Australia kecolongan satu Angka

1493505_10152060485183209_62976664_o

Badminton di Kejuaraan Commonwealth Games 2014 memulai pertandingan hari pertama pada Kamis kemarin. Total ada 15 pertandingan nomor beregu campuran yang dimainkan di Emirates Arena dari 6 Grup yang ada. Tim-tim kuat menempati posisi unggulan 1-8 seperti Malaysia, England, India, Singapore, Scotland, New Zealand dan Canada memenangkan pertandingan dengan skor meyakinkan 5-0 melawan tim yang dihadapinya kemarin. Hanya satu negara di posisi unggulan yang gagal menyapu bersih kemenangan dari lawannya, yaitu Australia [7]. Kemarin, negeri Kangguru itu kecolongan satu angka saat melawan Wales, dimana tunggal putranya, Jeff Tho (foto atas) kalah dari Daniel Font.

Australia sendiri mengakhiri pertandingan melawan Wales ini dengan kemenangan 4-1. Jeff Tho yang Desember lalu diwisuda sebagai Bachelor of Dental Science (Dokter Gigi) ini dikalahkan oleh Daniel Font dalam pertandingan tiga gim berdurasi 50 menit dengan skor akhir 16-21, 21-13, 13-21. Australia sendiri sebenarnya mengawali start pertandingan babak penyisihan Grup D ini dengan baik dimana ganda campuran Ross Smith dan Renuga Veeran berhasil memenangkan pertandingan atas Sarah Thomas/Oliver Gwift dalam dua gim langsung, 21-15, 21-12. Australia 1-0 Wales.

Wales menyamakan kedudukan menjadi 1-1 usai Jeff Tho dikalahkan oleh tunggal putra nya, Daniel Font ini. Di partai ketiga yang memainkan tunggal putri, Australia kembali sempat dibuat waswas saat Oceanian Champion, Verdet Keesler dipepet oleh Carissa Turner (Wales) dari awalnya unggul 20-18 di gim pertama, disamakan menjadi 20-20 namun akhirnya Australia memenangkan pertandingan itu dengan skor 22-20 di gim pertama dan 21-13 di gim kedua. Australia 2-1 Wales.

Di dua partai selanjutnya, Australia memenangkan pertandingan dengan mudah. Ross Smith yang berpasangan dengan Robbin Middleton mengalahkan Joe Morgan/Nicolas Strange dengan skor 21-12, 21-14 serta Renuga Veeran dan He Tian Tang mengalahkan Sarah Thomas/Carissa Turner dengan skor 21-16, 21-13. Australia 4-1 Wales.

10580003_10152565402228209_226951269040471997_n

Si Dokter Gigi Jeff Tho ini datang ke Glasgow dengan kepercayadirian yang cukup tinggi karena seperti Kessler, ia juga memenangkan emas di Ocenia Championship bulan Februari silam. Tapi seperti kata Maria Kristin di artikel berjudul “Hendrawan masih terkenang Perunggu MKY”, semua itu tergantung bagaimana mereka di lapangan.

Jeff Tho ini bisa memberi kita inspirasi yang luar biasa kalau kalian tahu. Diluar karir bulutangkis nya yang mengesankan, Tho ini juga punya prestasi membanggakan di sekolahan. Tahun 2006, Tho lulus dari sekolah di Benedigo dengan nilai yang sangat tinggi. Ia bahkan diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Melbourne. Namun karena tidak menginginkan jurusan itu (dia pengen Dokter Gigi), Tho pun menunda kuliah (menolak Kedokteran gitu) setahun.

Selama mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian tahun selanjutnya (2007), Tho pun mengasah kemampuan bulutangkisnya. Karirnya sangat berkembang saat itu, bahkan ia sangat yakin lolos Olimpiade Beijing. Percaya diri lolos, Tho yang diterima di Kedokteran Gigi ini pun meminta penangguhan kuliah tahun 2007 pada kampusnya untuk fokus bisa lolos ke Olimpiade Beijing. Ia mengikuti kejuaran di berbagai belahan dunia dengan uang yang tak sedikit dari kantongnya selama 2007-2008.

Namun kenyataan ternyata berbanding terbalik, Tho gagal melangkah ke Beijing karena peringkatnya berada di bawah Stuart Gomez yang akhirnya lolos ke Beijing. Dengan kegagalan itu, betapa kecewanya Tho. Uang habis, harus menunda kuliah hingga mengorbankan waktunya di usia yang sangat muda. Kata Tho, saat itu menjadi saat paling berat dalam kehidupan dirinya.

Move On dalam situasi yang berat seperti itu tentu sangat sulit, apalagi bagi anak muda dengan usia 20 tahun (di 2008) seperti Tho ini. Tapi Tho membuktikan ia bisa move on dengan cepat. Buktinya bisa kita lihat dari prestasi yang telah ditorehkan sejak kegagalannya lolos ke Beijing itu, seperti tampil di Sudirman Cup 2009, Commonwealth Games 2010, Olimpiade Beijing 2012, Emas Oceanian Champiosnhip 2014 hingga lulus dari Kedokteran Gigi di Melbourn University pada akhir 2013 lalu (5 tahun dari 2008-2013).

Dalam sebuah artikel, saya menemukan ucapan inspiratif dari Tho mengenai kegagalannya tampil di Beijing tahun 2008 lalu. Untuk menjadi yang terbaik dan menjadi yang jauh lebih kuat, satu hal yang perlu anda tahu, Anda harus berani gagal,” begitu kata Tho mengesankan. Kegagalannya itu ia balikkan dengan rentetan prestasi membanggakan. Jeff Tho telah membuktikan, He’s Prove the point!