Bukan Sekedar Simulasi, tapi Pertarungan Penuh Gengsi

20140426_130648 - Copy

Menyaksikan para pebulutangkis nasional Indonesia secara langsung adalah kebanggaan tersirat yang penulis alami saat hadir dalam pertarungan penuh gengsi bertajuk Simulasi Piala Thomas dan Uber 2014 yang digelar di Sritex Arena, Solo pada Sabtu, 26 April lalu. Bermodalkan tiket yang dibeli sejak pukul 10.00 WIB, duaribuan menyaksikan full pertandingan Simulasi yang dimulai pada pukul 14.00 WIB dan berakhir hingga lewat tengah malam.

Sebelum dimulai pertandingan pada pukul 14.00 WIB, duaribuan dan kawan hadir di Sritex Arena lebih dulu sekitar pukul 13.00 WIB menunggu kedatangan bus para pemain putri yang lebih dulu akan berlaga. Saat rombongan Bus yang berplat Kudus tiba di Sritex, spontan para Badminton Lovers menghampiri pintu keluar. Atlet yang pertama kali keluar adalah Greysia Polii, yang diikuti oleh para pemain lain. Yang paling memukau mata saya tentu Mbak Bella (foto atas) yang menggunakan pakaian serba merah jambu, hingga bibirnya pun berwarna merah jambu (hmmmm…..).

Selain Mbak Bella, wanita cantik lain ciptaan Allah yang memukau yaitu Anggita Shitta Awanda. Memakai headset dan Mengenakan kaos bertulisan “Thanks God I’m Shuttler”, Anggia yang rambutnya digerai tampak anggun, apalagi saya memotret dengan angle yang pas sekali. Lihat saja foto dibawah ini, bak peragawati yang siap berjalan diatas catwalk.

20140426_130742 - Copy

Overall, tim putri kita cantik-cantik dan anggun. Dari kesemuanya, Linda dan Greysia yang menurut saya paling “sumeh” dalam istilah jawanya. Saat memasuki GOR Sritex, mereka berdua yang senyum kepada para Badminton Lovers. Sayang dalam turnamen ini, saya gak sempat foto dengan para atlet. Ada beberapa alasan saya gak sempat foto dengan para atlet, yang paling utama adalah ketika di dalam GOR, penonton yang bukan VVIP (tiketnya 200rb) harus membayar saat foto dengan nominal 20rb (kalo di Solo bisa buat makan 3 kali). Karena saya anak kost dan harus irit di tanggal tua, saya pun merelakan tidak berfoto…

Sebenarnya ada kans yang besar buat berfoto dengan Tim Thomas pada saat mereka berlatih di Hall B Sritex Arena sekitar pukul 10.00 WIB. Tapi sayang seribu sayang, saat itu saya sedang antre membeli tiket di loket (eman-eman buat ninggalin antrean yang tinggal dikit lagi). Padahal saat itu saya melihat Hendra, Ahsan, Ricky Karanda, Angga Pratama, ada Ihsan dan Hafiz Putra juga meninggalkan GOR. Tapi nasi sudah menjadi bubur, ya sudahh…

Simulasi yang penuh gengsi

Pertandingan Simulasi Piala Thomas dan Uber 2014 dimulai pukul 14.00 WIB dengan mempertandingan simulasi untuk tim putri alias Uber. Tim Uber A yang dimotori oleh para pemain handal seperti Bella, Greysia, Nitya, Hanna, Pia, Rizky dan Firdasari digagalkan oleh Tim Uber B yang bermaterikan pemain seperti Linda, Anggia/Della, April, Suci/Tiara hingga Febe. Skor akhir pertandingan untuk Tim B adalah 3-2. Pertandingan ditentukan di pertai kelima dimana Maria Febe Kusumastuti berhasil membuat saya berdecak kagum lewat penempatan bola yang sangat bagus saat melawan Firda. Berikut hasil lengkap Simulasi Tim Uber

Tim A 2-3 Tim B

Bellaetrix Manuputty vs Linda Wenifanetri 21-19, 21-19
Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari vs Anggia Shitta Awanda 22-20, 16-21,15-21
Hanna Ramadini vs Aprilia Yuswandari 21-18, 15-21, 12-21
Pia Zebadiah Bernadet/Rizki Amelia Pradipta vs Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Nuraidah 21-13, 21-17
Adriyanti Firdasari vs Maria Febe Kusumastuti 21-15, 19-21, 14-21

Pertandingan yang diawali oleh partai Bella melawan Linda berjalan sangat alot. Linda yang selalu memimpin di awal pertandingan, bahkan di gim kedua sudah unggul 11-6, berhasil disalip satu demi satu oleh Bella. Yang paling saya perhatikan dari partai ini adalah taktik kedua pemain yang selalu berusaha menempatkan bola di sisi deep forehand belakang lawan, baik Linda ke Bella ataupun Bella ke Linda. Memang penempatan bola sisi ini untuk pemain single sangat sulit dikembalikan dengan bagus (biasanya nyangkut atau tanggung).

