Yanti Kusmiati juga punya Genk

539705_10200253704683221_1162709950_n

Mendengar kata genk mungkin akan membuat anda berpikir mengenai anak-anak usia remaja dimana mereka membuat suatu perkumpulan dengan kesamaan tertentu untuk menunjukkan eksistensi mereka. Kesamaan itu antara lain adalah hobi yang sama. Contoh dari genk yang memiliki kesamaan hobi adalah genk memasak. Selain melakukan kegiatan positif, ada juga genk yang meresahkan warga, contohnya Genk Motor berandal yang meresahkan Bandung beberapa tahun silam. Kali ini, duaribuan mau cerita soal Yanti Kusmiati, mantan pebulutangkis Indonesia yang juga punya genk di usianya yang sudah 51 tahun ini loh apa sih genknya? Yuk cuss…

Sebelum kita mengulas genk mbak Yanti, apakah anda tahu siapa dia?

Yanti Kusmiati adalah mantan pebulutangkis Indonesia yang lahir di Jakarta, 22 Desember 1962. Yanti kini menetap di Kota Bogor, dari sumber sih di Jalan Kantor Baru, entah udah pindah lagi atau belum, hehe. Karir bulutangkisnya bersinar di tahun 1980an dimana beberapa gelar ia dapatkan seperti Indonesia Open 1988 dan Juara Asian 1988, keduanya di ganda putri. Berpostur pendek dengan wajah imut-imut dan menggemaskan, Yanti memiliki permainan yang memikat. Di jamannya dulu, publik Istora mengenalnya dengan julukan “Si Unyil”.

Yanti adalah putri bungsu dari nyonya Esther Tunjungwulan yang merupakan wasit wanita dari Indonesia yang berhasil memegang sertifikat IBF (kini BWF). Nama Yanti cukup melambung ketika bermain ganda putri dengan Verawati Fajrin. Selain berbeda enam tahun dimana Yanti lebih muda, Yanti juga memiliki tinggi jauh berbeda dengan Vera yang berbadan tinggi besar. Karena perbedaan itu, pada zaman tersebut mereka sering dijuluki pasangan “maksi-mini” (maksimal-minimal kali ya).

F - XD - TAhmad-LNatsir vs TLaybourn-KRytter Juhl - 2012 All England.mp4_003102600

Usai mengakhiri karir perbulutangkisannya sebagai pemain, Yanti kemudian melanjutkan karirnya menjadi pelatih. Pertama kali saya melihat mbak Yanti ini adalah ketika menyaksikan pertandingan Final All England 2012 antara Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melawan Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (foto atas). mbak Yanti ini sangat ekspresif tatkala memberi wejangan kepada Owi maupun Butet kala itu.

Usai Olimpiade London, PBSI yang gagal mempertahankan tradisi medali emas di ajang Olimpiade melakukan perombakan disana-sini dibawah kepemimpinan baru dari Gita Wirjawan. Gita melakukan banyak inovasi dengan memasukan nama-nama pelatih baru dari mantan pebulutangkis Indonesia yang sukses. Yang paling utama dengan memasukkan Rexy Mainaky sebagai head coach di Cipayung. Rexy pun memiliki kewenangan untuk merombak kepelatihan di Cipayung. Tahun 2013, mbak Yanti masih berada di Cipayung dengan kedudukan sebagai Asisten pelatih ganda campuran. Namun di tahun 2014 ini, posisinya pun diganti oleh Rexy.

Kini, mbak Yanti telah menjabat sebagai Ibu Asrama dari Pelatnas Cipayung. Di biodata dalam akun Facebooknya, nama keren dari jabatannya adalah Kepala Asrama Putri Pelatnas PBSI. Untuk posisinya sebagai pelatih digantikan oleh Edwin Irawan (mantan pelatih Saina kalau tak salah) yang kini jabatannya Asisten pelatih ganda campuran prestasi mendampingi Richard Mainaky. Untuk potensi, diisi oleh Nova Widianto sebagai pelatih dan Enroe Suryanto sebagai asisten.

