Prove the Point with Victory

Bs-36cdCYAE8lrs

Setelah pekan kemarin meraih 2 gelar dari ajang US Open GP Gold 2014 di Amerika Serikat, Para Pebulutangkis Indonesia kembali mencatat prestasi membanggakan pekan ini. Dari arena Taipei Gymansium, Indonesia sukses membawa pulang 2 gelar juara dari ajang Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2014. 2 Gelar tersebut diraih lewat pasangan ganda putra Hendra Aprida Gunawan/Andrei Adistia (foto atas) dan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.

Kemenangan kedua pasangan Indonesia ini sangat berarti bagi keduanya, utamanya secara pribadi buat Andre Adistia dan Greysia Polii. Di kejuaraan ini, mereka membuktikan bahwa mereka dapat bangkit dari keterpurukan. They prove the point with victory, begitulah kalau saya menggambarkan kedua pemain tersebut.

Untuk Andre, point yang ingin dibuktikannya pada kejuaraan kali ini adalah momentum ketika ia dikeluarkan ia dari Pelatnas Cipayung pada awal tahun 2013 lalu. Itu tentu suatu pukulan yang berat dan saya yakin ia pasti tidak akan pernah melupakan kejadian itu. Dikeluarkannya Andre dari Cipayung itu sama alasannya dengan kawan-kawan senasibnya yang juga digusur dari Cipayung yaitu buruknya prestasi yang diperlihatkan. (Baca juga ‘Adistia curhat di Twitter’ https://duaribuan.wordpress.com/2012/11/29/adistia-curhat-di-twitter/)

Lha Hari ini, pemain yang kerap disapa Bule itu berhasil membuktikan point tersebut lewat kemenangannya di ajang YONEX Chinese Taipei Open GP Gold 2014 ini di nomor ganda putra berpasangan dengan Hendra Aprida Gunawan (Age). Melawan pasangan muda China yaitu Li Junhui/Liu Yuchen, Bule/Age menang dalam permainan tiga gim, 21-14, 16-21, 21-16 (57 menit).

Kebahagiaan tentu sangat dirasakan oleh Bule maupun Age. Lewat akun twitternya, Bule yang ternyata turut membantu persiapan Tim Scotland untuk Commonwealth Games 2014, mengucapkan Terima Kasih kepada Tuhan atas anugerah titel gelar juara di Taipei ini. “Thanks god..amazing week for me..thx all for support.i love youuu..,” begitu kata Bule menuliskan rasa syukur pada tweet yang dikeluarkannya petang tadi.

Greysia balas dendam Kekalahan 2011

Beda cerita dengan Bule, Greysia Polii punya point lain yang dibuktikannya pada turnamen kali ini. Ia berhasil menghapus jejak kelam yang terjadi pada Final Kejuaraan ini tahun 2011 silam. Pada Final tiga tahun yang lalu, Greysia yang berpasangan dengan Meiliana Jauhari, sebenarnya sudah tinggal meraih 6 angka lagi untuk menuju podium juara usai memenangkan gim pertama dan unggul 15-12 di gim kedua.

Namun pada saat kedudukan 15-12 itu, terjadi insiden yang tidak akan pernah Gel lupakan seumur hidupnya, yaitu ia tersungkur saat hendak mengambil bola hingga menyebabkan otot bahu kanannya sobek. Meskipun cedera parah yang menimpanya itu ia coba tahan dengan tetap bermain, Greysia dan Meiliana akhirnya memutuskan untuk mundur pada kedudukan 21-17, 18-21, 0-2.

Insiden ini meninggalkan luka membekas yang membuat penampilannya makin menurun. Rentetan cobaan dialami olehnya. Mulai dari Ranking dunia yang terlempar dari 10 besar dunia setelah sebelumnya sempat bertengger pada peringkat 5 dunia, dicopotnya ia dan Meiliana dari Skuad SEA Games 2011 hingga tragedi kelam didiskualifikasinya mereka karena ikut “main sabun” pada ajang Olimpiade London dua tahun silam.

Awal ketika berangkat ke Taipei Open 2014 ini, Greysia sebenarnya sempat teringat kejadian buruk Final 2011. Namun ia meneguhkan hatinya bahwa Tuhan akan selalu menjaganya. “Saat tiba di Taipei, saya sempat teringat peristiwa tahun 2011. Namun saya percaya Tuhan pasti akan menjaga saya, partner saya dan tim Indonesia. Saya selalu berdoa bahwa setiap kejadian itu pasti ada hikmahnya,” begitu ungkap Greysia seperti dikutip dari Badminton Indonesia.