Pada partai pertama ini, Bella memang lebih jago dalam bermain menurut saya. Selain agresif, dia juga tidak gampang kehilangan poin dengan banyak begitu saja. Berbeda dengan Linda yang sering lengah, apalagi di gim kedua saat unggul 11-, justru menipis menjadi 12-10. Berlanjut ke partai kedua dimana bertarung pasangan ganda putri terkuat saat ini, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari melawan Anggai Shitta Awanda/Della Destiara Haris.

20140426_152401

Hasil yang didapat pada partai kedua ini ternyata diluar dugaan saya. Greysia dan Nitya justru kalah melawan Anggia/Della dengan skor 22-20, 16-21, 15-21. Anggia dan Della bermain taktis dan banyak sekali mendapatkan poin dengan melakukan drive-drive silang cepat yang menurut saya bukan merupakan tipe permainan Greysia/Nitya. Kemenangan Anggia/Della ini menyamakan kedudukan Simulasi Uber ini dengan skor Indonesia A 1-1 Indonesia B.

Selesai pertandingan ganda pertama, Simulasi dilanjutkan dengan pertandingan partai ketiga yang mempertemukan Hanna Ramadhini (Indonesia A) dengan Aprilia Yuswandari (Indonesia B). Pertandingan ini menjadi salah satu pertandingan yang menurut saya paling melelahkan dalam Simulasi Uber, dimana kedua pemain terlihat sama-sama lelah memasuki gim penentuan. Set pertama dimiliki Hanna dengan 21-18, sementara April membalas dengan 21-15 di gim kedua. Pada awal gim penentuan, Hanna sempat memanfaatkan keadaan lelahnya April dengan mencuri interval lebih dulu dengan skor 11-6 (kalau tidak salah).

Usai berganti lapangan, Hanna seperti kehilangan taktik bermain dan kelelahan sangat terlihat sekali di wajahnya. Keadaan itu dimanfaatkan benar oleh April yang berhasil menutup kemenangan usai mencuri 15 dari 16 poin usai jeda interval dengan skor akhir 21-12. Di partai keempat, dimainkan nomor ganda putri yang mempertemukan Pia Zebadiah/Rizky Amelia Pradipta (Indonesia A) dengan ganda kesayangan Rexy, Suci Rizky Andini-Nuraidah Tiara Rosalia (Indonesia B).

Sebelum membahas pertandingan, saya ingin membahas mengenai hawa ketidakcocokan antara Suci dan Tiara diluar lapangan yang sangat terlihat di bangku pemain. Saat Suci melakukan pemanasan di belakang bangku pemain, Tiara terlihat melirik dengan muka datar cenderung tidak senang (ini subjektif saya, jadi jangan terpengaruh tulisan ini). Ini yang menurut saya menjadi alasan terkuat para pelatih pada masa Djoko Santoso memecah pasangan yang semasa juniornya sudah menelurkan berbagai titel, yang terkeren adalah Juara Asia Junior. Suci dipasangkan dengan Della, sementara Tiara bermain bersama Gebby.

Menurut kabar burung yang belum bisa dipastikan kebenarannya (karena tidak ada konfirmasi langsung dari kedua pemain), Suci dan Tiara tidak cocok bermain bersama dengan alasan nonteknis (belum tau apa siii, rebutan pacar mungkin, gak tau juga hehe). Memasuki masa Gita Wirjawan utamanya setelah Rexy Mainaky bergabung, Suci dan Tiara kembali bersatu. Profesionalisme untuk meraih prestasi lebih dan membanggakan negeri mungkin menjadi alasan keduanya mau kembali disatukan.

Memasuki lapangan pertandingan, Suci dan Tiara tidak mengawali start dengan bagus. Pia dan Rizky berhasil mengontrol permainan sejak awal ditambah banyak sekali kesalahan yang dilakukan pasangan Pelatnas, utamanya Tiara yang tidak bermain optimal di gim pertama membuat pasangan Non Pelatnas Pia dan Rizky berhasil mengamankan gim pertama dengan mudah, 21-12.

