Persaingan Terbuka di Emirates Arena

800px-Emirates_Arena_05

Ditengah-tengah persiapan para pemain bulutangkis dunia termasuk Indonesia untuk menghadapi ajang Kejuaraan Dunia 2014 yang akan digelar bulan depan di Copenhagen, Denmark, beberapa negara bulutangkis juga disibukkan dengan persiapan untuk memperebutkan medali pada ajang empat tahunan Commonwealth Games 2014. Kejuaraan yang mengikutsertakan negara-negara persemakmuran Britania Raya ini akan diselenggarakan di Kota Glasgow, Skotlandia pada 23 Juli – 3 Agustus 2014.

Cabang Bulutangkis sendiri akan beraksi mulai 24 Juli hingga 3 Agustus 2014 di Emirates Arena (foto diatas). Arena berkapasitas 5000 penonton itu akan dimanjakan dengan aksi para pemain elit dunia yang memperebutkan 6 medali emas di ajang prestisius empat tahunan ini. Pada kejuaraan Commonwealth Games ini, Bulutangkis menjadi cabang olahraga yang resmi dipertandingan pada tahun 1966 dimana saat itu kejuaraan digelar di Jamaica.

Sejak 1966 hingga kejuaraan terakhir pada 2010, telah digelar pertandingan cabang bulutangkis sebanyak 12 edisi dimana hanya ada 10 negara yang dapat meraih medali yaitu Inggris, Malaysia, India, Canada, Australia, Singapore, Scotland, Hongkong, Wales dan New Zealand. Dari 10 negara itu, Inggris dan Malaysia adalah dua negara yang paling dominan meraih medali dalam ajang Commonwealth Games ini. Namun pada tahun 2014 ini, kedua negara itu sepertinya akan sulit memegang dominasinya kembali ketika negara lain seperti India dan tuan rumah Skotlandia akan mencoba merobohkan dominasi Inggris dan Malaysia.

DSC03715_copy_jpg_270362f

India sudah membuktikan kekuatan barunya pada ajang Commonwealth Games 2010 yang digelar di hadapan publiknya sendiri di New Delhi. Mereka memborong 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu (foto atas). 2 emas didapatkan oleh tunggal putri Saina Nehwal dan pasangan ganda putri Jwala Gutta-Ashwini Ponappa, perak diraih dari nomor Mixed Team dimana India dikalahkan Malaysia 1-3 di babak Final, lalu perunggu didapatkan oleh Kashyap Parupalli di nomor tunggal putra.

Kekuatan India itu diperkirakan akan tetap bertahan pada ajang Commonwealth Games 2014. Saina Nehwal yang merupakan Juara Bertahan tentu akan menjadi tumpuan utama bagi India untuk meraih emas pada cabang bulutangkis ini. Bersama PV Sindhu dan PC Thulasi, nomor tunggal putri diperkirakan akan terjadi All Indian Final. Untuk medali perunggu sendiri, prediksi duaribuan untuk tunggal putri Commonwealth Games 2014 akan diperebutkan dengan sengit antara Kirsty Gilmour (SCO) dengan Michelle Li (CAN). Dari dua pemain itu, saya berpihak ke Gilmour karena ia memiliki peringkat yang lebih baik dan tentunya karena ia bertanding di hadapan publik sendiri.

Prediksi Tunggal Putri

Gold – Saina Nehwal (IND)

Silver – PV Sindhu (IND)

Bronze – Kirsty Gilmour (SCO)

Juara bertahan nomor ganda putri yaitu Jwala Gutta dan Ashwini Ponnappa kemungkinan akan menghadapi tantangan sulit untuk kembali mempertahankan medali emas yang diraihnya empat tahun lalu di India. Mereka akan menghadapi tantangan dari unggulan pertama, Shinta Mulia Sari/Yao Lei (SIN) dan Jawara Pesta Olahraga Asia Tenggara 2013 yang juga unggulan kedua, Vivian Kah Mun Hoo/Won Khe Wei (MAS). Favorit lain untuk meraih medali pada nomor ganda putri di kejuaraan ini adalah andalan tuan rumah, Kirsty Gilmour/Imogen Bankier.

Sulit untuk memprediksi siapa yang akan pulang membawa medali untuk nomor ini. Pemain dari negara lain yang tidak diunggulkan juga tidak bisa diremehkan seperti He Tian Tang/Renuga Veeran (AUS) yang mampu memaksakan rubber dari pasangan kembar Luo Ying/Luo Yu di Australia Open 2014 bulan kemarin, kemudian si cantik Gronya Sommerville/Jacqueline Guan (AUS) yang meraih emas di ajang Oceania Championship 2014 pada Februari silam, Alex Bruce/Phylis Chan (CAN) dimana Alex Bruce merupakan semifinalis Olimpiade London 2012 sehingga kualitasnya juga tidak bisa diremehan, serta Gabrielle Adcock/Laurent Smith (ENG) dimana Gabby adalah pemain ganda yang menunjukkan perkembangan bagus dalam setahun belakangan (ditunjukkan dengan gelar Superseries ganda campuran di YONEX Hongkong Open 2013).

Dengan sengitnya persaingan terbuka yang dilihat dari nomor ganda putri itu, kita belum dapat memprediksi siapa para peraih medali dari emas, perak dan perunggunya. Kita baru bisa memprediksi ketika draw kejuaraan sudah keluar. Draw untuk cabang bulutangkis pada ajang Commonwealth Games 2014 ini baru akan dilaksanakan pada 21 Juli mendatang di Commonwealth Games Village Media Centre di Glasgow, Skotlandia.