Itulah sekelumit cerita mengenai karir Ibu Asrama Putri Pelatnas PBSI hehehe.. Kali ini ada cerita soal Genk Mbak Yanti lohh seperti yang sudah saya janjikan. Genknya namanya Genk Smart, keren kan ya. Bulan Februari lalu, Mbak Yanti dan para anggota Genk Smart ini berkumpul ceria di Lembang. Dalam suatu foto, mbak Yanti berkomentar bahwa ia sangat jarang bisa berkumpul dengan sahabat-sahabatnya itu karena sangat sibuk. Oleh karenanya, mbak Yanti sangat senang bisa kumpul dengan Genk Smart itu hehe.

Di Lembang, Mbak Yanti dan Genk Smartnya mengunjungi beberapa lokasi seperti Burgundy Cafe, Floating Market dan di kawasan persawahan hijau. Ia terlihat sangat sumringah bersama para ibu-ibu sahabatnya hehe. Mbak Yanti mengabadikan semua kebersamaan mereka di Lembang itu dengan berfoto dan menguploadnya di akun Facebook miliknya. Nih foto-foto kebersamaan mereka.

Picture1

Picture12

Selain mengabadikan aktivitasnya, Facebook juga digunakan sebagai sarana mbak Yanti untuk berhubungan dengan sahabat-sahabatnya. Status-status yang dikeluarkan oleh mbak Yanti juga berhubungan dengan pemberitaan nasional yang sedang hot, seperti contohnya adalah mengenai Pemilu Presiden 2014. Saat marak terjadi kampanye hitam, mbak Yanti pun membuat status mengomentari mengenai pemberitaan tersebut.

lihat status n wall sobat2 yang gila mendukung salah satu capres tuh miris…bener2 mencari pembenaran masing2 capres terus menghujat n menfitnah lawannya…bener2 sudah dibutakan hati dan pikirannya…,ga mau komen,karena galakan para pendukung masing2…aq netral aja,krn siapapun yg terpilih toh kita ga akan dapat jabatan apa2 kan? ,janganlah mencari permusuhan gara2 PILPRES 2014 ,moga kau sadarkan mereka ya ALLAH,jgn jadi ada permusuhan diantara pendukung,Aamiin,” begitu kata mbak Yanti dikutip dari akun Facebooknya.

Btw, kalau dilihat dari status-status Facebook yang dikeluarkan oleh mbak Yanti, sepertinya beliau memilih Calon Presiden No. Urut 2 yaitu Joko Widodo. Seperti status yang berbunyi, Peace…jgn jumowo dulu ahhh,karena no 1 ngengklaim bahwa dia pemenangnya..quick count lom sah..press com no 2 dianggap gegabah..ya semoga tidak ada kecurangan dua2nya..n hasil akhirnya tetap no 2 yang jadi presiden RI yang baru..Aamiin YRA,”begitu kata mbak Yanti.

Kejahatan di Jalan Fatmawati

Selain status mengenai berita yang masih hot seperti Pemilu, mbak Yanti ini juga sering memberikan informasi yang bermanfaat loh. Maret lalu, ia membuat status mengenai modus kejahatan di Jalan Fatmawati Cilandak. Kata mbak Yanti, kita harus berhati-hati lewat Jalan tersebut pada malam hari karena rawan perampokan. Modus perampokannya pun tak tanggung-tanggung yaitu memperdaya orang yang hendak menolong sang pencuri yang pura-pura terkapar di jalan (kayak abis jatuh).

“Hati2 dijalan raya fatmawati arah puteran kolong sebrang cilandak town square, yang sedang berkendara melihat orang tergeletak Jangan di bantu, karena disana ada teman2nya sembunyi dikolong jembatan bawah tol, niat bantu tapi diri kita sendiri yang jadi korban penodongan/perampokan. Modus itu ada sekitaran diatas jam 23 malam.mohon teruskan ke yg lainnya agar terhindar dari Hal buruk,” begitu kata mbak Yanti dalam status di akun Facebooknya tertanggal 2 Maret silam.

Dengan informasi yang bermanfaat itu, bagi kalian yang lewat Jalan Fatmawati hati-hati ya kalo malem-malem seperti status mbak Yanti itu agar kita terhindar dari hal yang tidak diinginkan ya teman-teman. Itulah ulasan menarik mengenai Mbak Yanti yang kini menjabat Kepala Asrama Putri Pelatnas PBSI. Semoga putri-putri Cipayung ini bisa semakin meningkat prestasinya dibawah payungan mbak Yanti hehe.. Semoga mbak Yanti sehat selalu, salam duaribuan…

Iklan