20140426_181519 - Copy

Memasuki gim kedua, Suci dan Tiara masih bermain di bawah tekanan. Pia dan Rizky lebih pintar mengatur pola serangan sehingga berhasil menutup pertandingan dengan skor 21-17 sekaligus menyamakan skor Simulasi dengan 2-2. Pertandingan pun harus dilanjutkan untuk menentukan siapa yang memenangkan Simulasi Tim Uber ini. Tambahan info nih, di sela-sela pertandingan ganda putri ini, sorak sorai Sritex Arena membahana saat cowok-cowok Tim Thomas memasuki arena Stadion di tengah hujan deras yang mengguyur Solo dan sekitarnya.

Di partai terakhir yang menjadi partai pamungkas penentuan Juara Simulasi Uber ini, dimainkan nomor tunggal putri yang diibaratkan seperti rivalitas Wang Shixian vs Li Xuerui nya Indonesia, yaitu Adrianti Firdasari vs Maria Febe Kusumastuti. Partai ini merupakan partai dengan gengsi yang tinggi karena seperti Wang Shixian, Febe juga menjadi pemain dengan ranking yang lebih baik dari Firda saat berakhirnya masa Kualifikasi Olimpiade. Namun PBSI lebih memilih untuk mengirim Firda ke Olimpiade, seperti saat Li Yongbo memilih Li Xuerui.

Heart Break nya Febe saat seleksi Olimpiade itu pun akhirnya dibalas di partai pamungkas Simulasi Uber 2014 di Solo. Febe mengalahkan Firda dengan permainan tiga gim menakjubkan 15-21, 21-19, 21-14. Meskipun wajah Febe tidak terlihat fighting (Atlet Djarum seperti Hayom dan Maria Kristin juga wajahnya datar), namun apa yang dilakukannya di lapangan sudah menunjukkan semangat juang tinggi. Penerimaan bolanya utamanya pada gim kedua menurut saya sangat hebat, sampai jatuh bangun. Mungkin minusnya dari Febe ini adalah tidak ada serangan smash yang keras seperti pemain putri lain. Tapi tak apalah, Mbak Susi dulu juga pernah bilang pemain putri gak perlu punya smash keras, yang penting placingnya bagus.

Tim Thomasss, Target Juara

Simulasi Piala Thomas juga berlangsung seru, namun sayangnya saya agak mengantuk jadi tidak memperhatikan dengan jelas setiap pertandingannya. Yang menurut saya menjadi pertandingan penuh gengsi pada Simulasi Thomas ini adalah partai kelima antara Simon dengan Hayom, seperti ulangan partai Firda dan Febe yang juga mempertemukan pemain Jaya Raya dengan Djarum di Simulasi Uber. Jika di Simulasi Uber dimenangkan Febe, di Simulasi Thomas dimenangkan Simon, kali ini dengan straight games saja. Berikut hasil lengkapnya.

Indonesia A 4-1 Indonesia B

Tommy Sugiarto vs Wisnu Yuli Prasetyo 18-21, 21-12, 21-14
Markis Kido/Marcus Fernaldi Gideon Mohammad Ahsan/Angga Pratama 21-13, 16-21, 13-21
Ihsan Maulana Mustofa vs Sony Dwi Kuncoro 21-19, 21-18
Hendra Setiawan/Rian Agung Saputro vs Berry Angriawan/Ricky Karanda Suwardi 21-14, 19-21, 21-19
Simon Santoso vs Dionysius Hayom Rumbaka 21-15, 21-18

Galeri Foto

20140426_140230 - Copy

Sebelum acara dimulai, ada hal menarik yang dapat dilihat dari lapangan pertandingan di Sritex Arena. Garis tengah lapangan ternyata dipasangan satu lapangan penuh dan hal ini diketahui oleh Humas PBSI yang langsung memerintahkan event organizer untuk memperbaikinya…

20140426_130618 - Copy

Ini dia bus dengan Plat Nomor K1417 CB (asal Kudus nih) yang membawa rombongan Tim Uber Indonesia dari tempat penginapan di Hotel Solo Paragon (dari status Ihsan di twitter) hingga tiba di Sritex Arena

20140426_231157 - Copy

Ini Berry Angriawan yang menyapa tamu undangan di dekat Tribun VIP Merah (tempat saya berada). Di sebelahnya ada Christian Hadinata yang sedang diwawancara oleh media yang hadir di Sritex Arena