Anthony Ginting wakili Indonesia di Nanjing

rosyita-eka-putri-sari-apriani-rahayu-anthony-sinisuka-ginting-clinton-hendrik-kudamasa-dan-muhammad-rian-ardianto-badmintonindonesia2

Dunia bulutangkis seperti tidak pernah tidur. Tiap pekan, selalu ada turnamen internasional yang dilaksanakan. Tak hanya di kategori senior, jadwal padat juga dialami oleh para pemain junior. Bahkan, Junior Calendar sudah seperti Kalender turnamen kategori senior dimana tiap pekan hampir selalu ada turnamen junior internasional. Tahun ini, jadwal turnamen menjadi lebih padat. Itu karena ada turnamen empat tahunan Youth Olympic Games (YOG) alias Olimpiade Pemuda. Setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Singapura tahun 2010, YOG tahun ini mampir ke Nanjing, China.

Sama seperti ajang Olimpiade di tingkat senior, Olimpiade Pemuda alias YOG ini juga mempertandingkan cabang olahraga bulutangkis loh. Di edisi sebelumnya tahun 2010, Thailand sukses memboyong 2 emas YOG yang diperebutkan, yaitu di nomor tunggal putra dan tunggal putri. Tunggal putra dimenangkan Pisit Poodchalat yang mengalahkan Prannoy Kumar (IND) sementara Tunggal putri dimenangkan oleh Sapsiree Taerattanachai yang mengalahkan Deng Xuan (CHN).

Tahun 2014 ini, kejuaraan akan menambah satu medali emas lagi yaitu dari nomor ganda campuran yang kontestannya merupakan pasangan dari pemain tunggal putra dan tunggal putri. Kualifikasi pemain yang tampil diambil dari Ranking Junior BWF per 2 Mei 2014 dimana 32 pemain putra dan 32 pemain putri akan lolos ke Nanjing dengan beberapa persyaratan seperti berikut ini.

  1. Lahir antara tahun 1 January 1996 and 31 December 1999
  2. Setiap negara boleh mengirimkan maksimal 2 pemain tunggal putra dan 2 pemain tunggal putri apabila Ranking pemain berada di 4 besar dunia per 2 Mei 2014.
  3. Diluar 4 besar, setiap negara hanya boleh mengirimkan 1 pemain putra dan putri.
  4. Harus representatif dari semua kontinental mulai dari Eropa, Asia, Amerika, Oceania dan Afrika dimana pemain yang dikirim harus sudah memiliki ID BWF.
  5. Semua Perempat Finalis World Junior Championship 2014 dapat bermain di Olimpiade Pemuda ini namun harus melihat persyaratan (1) diatas.
  6. Harus mengikutsertakan Tripartite Invitation juga dengan kuota 4 pemain per negara.

Dari kriteria-kriteria atau persyaratan tersebut, Indonesia hanya dapat mengirimkan 2 pemain ke Nanjing yaitu Anthony Sinisuka Ginting (foto diatas bersama para peraih medali WJC 2014 asal Indonesia) dan Russeli Hartawan yang masing-masing akan bermain di nomor tunggal putra dan tunggal putri serta akan berkolabori sebagai ganda campuran. Anthony yang merupakan peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia Junior 2014 itu akan berangkat ke Nanjing sebagai harapan peraih medali utama karena statusnya sebagai unggulan ketiga pada nomor tunggal putra.

Berdasarkan peraturan yang diunggah oleh pihak penyelenggara, 32 pemain akan dibagi menjadi 8 grup dimana setiap grup akan diisi oleh 4 pemain tunggal. Keempatnya saling bertarung satu sama lain dan Juara Grup akan lolos ke babak perempatfinal dimana mulai babak tersebut hingga babak Final sudah memakai sistem knockout. Seperti Olimpiade senior, para pemain yang kalah di babak semifinal akan melakukan playoff untuk mendapatkan medali perunggu.

Akane Yamaguci jadi Favorit untuk Tunggal Putri

Tunggal putri junior Jepang yang menyabet gelar Most Promosing Player 2013 yaitu Akane Yamaguchi menjadi favorit untuk menyabet gelar tunggal putri Olimpiade Pemuda 2014 ini. Dia sedang berada pada performa terbaiknya di level junior tahun 2014 ini. Selain mempertahankan gelar Juara Dunia Juniornya di nomor tunggal putri pada Kejuaraan Dunia Junior 2014 di Malaysia bulan April lalu, Yamaguchi juga merah medali emas di Asian Junior Championship 2014. Jika menang di Nanjing, Yamaguchi mencatatkan sejarah baru.

dsc_0507-15-copy-wjc2014

Yamaguchi (foto diatas bersama para peraih medali WJC 2014) akan menjadi pemain pertama yang menjuarai Kejuaraan Asia Junior, Kejuaraan Dunia Junior dan Olimpiade Pemuda di tahun yang sama. Pada tahun 2010 lalu, dari tiga kejuaraan junior yang berlangsung, nomor tunggal putra dan tunggal putri didapatkan juara yang berbeda.

