Malaysia tanpa Juara Bertahannya

Picture1

Malaysia akan tampil sangat beda pada ajang Kejuaraan Bulutangkis Commonwealth Games 2014. Mereka akan membawa 8 pemain baru dari 10 pemain yang rencananya diberangkatkan menuju Glasgow, pusat penyelenggaraan Pesta Olahraga Negara-Negara Persemakmuran itu. 2 muka lama yang akan dibawa ke Glasgow hanyalah pemain ganda campuran Chan Peng Soon dan ganda putri Won Khe Wei. Pihak Asosiasi Bulutangkis Malaysia atau BAM juga membuat keputusan surprise dengan tidak mengikutsertakan Juara Bertahan, Lee Chong Wei untuk berlaga di Glasgow. Ada apa dengan Malaysia?

Sejak pertama kali penyelenggaraan Bulutangkis Commonwealth Games, Malaysia adalah negara dengan pengoleksi medali emas terbanyak kedua setelah Inggris. Pada penyelenggaraan terakhir pun, Malaysia mengakhiri turnamen dengan menjadi Juara Umum cabang Bulutangkis Commonwealth Games tahun 2010 silam. Pada edisi 2014 yang akan kick off kurang dari 2 pekan lagi, Malaysia sepertinya akan tergopoh-gopoh karena banyak membawa para pemain debutan yang sangat rentan terserang virus nerfous tatkala bertanding.

Dari 10 pemain yang dibawa, 8 nama diantaranya merupakan pemain baru yang akan memulai debut di ajang Commonwealth Games ini, yaitu Chong Wei Feng, Liew Daren,  Tee Jing Yi, Goh V Shem, Tan Wee Kiong, Vivian Kah Mun Hoo, Lai Pei Jing dan Lim Yin Loo. Dua nama lawas yaitu Chan Peng Soon dan Won Khe Wei sendiri tampil tidak memuaskan di New Delhi 2010 lalu dimana mereka belum berhasil menelurkan medali untuk Malaysia untuk nomor perorangan.

Malaysia sendiri secara mengejutkan tidak membawa tiga Jawara Bertahan yang memenangkan medali emas di New Delhi 2010 silam, yaitu World No #1 Lee Chong Wei (MS), Koo Kean Keat/Tan Boon Heong (MD) dan Koo Kean Keat/Chin Eei Hui (XD). Lee Chong Wei tidak dapat mempertahankan gelar juaranya karena mengalami kambuh cedera paha sehingga membuatnya harus menjalani perawatan (foto diatas). Lee Chong Wei memilih untuk batal tampil di Glasgow agar dapat tampil maksimal dalam ajang perebutan gelar Juara Dunia yang akan dilaksanakan di Copenhagen, Agustus bulan depan. Kans Lee untuk meraih gelar Juara Dunia tahun ini sangat besar karena rivalnya, Lin Dan tidak akan tampil pada Kejuaraan Dunia kali ini.

Posisi Lee dalam Tim Malaysia pada Commonwealth Games tahun ini sebenarnya sangat vital. Selain sebagai pemimpin bagi “adik-adiknya”, Lee juga berstatus sebagai pembawa Jalur Gemilang alias Bendera Malaysia pada Parade Negara-negara kontestan di Upacara Pembukaan Commonwealth Games 2014. Karena batal ikut serta, posisi Lee Chong Wei pun digantikan oleh atlet balap sepeda Malaysia, Fathehah Mustofa.

Sementara untuk pengganti Lee Chong Wei sebagai pemain di Commonwealth Games 2014, ditunjuklah Daren Liew, pemain Malaysia berperingkat 44 dunia saat ini. Ia bersama pemain kidal, Chong Wei Feng akan bertarung untuk kembali mempertahankan tradisi medali emas nomor tunggal putra yang selalu dimenangkan oleh Malaysia sejak Commonwealth Games 1990.

1794519_50273336983

Koo Kean Keat, Tan Boon Heong serta Chin Eei Hui punya cerita ironi yang berbeda pula berkaitan dengan ketidakikutsertaannya para ajang Commonwealth Games tahun ini. Koo tidak dipilih karena sudah tidak berstatus sebagai pemain Pelatnas Malaysia. Ia sejak akhir Februari silam memutuskan untuk keluar dari Pelatnas Malaysia dan kini memilih menjadi pemain profesional dan berlatih di Klub Granular (foto atas). Sang pasangan lamanya, Tan Boon Heong tetap menetap di Pelatnas Malaysia.

Tapi keputusan yang diambil Koo Kean Keat untuk meninggalkan Pelatnas itu hanya sementara karena Juni lalu BAM membuat keputusan bahwa Koo akan kembali berpasangan dengan Tan Boon Heong untuk Kejuaraan Dunia 2014 dan dengan demikian, Koo pun diijinkan kembali masuk ke Pelatnas Malaysia meskipun statusnya bukan pemain Pelatnas. BAM menganggap dengan dipasangkannya kembali Koo dan Tan ini akan berdampak positif dimana “adik-adiknya” bisa mendapatkan sparring yang bagus menghadapi Kejuaraan Dunia itu.

Jika Koo tidak berlaga ke Glasgow karena statusnya sebagai pemain non pelatnas, beda cerita dengan pasangan lamanya, Tan Boon Heong yang masih berstatus pemain Pelatnas. Saat pengumuman nama-nama pemain yang akan diberangkatkan ke Glasgow, Tan terkejut karena ia tidak dipilih berangkat ke kejuaraan empat tahunan tersebut. Ia tidak terima dan mengajukan protes ke pihak BAM.

