Back to Blog, Collorfull 2013

Setelah lebih dari 8 bulan tidak posting tulisan karena banyak sekali kesibukan dan aktivitas baru, mulai dari melaksanakan Orientasi Mahasiswa Baru, kegiatan wajib mingguan mahasiswa baru hingga berbagai tugas kuliah yang diberikan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada awal perkuliahan menjadi warna warni tersendiri dalam menjalani masa muda belakangan. Kali ini, duaribuan akan memposting kembali pengalaman saya sebagai mahasiswa baru dan apa saja yang terjadi selama blog kesayangan saya ini telah saya tinggalkan 8 bulan terakhir. Ayook ngikutt…

Jurusan Teknik Sipil, Liburan hanyalah Mitos

Baru saja menjalani kuliah di Semester Pertama berkuliah di UNS pada jurusan Teknik Sipil pada Agustus – Januari kemarin, banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan dalam bangku perkuliahan yang mengajarkan saya mengenai banyak nilai positif. Yang paling saya tekankan dalam diri saya adalah sebagai manusia, Proses adalah hal yang wajib kita hargai. Setiap orang memiliki proses yang panjang untuk menjadi dirinya saat sekarang. Sebagai blog bulutangkis, duaribuan juga mengharapkan bahwa kita sebagai Badminton Lovers harus menghargai proses atlet hingga menjadi saat sekarang. Jangan sekali-kali menjudge atlet tersebut jelek, karena kita juga belum tentu bisa menjadi seperti mereka.

Pelajaran itu saya dapatkan saat saya menjalani Orientasi Mahasiswa Baru di Fakultas Teknik UNS. Gojlokan yang dilakukan oleh Tim dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FT UNS hingga membuat saya harus berbicara di depan teman-teman seangkatan satu Fakultas sebanyak kurang lebih 450 mahasiswa baru menjadi pelajaran berharga saya hingga memahami bahwa Proses adalah harga yang tak bisa dinilai.

Selain kita harus menghargai proses, nilai positif lain yang saya dapatkan ketika mendapatkan fakta di lapangan mengenai bangku perkuliahan adalah sebagai manusia, kita tidak boleh jumawa. Diatas Langit masih ada Langit. Apa yang kamu miliki, mulai dari harta, ketampanan dan kecerdasan mu tidak seberapa, maka menunduklah ke bawah. Termasuk blog bulutangkis duaribuan ini, meskipun banyak sekali yang memuji, namun lebih banyak lagi blog bulutangkis yang lebih berkualitas dari duaribuan.

Menyinggung mengenai perkuliahan Semester Pertama, saya sebagai Mahasiswa Teknik Sipil pada akhirnya mengenal bagaimana mahasiswa Teknik itu lama sekali lulusnya, karena nilai yang didapat pun sangat susah. Ditambah pula diluar perkuliahan juga dilaksanakan agenda praktikum dan Tugas Besar yang laporannya wajib dikumpulkan sebagai syarat mengikuti skripsi. Liburan pun hanya sebuah mitos di Sipil. Menjelang tahun baru, jurusan lain sudah mulai berkemas untuk meninggalkan kampus kembali ke kampung halaman. Namun jurusan saya justru baru mulai melaksanakan briefing Praktikum, yang pelaksanaan praktikumnya dimulai pada Januari (saat Liburan Semester).

Setelah pelaksanaan praktikum, cobaan itu belumlah usai. Kita wajib menulis laporan yang tebalnya hingga 100 lembar yang harus selesai dalam kurun waktu 1 pekan. Setelah menulis laporan, kita juga wajib mempertanggungjawabkan laporan kita tersebut pada asisten dosen hingga pada dosen. Satu bulan adalah waktu minimal yang dibutuhkan untuk menyelesaikan praktikum tersebut. Tak ayal Mahasiswa Teknik selalu dibayang-bayangi kelulusan yang cukup lama. Tapi saya berharap, 4 tahun akan usai dengan IPK memuaskan. Aminn…

Bulutangkis di UNS

Memasuki bangku kuliah adalah waktu yang tepat bagi saya untuk mengasah kemampuan bulutangkis di lapangan lebih rutin. Di kampus UNS dan sekitarnya, banyak sekali kita jumpai GOR-GOR Bulutangkis yang ramai digunakan untuk main bareng alias Mabar. Saya sendiri sering melaksanakan latihan rutin sebanyak 2 kali dalam satu pekan di tempat yang berbeda, biasanya Selasa (Palur) dan Jumat (Spidernet).

