Wonderful Journey : Duta Wisata Grobogan

1411262462941

Hidup itu cuma sekali, maksimalkanlah potensi diri kamu sendiri. Begitulah quotes dari salah satu dosen saya yang hingga kini terus menginspirasi saya untuk terus memacu diri tampil lebih baik lagi. Memang sudah agak lama saya absen dari dunia penulisan dunia maya usai artikel berbau “pembunuhan karakter” pada Ruselly Hartawan dan Clinton Hendrik beberapa waktu silam. Kali ini duaribuan kembali untuk berbagi kabar bahagia mengenai pengalaman berharga saya mengikuti suatu kontes “kecerdasan” bernama Duta Wisata.

Mengikuti kontes ini sebenarnya sudah menjadi impian saya sejak blog ini hadir, sekitar tahun 2011 lalu. Sayangnya, usia saya yang baru memasuki 16 tahun saya tidak memenuhi syarat untuk mengikuti kontes tersebut. Menunggu satu tahun, akhirnya niatan saya “hampir” kesampaian pada 2012 dimana berkas-berkas sudah saya kumpulkan sedemikian rupa hingga akhirnya ada panggilan tugas lain yang mengharuskan saya membatalkan niatan mengikuti kontes yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Grobogan tersebut.

Menunggu satu tahun lagi (pada 2013), niatan saya kembali muncul untuk mengikuti kontes tersebut. Tetapi apa mau dikata, kesibukan sebagai mahasiswa baru di urusan Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret di awal semester pertama membuat saya kembali menunda niatan saya. Tahun ini, niatan tersebut akhirnya terkabul. Saya sukses menjadi Finalis Duta Wisata Grobogan 2014.

Not only become the contestant in the competition, i am reach the top 10 (from 25) and also become one of the winner, and its the Favorite winner… So proud to myself..

Proud to myself, Proud to be Grobogan

Perjuangan selama satu pekan menjalani rangkaian kegiatan Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Grobogan tentu bukan hal yang mudah, lebih melelahkan dan sulit daripada mengerjakan tugas kuliah. Di kegiatan itu, saya merasa tampil 180 derajat berbeda dari saya yang sebelumnya. Everyday, kita harus tampil semenawan mungkin dengan balutan pakaian batik dan celana bahan, plus sepatu formil misalnya fantofel.

Sebagai duta wisata pun, cara makan tentunya menjadi salah satu penilaian. Selama mendapatkan makanan dalam kegiatan tersebut, saya tidak sekalipun menghabiskan makanan saya secara penuh. Bahkan potongan ayam yang disediakan dalam kotak nasi itu kadang secara utuh saya buang. Alasannya simpel, saya tidak bisa memotong ayam dengan sendok yang disediakan (cobaan yang berat bukan).

Menuju malam final adalah masa-masa paling menegangkan. Hingga puncak ketegangan itu terjadi pada Grand Finalnya, dimana ketegangan itu benar-benar membuyarkan semua ingatan dan tata berperilaku sebagai duta wisata yang sudah diberikan pada saat pembekalan. Imbasnya ke penampilan panggung saya. Saat parade bersama pasangan di panggung kehormatan, saya berjalan gemetaran, ditambah ketidakpedean saya karena busana kedodoran yang saya kenakan. Berdampak ke hasilnya.

Saya memang masuk 10 besar, saya pikir karena saya memang cukup maksimal pada saat sesi tes tertulis maupun wawancara bersama para juri di hari sebelumnya. Tapi saya tidak progress ke 3 besar maupun mendapatkan juara harapan, mungkin karena saya penampilan saya yang kocar kacir di panggung saat itu.

Tapi dengan selempang Juara Favorit yang saya dapatkan (juara favorit ditentuan dari polling SMS), setidaknya mengobati kekecewaan saya tidak mendapatkan gelar Juara utama/harapan di malam Grand Final tersebut. Alhamdulilah Selempang Mas Favorit disematkan kepada saya, sementara Selempang Mbak Favorit ternyata juga mampir kepada sahabat saya yang juga berkuliah di Universitas Sebelas Maret, namanya Dana Laras (semester 3 juga).

Mungkin memang belum menjadi rejeki saya mendapatkan selempang gelar juara utama/harapan. Untuk kegiatan inipun, saya sudah merasa cukup senang dengan pengalaman yang bisa saya dapatkan. Wonderful Journey yang pastinya unforgettable foverer.. Tahun depan, pikir-pikir dulu kalau mau ikut lagi.. Pergantian semester 4 ke semester 5 banyak menyimpan tugas-tugas dan laporan yang tentunya makin tebal dan menguras pikiran.

For the end, thanks pada Allah dan teman-teman saya semua mulai dari sahabat saya di Teknik Sipil UNS, teman-teman SMP, teman SMA dan keluarga besar saya atas dukungan SMS dan doanya sehingga saya bisa dapat selempang Juara Favorit..