Bs-3QLICAAA3EBa

Ungkapan Greysia itu memang terkabul. Tuhan menjaga Greysia dengan baik, hingga ia dan Nitya sukses meraup gelar Juara pada Taipei Open 2014 ini dimana pada babak final, mereka sukses mengalahkan pasangan Juara Dunia, Wang Xiaoli/Yu Yang (foto atas) dalam pertarungan dua gim langsung, 21-18, 21-11, skor yang tentunya istimewa dan tidak semua pasangan bisa mendapatkannya. Sungguh pertarungan luar biasa dan anda wajib menyaksikannya hehe..

Dengan kemenangan ini, Greysia pun berhasil menghapus kenangan buruk Final 2011 dan menggantikannya dengan prestasi membanggakan yang tentunya jauh lebih indah untuk dikenang. Greysia prove the point! Ini merupakan pelajaran berharga yang tentunya sangat perlu kita ambil hikmahnya. “Saya bersyukur bisa menggantikan kenangan itu dengan prestasi. Tadi sebelum naik podium juara, saya sempat bilang ke Nitya, ‘Aduh, Tin. Thank you ya, akhirnya dapat hasil maksimal setelah tahun 2011 mau juara nggak jadi’,” beber Greysia.

Hasil Final Taipei Open 2014

MxD : Liu Yuchen/Yu Xiaohan (CHN) vs Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika (INA) 21-12, 21-14

WS : Sung Ji Hyun (1/KOR) vs Liu Xin (6/CHN) 21-13, 21-18

WD : Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (4/INA) vs Wang Xiaoli/Yu Yang (1/CHN) 21-18, 21-11

MS : Lin Dan (7/CHN) vs Wang Zhengming (2/CHN) 21-19, 21-14

MD : Hendra Aprida Gunawan/Andrei Adistia (INA) vs Li Junhui/Liu Yuchen (CHN) 21-14, 16-21, 21-16

Greysia di “Kita Bisa 2”

Masih ingat program “Kita Bisa” yang hadir di Kompas TV tahun lalu? Program yang mengulas banyak mengenai olahraga bulutangkis itu sempat terhenti pada penayangannya. Tahun ini, program ini dicanangkan hadir kembali oleh Kompas TV namun dengan beda formasi. Jika dulu kita sering diperlihatkan dengan atlet-atlet bulutangkis legenda seperti Susi Susanti, Alan Budi Kusuma dan Christian Hadinata, edisi Kita Bisa sesi 2 ini akan berbeda karena akan menampilkan wajah-wajah fresh bulutangkis Indonesia. Greysia Polii ini salah satunya.

Bs5UjT0CMAEzUHi

Gel akan menjadi pebulutangkis pertama yang akan diliput dalam program “Kita Bisa 2” ini. Berdasarkan informasi dari Anka Yolanda yang merupakan Reporter Program “Kita Bisa 2” itu, rencananya Kompas TV akan menayangkan program ini pada awal bulan depan, yaitu pada 10 Agustus 2014. Liputan mengenai Gel ini diambil pada acara Meet & Greet antara Greysia Polii dengan Fanbase pecinta Greysia Polii, yaitu Greysians yang dilaksanakan pada awal Juli silam (foto atas).

Bocorannya sih dalam Episode itu, Greysia memberi kejutan pada sang mamah. Kemudian, liputan berlanjut dengan cerita inspiratif yang  datang dari keduanya. Dari sang mama, diucapankanlah kata-kata yang berkesan sewaktu ayahnya Greys meninggal. “Saya pernah bilang pada saat tutup peti Papany Greys. Suatu saat Greysia Poli akan membela Bangsa&Negara,” begitu cuplikan sedikit kata-kata dari Mama Greys dikutip dari Reporter Anka Yolanda.

Selain Gel, rencananya “Kita Bisa 2” juga bakal membuka sosok Tontowi Ahmad off the Court di episode lain loh hehe.. Mereka sudah membuat liputannya dan mbak Anka ini udah ngeshare lewat akun twitternya. Kalo Greysia tadi di acara Meet & Greet dengan Greysians, Owi ini diliput pas hari ulang tahunnya 18 Juli lalu. Ya pasti kalo off the court dengan pacarnya si Michelle hehe. Menarik bukan? Jadi, anda wajib nonton tuh acara “Kita Bisa 2” yang katanya lebih menarik dari sesi pertama.. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda, terima kasih dan salam duaribuan…