Sebelum saya mulai rutin melaksanakan latihan dua hari di tempat berbeda itu, saya mengawali jelajah mencari kawan bermain tepok bulu dari dalam kampus sendiri lewat UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Bulutangkis yang biasa dilaksanakan tiap Jumat malam (pada perkembangan ditambah juga hari lain, Minggu malam). Karena Jumat sore sering saya pergunakan untuk pulang kampung, akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari UKM itu dan mencari kawan lain.

Di jurusan saya sendiri, kegiatan olahraga sangat didukung penuh oleh Himpunan Mahasiswa yang di UNS namanya Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS). Tiap Jumat, dilaksanakan agenda Sipil Sehat dimana HMS melaksanakan acara-acara olahraga, mulai dari main sepak bola bareng, futsal bareng hingga bulutangkis bareng. Namun sayang seribu sayang, angkatan saya (2013) yang masih terjebak Kuliah Jumat Pagi membuat saya tidak bisa ikut kegiatan itu karena GOR yang dipakai untuk bulutangkis disewa tiap Jumat pagi.

Pekan Olahraga Sipil (POS) dan INSTING (Pekan Olahraga Fakultas Teknik) adalah dua kejuaraan yang sudah pernah saya ikuti. Di kedua kejuaraan yang masing-masing membawa nama angkatan dan jurusan itu, saya main jorok (beban pula, membawa nama Angkatan 2013 dan Teknik Sipil). Alhasil, tidak satupun kemenangan dipetik dari setiap partai yang saya lakoni. Meskipun tidak mendapatkan hasil yang diharapkan, namun kegagalan itu menyadarkan kita untuk selalu fighting agar permainan dan mentalitas tanding kita bisa meningkat.

Dari segi teknik mungkin bagus, namun dari mentalitas tanding terkadang menjadi kendala, utamanya buat yang kurang tahan banting, contohnya saya sendiri. Saat bermain tunggal, tiap saya memimpin perolehan poin, saya sering berbuat jorok hingga akhirnya kalah. Sempat 20-16, terkejar kalah 20-22. Melihat apa yang saya sendiri rasakan itu, saya pun berkaca pada para atlet bulutangkis Indonesia, utamanya pemain tunggal bahwa bermain di lapangan sendirian itu tidak mudah. So, Don’t Judge them..

Kejuaraan Dunia 2013

Dari arena bulutangkis internasional, Kejuaraan Dunia 2013 menurut saya adalah salah satu turnamen dengan banyak sekali kejutan yang  terjadi tahun 2013. China, yang menyapu bersih medali emas di Kejuaraan Dunia 2010, 2011 dan Olimpiade London 2012 hanya mendapatkan 2 keping emas saat menggelar hajatan tahunan itu di depan publiknya sendiri, itupun harus didapat oleh 2 wakilnya, yaitu Wang Xiaoli/Yu Yang dan Lin Dan lewat pertarungan tiga gim melawan Eom Hye Won/Jang Ye Na (Korea) dan Lee Chong Wei (Malaysia).

Ini tentu sebuah sinyal positif bagi dunia bulutangkis internasional bahwa kekuatan bulutangkis dunia sudah menunjukkan trend positif ke arah pemerataan kekuatan. Di Kejuaraan Dunia ini, dibuktikan dengan banyak negara baru yang menciptakan sejarah, diantaranya Spanyol yang sukses mencetak pemain yang berhasil menginjakkan kaki untuk kali pertama di Perempat Final Kejuaraan Dunia, yaitu Carolina Marin, serta Vietnam yang sukses menggondol medali pertama pada Kejuaraan Dunia BWF dari Nguyen Tien Minh.

Selain dua negara itu, ada India yang juga sukses menggondol medali perunggu lewat Pusarla Venkata Sindhu. Tak sekedar medali, perjalannya juga dipuji-puji. Menyingkirkan sang juara bertahan, Wang Yihan di 16 besar disusul Wang Shixian di babak Perempat Final adalah dua pertandingan yang hasilnya tidak diduga-duga sebelumnya.

