Greysia/Nitya Berpeluang Besar di Kejuaraan Dunia

Final - 2014 Yonex Taipei Open 2014 - Greysia Polli -Nitya K Maheswari vs Wang Xiaoli -Yu Yang.mp4_003385181

Kemenangan pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii dan Nitya Krishinda Maheswari di ajang YONEX Chinese Taipei Open GP Gold 2014 memberikan angin segar bagi dunia bulutangkis Indonesia menjelang turnamen BWF World Championship 2014. Jika selama ini PBSI hanya mengandalkan dua sektor yaitu ganda putra dan ganda campuran untuk meraih titel juara pada setiap kejuaraan, ganda putri kini juga punya peluang untuk meraih gelar lewat pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari ini.

Kemarin, Ganda Putri Indonesia yang kini menempati peringkat 10 dunia ini memperlihatkan permainan yang berbeda saat tampil pada babak Final kejuaraan YONEX Chinese Taipei Open 2014 melawan pasangan China, Wang Xiaoli/Yu Yang. Permainan berbeda yang mereka tampilkan itu adalah permainan yang lebih agresif dengan barisan pertahanan yang sangat-sangat kuat. Mereka melakukan blocking dan defence yang dapat terkonversi dengan baik menjadi serangan-serangan yang dapat menjebol pertahanan Wang/Yu. Strategit itu akhirnya sukses mengantarkan mereka menjadi Juara dan mengalahkan pasangan monster China itu dalam dua gim saja, 21-18, 21-11.

Dengan kemenangan atas Wang/Yu ini, pasangan Greysia/Nitya membuktikan bahwa mereka juga punya kans untuk mengalahkan pasangan ganda putri lainnya. Untuk Kejuaraan Dunia yang akan dilangsungkan di Copenhagen bulan depan, Greysia/Nitya akan didampingi oleh dua pasangan ganda putri Indonesia lain yaitu Pia Zebadiah/Rizky Amelia Pradipta dan Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris. Kabar terbaru juga menyebutkan bahwa ada tambahan satu wakil Indonesia lain yang turut tampil yaitu Aprilsasi Lejarsar Variella/Vita Marissa.

Wejangan Eng Hian

Permainan mengesankan yang diperlihatkan oleh pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari pada babak Final Kejuaraan YONEX Chinese Taipei Open 2014 ini membuat saya penasaran dengan wejangan yang diberikan oleh orang yang berada di pinggir lapangan. Pada kejuaraan Taipei Open ini, mereka didampingi oleh kepala pelatih ganda putri yaitu Eng Hian yang merupakan peraih medali perunggu nomor ganda putra Olimpiade Athena 2004.

Usai pertandingan, Eng Hian pun turut diwawancara berkaitan dengan kemenangan anak didiknya. Beliau menuturkan bahwa salah satu kunci kemenangan anak-anak didiknya ini adalah adanya rasa percaya diri dan keyakinan untuk bisa menaklukkan pemain asal China. “Para pemain kita cukup disiplin dan konsisten menerapkan strategi. Hal yang paling penting hari ini mereka tidak merasa kalau lawan itu tidak bisa dikalahkan. Kunci utamanya tidak takut sama lawan, karena selama ini pemain-pemain kita, terutama ganda putri, sudah takut duluan kalau melawan pemain Tiongkok. Ini yang menyebabkan permainan dan strategi tidak bisa keluar di lapangan,” ujar Eng seperti dikutip dari Badminton Indonesia.

China masih Favorit untuk Kejuaraan Dunia

Meskipun Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari punya peluang menghadapi Kejuaraan Dunia mendatang di Copenhagen, China masih menjadi favoritu untuk menjuarai nomor ganda putri pada turnamen yang digelar selama 7 hari ini. Mereka membawa 4 pasangan ganda putri yang merupakan skuad terkuat mereka ke Denmark, yaitu Wang Xiaoli/Yu Yang, Bao Yixin/Tang Jinhua, Luo Ying/Luo Yu dan Tian Qing/Zhao Yunlei.

Dari keempat ganda putri China itu, pasangan Indonesia masih belum mampu mengalahkan pasangan Bao/Tang dan Tian/Zhao. Namun dalam pertemuan dengan keduanya, pasangan Indonesia sempat memaksakan permainan tiga gim sehingga kita tahu bahwa Greysia/Nitya punya kualitas untuk bisa memberi kejutan dengan mengalahkan mereka apabila nanti berjumpa.

Selain para pemain China, favorit lain untuk ganda putri di Kejuaraan Dunia kali ini berasal dari tuan rumah Denmark melalui pasangan Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl dan pasangan dari Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. Melawan dua pasangan yang sering menjegal para pemain China itu, Greysia/Nitya punya cerita berbeda. Dengan Pedersen/Rytter Juhl, pasangan Indonesia sudah berjumpa sebanyak 3 kali dan memenangkan 3 pertemuan itu. Namun dengan Matsutomo/Takahashi, pasangan Indonesia belum pernah berjumpa. Kita doakan saja mereka bisa memberi kejutan di Kejuaraan Dunia kali ini ya, bronze medal bisa lahh.. hehe..

Buat bonus, ada capture foto-foto pada babak Final ganda putri Chinese Taipei Open GP Gold 2014 dibawah ini.

Final - 2014 Yonex Taipei Open 2014 - Greysia Polli -Nitya K Maheswari vs Wang Xiaoli -Yu Yang.mp4_002033698

Pasangan Wang/Yu mencoba berdiskusi tentang strategi menghadapi Greysia/Nitya

Final - 2014 Yonex Taipei Open 2014 - Greysia Polli -Nitya K Maheswari vs Wang Xiaoli -Yu Yang.mp4_003078141

Kegembiraan pasangan Indonesia usai smash silang Nitya gagal dikembalikan oleh Wang Xiaoli

Final - 2014 Yonex Taipei Open 2014 - Greysia Polli -Nitya K Maheswari vs Wang Xiaoli -Yu Yang.mp4_003081945

Greysia Polii bersorak usai kemenangannya bersama Nitya

Final - 2014 Yonex Taipei Open 2014 - Greysia Polli -Nitya K Maheswari vs Wang Xiaoli -Yu Yang.mp4_003084114

Greysia/Nitya berpelukan usai meraih titel Juara

Final - 2014 Yonex Taipei Open 2014 - Greysia Polli -Nitya K Maheswari vs Wang Xiaoli -Yu Yang.mp4_003360323

Bersama Wang/Yu di Podium Juara turnamen Taipei Terbuka

Final - 2014 Yonex Taipei Open 2014 - Greysia Polli -Nitya K Maheswari vs Wang Xiaoli -Yu Yang.mp4_003364227

Saling sibuk sendiri