Namun BAM berdalih dengan menjawab bahwa kuota maksimal untuk pengiriman pemain Commonwealth Games adalah 5 pemain putra dan 5 pemain putri, sehingga BAM hanya mengirimkan pemain yang potensial untuk bisa meraih medali. Dengan penampilan yang bagus akhir-akhir ini utamanya dalam ajang Piala Thomas bulan Mei dan Australia Terbuka bulan kemarin, pasangan Tan Wee Kiong/Goh V Shem pun dipilih untuk berangkat ke Glasgow.

Pasangan Ganda Campuran dari Koo Kean Keat saat meraih medali emas Commonwealth Games 2010 yaitu Chin Eei Hui sendiri sudah memutuskan untuk gantung raket atau pensiun pada tahun 2012 lalu sehingga tidak mungkin berlaga lagi di Glasgow. Ia pensiun karena sudah berusia 32 tahun dimana saat itu ia mengalami beberapa cedera dan usianya juga tidak produktif lagi untuk bermain bulutangkis dengan performa terbaiknya.

Malaysian medal hopes

Berlaga di Glasgow tentunya akan sangat berat bagi para debutan Malaysia pada ajang Commonwealth Games 2014 ini. Namun sebagai negara dengan tradisi bulutangkis yang kuat, Malaysia tentunya tidak akan pulang dengan tangan hampa. Debutan yang dibawa Malaysia bukan sembarang debutan karena para pemain mereka punya pengalaman internasional walaupun bukan di ajang Commonwealth Games.

800px-2010_CWG_Badminton_Mixed_team

Untuk nomor beregu, Tim Malaysia yang berstatus Juara bertahan (foto atas) sepertinya masih kuat untuk bisa sampai ke babak Semifinal. Namun pada di babak ini mereka harus hati-hati karena India, Inggris dan Skotlandia bisa saja mengejutkan negeri Jiran itu dengan para pemainnya yang tidak bisa diremehkan. Drawing pada nomor beregu ini akan sangat menentukan bagaimana strategi yang dimainkan oleh Malaysia menghadapi lawan-lawannya. Jika tidak bisa menerapkan strategi tepat, Malaysia bisa saja gagal meraih medali dari nomor beregu campuran ini.

Pada nomor perorangan, harapan utamanya Malaysia untuk meraih medali ada pada nomor tunggal putra, ganda putra dan ganda putri. Ketiga nomor itu sangat berpeluang untuk meraih emas namun harus bekerja sangat keras karena lawan yang dihadapi Malaysia tidaklah mudah. Dua nomor lain yaitu Ganda Campuran dan Tunggal Putri punya kans kecil mengingat di ganda campuran, pemain Eropa akan menjadi favorit sementara di tunggal putri, India akan diunggulkan untuk menjadi Juara.

Di tunggal putra, Chong Wei Feng akan menjadi unggulan pertama dimana ia bersama Daren Liew akan menjadi medal hopes bagi Malaysia. Namun mereka harus bekerja keras dimana ada K. Srikanth, Kashyap Parupalli dan Rajiv Ouseph yang menjadi batu sandungan yang terjal untuk Chong Wei Feng dan Daren Liew dalam meraih medali.

THOMAS AND UBER CUP FINALS 2014 Session 18, Match 4.mp4_000334360

Untuk nomor ganda putra, Malaysia memang dikenal sangat dominan menjuarai nomor ini. Untuk Commonwealth Games tahun ini, Pasangan Tan Wee Kiong (foto atas) dan Goh V Shem yang merupakan ganda yang dipilih untuk berangkat ke Glasgow. Mereka sepertinya akan mulus melaju ke Final dan lawan terberatnya hanya berasal Inggris yang merupakan unggulan pertama, Chris Adcock/Andrew Ellis serta pasangan Singapura, Danny Bawa Chrisnanta/Chayut Triyachart. Emas dirasa akan dipegang oleh Malaysia kembali pada edisi 2014 ini.

Seperti pada pembahasan di artikel sebelumnya berjudul Persaingan Terbuka di Emirates Arena, nomor ganda putri akan terlihat sangat ketat. Namun Juara SEA Games 2013 yaitu Vivian Kah Mun Hoo/Won Khee Wei tentu sangat berpeluang meraih medali emas. Dan ini sangat tergantung dengan draw yang dihadapi oleh pasangan Malaysia ini. Pasangan Shinta Mulia Sari/Lei Yao, Jwala Gutta Ashwini Ponappa dan Kirsty Gilmour/Imogen Bankier adalah tiga pasangan terberat yang akan menghadang Jawara SEA Games itu untuk meraih medali di Commonwealth Games 2014.

Membawa pemain baru ke Commonwealth Games ini adalah hal berani yang dilakukan oleh Asosiasi Bulutangkis Malaysia. Memang jika kita tetap mempertahankan pemain lama belum tentu bisa memberikan hasil maksimal. Hal ini pula yang juga diterapkan pada PBSI pada Asian Games 2014 mendatang di Incheon dimana tunggal putra Indonesia yang akan berlaga akan diisi oleh pemain-pemain muda yaitu Ihsan Maulana Mustofa dan Jonathan Christie.