Thailand juga turut menunjukkan taji kehebatannya di Kejuaraan Dunia ini. Ratchanok Intanon, Finalis termuda di All England 2013 lalu sukses meraih medali emas usai mengalahkan Li Xuerui lewat pertarungan tiga gim dengan skor 22-20, 18-21, 21-14. Kemenangan ini menjadikan ia bagaikan mahkota baru penyegar dunia olahraga Thailand yang sedang dirundung masalah politik dan bulutangkis itu sendiri, berkaitan dengan kasus pemukulan Manepong Jongjit oleh Bodin Issara di tour Amerika Utara bulan Mei sebelumnya (mungkin dari kita sudah lupa).

Selain negara-negara itu, Indonesia juga tak kalah hebat dalam Kejuaraan Dunia 2013 ini dengan sukses meraih dua medali emas lewat ganda putra Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Hendra/Ahsan berhasil mengalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) 21-13, 23-21 sementara Owi/Butet mengalahkan pasangan Xu Chen/Ma Jin (China) dalam pertarungan yang mengerikan, 21-13, 16-21, 22-20 dimana pada gim ketiga, pasangan Indonesia mengamankan 2 match point.

All England 2014

Jika Kejuaraan Dunia menjadi favorit saya di tahun 2013, ajang All England 2014 menjadi favorit saya hingga caturwulan 2014 ini. Dengan persiapan yang matang, Indonesia sukses meraih 2 gelar juara, peningkatan dari tahun sebelumnya. Sayangnya, lewat pasangan yang sama saat Kejuaraan Dunia, yaitu Ahsan/Hendra dan Owi/Butet. Ahsan/Hendra mengalahkan Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa (Jepang) dengan 21-19, 21-19, sedangkan Owi/Butet mengalahkan Zhang Nan/Zhao Yunlei (China) dengan 21-13, 21-17.

Dua pertarungan All Chinese Final di tunggal dan ganda putri juga turut mengundang perhatian saya. Idealisme dan fighting spirit para pemain China sudah mulai terbentuk, meskipun masih sebatas di babak puncak. Namun hal tersebut sungguh sangat positif bagi perkembangan dunia bulutangkis. Wang Xiaoli dan Yu Yang, yang menjadi juara bertahan harus memeras keringat dalam pertarungan tiga gim sebelum berhasil mengalahkan Ma Jin dan Tang Yuanting dengan skor 21-17, 18-21, 23-21.

Di tunggal putri, idealisme para pemain China lebih intensif lagi. Peristiwa perebutan kursi seleksi Olimpiade antara Wang Shixian dan Li Xuerui yang dimenangkan Li Xuerui menjelang Olimpiade London dua tahun lalu meningkatkan rivalitas keduanya di Final All England 2014. Pada kemenangan di Final ini dengan skor 21-19, 21-18, Wang Shixian membuktikan momen kebangkitannya atas Li Xuerui setelah di dua pertemuan sebelumnya ia kalah (yang paling mendebarkan adalah Final China Open 2013).

Selain rivalitas mendebarkan Wang Shixian dan Li Xuerui, Li juga dimusuhi oleh Wang lain, yaitu Wang Yihan, mantan Juara Dunia 2011. Final Olimpiade 2012 adalah asal mula rivalitas keduanya. Pada babak Final, Li mempecundangi Wang Yihan dalam tiga gim ketat, 21-15, 21-23, 21-17. Usai kekalahan itu, Wang mengalami penurunan kepercayadirian, yang salah satunya dibuktikan dengan kekalahan babak pertamanya di turnamen All England 2013 oleh Lindaweni Fanetri, puncaknya gagal di babak 16 besar Kejuaraan Dunia oleh PV Sindhu.