Untuk nomor tunggal putra, Juara Asia Junior tahun 2010 adalah Huang Yuxiang (China), sementara Juara Dunia Junior adalah Viktor Axelsen (Denmark). Pada ajang Youth Olympic Games, kemenangan berada di tangan Pisit Poodchalat (Thailand). Ada pengecualian buat Viktor karena dia pemain Eropa dimana Kejuaraan Kontinentalnya dilaksanakan tiap tahun ganjil (2 tahun sekali). Ia memenangkan Kejuaraan Eropa Junior pada tahun 2011. Saat Youth Olympic 2010, Viktor yang sebenarnya sangat berpeluang memenangkan gelar itu akhirnya gagal berangkat ke Singapore karena usianya masih dibawah kriteria turnamen saat itu.

Cerita yang serupa juga terjadi pada nomor tunggal putri. Juara Asia Junior tahun 2010 adalah Di Suo (China), sementara Juara Dunia Junior adalah Ratchanok Intanon (Thailand). Pada ajang Youth Olympic Games, kemenangan berada di tangan Sapsiree Taerattanachai (Thailand). Untuk Asian Junior 2010 sendiri, Intanon tidak terdaftar dalam daftar pemain Thailand yang berangkat, gak tahu kenapa hehe. Untuk YOG, Ratchanok Intanon juga berpeluang menangkan emas andai saja dapat tampil. Tetapi seperti Axelsen, Ratchanok terlalu muda untuk tampil di Singapura.

Kembali ke Yamaguchi. Untuk mencetak sejarah dengan menjadi pemain pertama yang meraih 3 gelar utama kelas junior itu, Yamaguchi sepertinya juga akan mendapatkan tantangan yang sulit karena akan bertemu lawan yang tentunya tidak terduga. Dua pemain China yaitu He Bingjao dan Qin Jinjing akan fighting tampil di depan publik sendiri. Ada juga Busanan Ongbumrumpan, unggulan ketiga asal Thailand yang sudah punya pengalaman di tingkat internasional.

Selain tiga nama pemain yang akan menjadi penantang berat bagi Yamaguchi, pemain berusia 17 tahun itu juga harus memperhitungkan pemain-pemain tak terduga yang pernah mengalahkannya seperti Lee Chia Hsin asal Taipei. Lee ternyata berhasil menaklukan Yamaguchi pada ajang Beregu Campuran Suhandinata Cup dengan skor cukup telak yaitu 15-21, 11-21.

ruselli-hartawan-badmintonindonesia

Pemain Indonesia yang akan bermain pada nomor tunggal putri ini yaitu Russeli Hartawan (foto atas) juga diyakini bisa menjadi lawan berat buat Akane Yamaguchi. Pada dua pertemuan sebelumnya yang terjadi tahun ini yaitu di ajang Kejuaraan Asia Junior dan Kejuaraan Dunia Junior 2014, Russeli atau kerap disapa Mei mei ini mampu memaksakan permainan tiga gim kepada Yamaguchi meskipun pada akhirnya kalah. Di Asian Junior, Yamaguchi menang dengan skor 21-14, 17-21, 21-14. Sementara di World Junior kemarin, Yamaguchi menang dengan skor 21-12, 19-21, 21-14. Semoga jika nanti ketemu Yamaguchi di YOG 2014, Russeli bisa memenangkan pertandingan.

In Good form

Jelang YOG 2014, harapan Indonesia untuk meraih medali dari cabang bulutangkis yaitu Anthony Sinisuka Ginting kini sedang memperlihatkan performa yang bagus. Ini dapat kita lihat pada kejuaraan yang kini sedang dilakoni oleh Anthony, yaitu YONEX Chinese Taipei Open GP Gold 2014. Merangkak dari kualifikasi, Anthony menjadi tunggal pertama dari Indonesia yang besok berlaga di babak kedua (32 besar).

