana yang dipilih, buktinya Maskapai Penerbangan dimana seleksi itu ada adalah salah satu yang terbaik di Dunia!! Hebat, Seleksi ya seperti ini…

Itulah sedikit keluh kesah saya, semoga bisa menambah pengetahuan buat kalian semua, salam duaribuan..