Adcock/Adcock : England mixed double hopes

Setelah gagal meraih  medali emas pada ajang Commonwealth Games 2010 di India empat tahun silam, Inggris akan berangkat ke Glasgow untuk kembali bertarung memperebutkan emas pada ajang Commonwealth Games 2014 ini. Mereka membawa harapan besar untuk meraih medali emas dan tumpuan utama mereka berada pada ganda campuran unggulan pertama dan pasangan peringkat 5 dunia, Chris Adcock dan Gabrielle Adcock.

Ganda Campuran suami istri itu menjadi harapan utama Inggris karena memiliki prestasi yang bagus seperti meraih gelar Juara pada turnamen YONEX Hongkong Open 2013 dan Juara di Swiss Open GP Gold 2014. Mereka juga konsisten minimal masuk ke babak 8 besar pada setiap tour Superseries yang mereka lakoni selama satu tahun terakhir. Kekalahan yang mereka alami pada setiap tour yang mereka lakoni juga tidak kepada sembarangan pasangan, karena itu mereka menjadi favorit untuk meraih medali emas pada kejuaraan ini.

mixed-badminton-doubles

Dalam 12 edisi kejuaraan bulutangkis di Commonwealth Games ini berlangsung, Inggris merupakan negara tersukses dimana telah meraih total 9 medali emas pada nomor ganda campuran. Terakhir kali mereka meraih medali emas adalah pada tahun 2006 di Melbourne dimana saat itu pasangan Nathan Robertson/Gail Emms (foto atas) berhasil menundukkan Dan Shirley/Sara Petersen dari New Zealand di babak Final. Untuk informasi, Dan Shirley dan Sara ini merupakan peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2005 dimana medali yang mereka raih itu adalah medali pertama bagi New Zealand dan Kawasan Oceania pada ajang Kejuaraan Dunia Bulutangkis.

Menantang Duo Adcock, ada andalan tuan rumah yang merupakan pasangan unggulan ketiga yaitu Robert Blair/Imogen Bankier (SCO), ganda campuran unggulan kedua asal Singapura, Danny Chrisnanta/Vanessa Neo serta pasangan asal Malaysia, Chan Peng Soon/Lai Pei Jing. Ketiga ganda campuran itu memiliki kans yang juga tak kalah besarnya dengan Mr. and Mrs. Adcock untuk meraih medali emas di Glasgow.

Ketiganya menunjukkan permainan yang apik dalam beberapa bulan terakhir. Blair dan Bankier berhasil meraih 7 gelar Juara dalam satu tahun belakangan dimana yang paling besar adalah German GP Gold pada bulan Maret silam, kemudian pasangan Danny/Vanessa menunjukkan performa bagus dengan mencapai babak perempat final All England 2014 dimana mereka merupakan satu-satunya pasangan yang mampu mencuri gim dari Juara Dunia, Ahmad dan Natsir dalam perjalanan pasangan Indonesia itu meraih gelar All England ketiganya.

Untuk pasangan Malaysia, yaitu Chan dan Lai ini merupakan pasangan kejutan. Sebelumnya, Asosiasi Bulutangkis Malaysia atau BAM memberikan pernyataan bahwa Goh Liu Ying, pasangan lama Chan Peng Soon yang pernah mencapai peringkat 5 dunia akan dipasangkan kembali untuk berlaga di Glasgow. Namun Goh batal berangkat karena memutuskan untuk menjalani operasi lutut dan kini sedang menjalani perawatan pascaoperasi. Mengantisipasi hal tersebut, Chan pun dipasangkan dengan Lai Pei Jing untuk Glasgow 2014. Meski belum bisa mengalahkan nama-nama tenar, namun Chan dan Lai ini juga tidak boleh diremehkan.

cgmxgold

Empat tahun lalu, Malaysia juga mengirimkan ganda campuran yang bisa dibilang abal-abal yaitu Koo Kean Keat/Chin Eei Hui (foto atas). Tidak diunggulkan, pasangan ini justru kembali ke Malaysia dengan membawa pulang medali emas. Dalam perjalanannya meraih juara, mereka menaklukkan tiga unggulan teratas. Di babak 8 besar mengalahkan unggulan kedua, Diju V/Jwala Gutta (India) dengan skor 21-13, 21-19, lalu di babak semifinal mengalahkan unggulan ketiga, Chayut Triyachart/Yao Lei (Singapura) dengan skor 19-21, 21-16, 21-18 serta di babak final mengalahkan unggulan pertama, Nathan Robertson/Jenny Wallwork (England) dengan skor 22-20, 21-12. Cinderella run yang mengesankan dari Koo-Chin pada edisi 2010 itu mungkin saja bisa terjadi pada Chan dan Lai pada 2014 ini apabila negara lain tidak waspada pada permainan pemain Malaysia.

duaribuan memprediksi tetap Mr dan Mrs Adcock adalah pemenang Commonwealth Gems ini dimana di Final kemungkinan si Adcock/Adcock akan mengalahkan Blair dan Bankier dengan catatan Blair dan Bankier ini tidak satu poll pada undian dengan Adcock/Adcock.

Prediksi Ganda Campuran

Gold – Chris Adcock/Gabrielle Adcock (ENG)

Silver – Robert Blair/Imogen Bankier (SCO)

Bronze – Danny Bawa Chrisnanta/Yu Yan Vanessa Neo (SIN)