Pagi tadi melawan unggulan keenam yang merupakan andalan tuan rumah yaitu Chou Tien Chen, Anthony membuat kejutan dengan memenangkan pertandingan lewat pertarungan tiga gim yang sangat ketat, 18-21, 21-17, 21-18. Anthony mengawali pertandingan dengan sangat baik saat unggul 10-4 hingga 11-7. Namun momentum berpindah ke Chou Tien Chen ketika ia berhasil menyamakan kedudukan 13-13 hingga balik memenangkan gim pertama 21-18.

Gim kedua berlangsung lebih ketat dengan terjadi kejar kejaran angka. Dari kedudukan 18-17, Anthony mendapatkan 3 poin beruntun hingga menutup kemenangan 21-17. Pada gim ketiga, situasi juga berlangsung sangat tegang saat Chou Tien Chen dapat menyamakan kedudukan 8-8 saat sebelumnya tertinggal 2-8. Setelah poin itu, kejar mengejar angka terjadi dan setelah poin krusial 15-15, Anthony memegang kendali permainan dan menutup kemenangan 21-18. Di babak kedua yang akan dilaksanakan besok, Anthony Ginting akan berjumpa dengan pemain Chinese Taipei lainnya yaitu Yang Chich Hsun.

url

Turnamen YONEX Chinese Taipei Open ini sepertinya memang menjadi ajang persiapan bagi para pemain yang akan tampil di YOG mendatang. Selain Anthony, ada pula dua pemain China yang menjadi lawan kuatnya di kejuaraan tersebut, yaitu Lin Guipu dan Shi Yuqi (foto atas bersama Anthony). Malaysia juga mengirim andalannya June Wei Cheam yang merupakan unggulan keempat di YOG Nanjing. Keempat pemain itu mengawali kejuaraan  di Kota Taipei ini dari babak kualifikasi.

Dari keempat pemain itu, Shi Yuqi dan Anthony saja yang dapat melaju hingga ke babak kedua. Lin Guipu sendiri langkahnya sudah terhenti di babak pertama oleh Kazuma Sakai dari Jepang lewat permainan tiga gim 21-15, 19-21, 15-21 sementara June Cheam kalah nyesek di Final Kualifikasi oleh pemain Thailand, Mek Narongrit yang menang dengan skor 21-11, 12-21, 23-21. Mek sendiri akhirnya kalah di babak pertama hari ini oleh pemain tuan rumah, Wan Chia-Hsin dengan skor 11-21, 10-21. Mek Nangrorit ini juga pemain yang bakal tampil di Nanjing sehingga kemenangan atas Cheam bakal meningkatkan kepercayadiriannya jelang Nanjing Games.

Jadi ketika kita melihat hasil sejauh dari para pemain junior itu, tentu kualitas Anthony dan Shi Yuqi lebih baik. Jadi semoga Final Olimpiade Pemuda nanti mempertemukan Shi Yuqi dengan Anthony dimana Anthony bisa menang (Kita doakan ya). Untuk preview nomor Ganda Campuran, Jepang dan China akan menjadi favorit karena punya Akane Yamaguchi dan Shi Yuqi yang juga pernah ditantang bermain di nomor ganda campuran berpasangan dengan pemain tunggal pada ajang Asian Youth Games 2013 silam dimana keduanya sukses menggondol medali. Akane raih emas sementara Yuqi raih perunggu.

Wakil Indonesia untuk nomor ini tentu pasangan Anthony Ginting/Ruselli Hartawan. Buat Ruselli, bermain di nomor ganda campuran dengan pemain tunggal sudah pernah ia lakoni saat kejuaraan Asian Youth Games 2013 silam. Saat itu, ia yang berpasangan dengan Jonatan Christie tersingkir di babak 16 besar oleh sang peraih medali emas, Akane Yamaguchi yang berpasangan dengan Minoru Koga. Semoga pengalaman itu menjadi bekal pelajaran buat Ruselli jelang Nanjing Games yah.. Good Luck!!

Kalau ada pertanyaan mengapa bukan Jonatan Christie yang dikirim ke Nanjing? ternyata selain dikarenakan aturan yang memang tidak mengijinkan, dimana kita hanya bisa mengirimkan 2 pemain jika berada di 4 besar sedangkan kini Jonatan di peringkat 5, pihak Jonatan Christie sendiri sepertinya juga lebih memilih tampil di ajang Indonesia International Challenge 2014 dimana ia kini berstatus sebagai Juara bertahan. IIC akan digelar 12-16 Agustus sementara YOG akan dilaksanakan pada 17-22 Agustus.

Semoga keduanya mendapatkan gelar Juara ya, baik Jonatan maupun Anthony… Semangat Kakak…