Namun Perlahan tapi pasti, Wang Yihan mencoba untuk menaikkan level kepercayadiriannya lagi. Final Singapore Open 2014 menurut saya adalah salah satu bukti bahwa Wang Yihan sangat percaya diri ketika mengalahkan Li Xuerui dengan 21-11, 21-19. Di akhir pertandingan yang memukau itu, Gill Clark mengomentari bahwa rivalitas antara ketiga pemain China itu akan terus berlanjut hingga kembali terjadi tragedi seleksi pemain untuk Asian Games 2014 mendatang. Meski menyisakkan perih karena Li Yongbo harus kembali memutuskan siapa yang berangkat ke Incheon pada Desember mendatang, namun saya percaya yang dilakukan Li Yongbo ini justru meningkatkan popularitas bulutangkis.

Simon Santoso Membuktikan

Di Kejuaraan Dunia 2013, para BL sempat nyaris dibikin terkejut ketika Dionisyus Hayom Rumbaka berhasil mencuri gim pertama dari pemain nomor 1 dunia, Lee Chong Wei. Sayangnya, kejutan itu tak berlanjut karena Chong Wei berhasil membalikkan keadaan di gim kedua dan balik menang dari Hayom. Kita mungkin harus memberi applause kepada Hayom atas apa yang dilakukannya itu, namun kita harus memberi standing applause bagi Simon Santoso, karena ia telah berhasil mengalahkan pemain nomor 1 Dunia hanya dalam pertandingan dua gim saja, 21-15, 21-10 di Final Singapore Open beberapa waktu lalu.

Kemenangan ini adalah pukulan besar bagi federasi olahraga bulutangkis Indonesia yaitu PBSI yang awal Januari lalu mengeluarkan Simon dari Pelatnas. Simon akhirnya membuktikan bahwa ia adalah salah satu pemain tunggal putra mumpuni yang saat ini dimiliki Indonesia dengan meraih gelar Singapore Open Superseries dan di Malaysia Open GP Gold (pada beberapa pekan sebelumnya).

Apa yang dilakukan oleh Simon ini tentu memberikan nilai positif bagi kita semua bahwa Memberi Bukti adalah cara balas dendam yang paling terpuji di dunia ini. Bukan merasa sombong, tapi dengan bukti itu kita bisa mendapatkan jalan untuk bisa melakukan apa yang menjadi impian. Kalau dilihat dari persepsi saya mengenai Kemenangan Simon Santos di Singapore Open ini adalah sebagai jalan bagi dirinya untuk mewujudkan impian membanggakan Indonesia.

Komentar Kejutan

Selama sekitar 8 bulan menghilang, Blog duaribuan ini tak ada yang mengurus. Terlantar tanpa tuan. Ketika Jumat pagi saya buka, banyak sekali komentar bermunculan. Ada 3 komentar menarik yang akan saya muat dalam post saya ini dan akan saya beri tanggapan yang insyaallah bisa teman-teman kritik di kolom komentar, yaitu sebagai berikut :

Dari Anindityo – ‘Cerita Menjadi Maba’

selamat bergabung d kel besar teknik sipil uns.
perjalanan masih pnjg, bnyk yg harus dihadapi.
pesan aq, jgn cari IPK,tapi carilah ilmu.
ciptakan inovasi yang cemerlang, jgn menyerah saat kesulitan, dobrak hambatan jika ada yang menghalangi jalanmu.

salam

anindityo
(civil 06)

duaribuan : Terima Kasih kakak Anindityo, Alumni Teknik Sipil UNS 2006, Insyaallah berkuliah di Teknik Sipil UNS akan memberikan dampak positif bagi diri saya. Doakan pula kata-kata kakak bisa menjadi kenyataan buat saya dan teman-teman Teknik Sipil UNS yang kini masih menempuh bangku perkuliahan, dengan kita bisa menciptakan inovasi yang cemerlang, tidak menyerah saat kesulitan, hingga dobrak hambatan jika ada yang menghalangi jalan.

Dari nattan di ‘Gideon-Gabi resmi Berpacaran’

hai. mau komen aja nih. gideon itu pacaran sm temen saya anak teknik industri, atmajaya. sudah dua tahun mereka berpacaran, dan saya sudah liat sendiri buktinya. jadi ini gosip tolong dihapus aja ya. jgn ngerusak hubungan orang.

duaribuan : Oke terima kasih kakak konfirmasinya. Sekarang sudah lebih jelas bahwa Gideon Markus Fernaldi yang merupakan pasangan Markis Kido menjuarai turnamen French Open 2013 lalu pada saat ini memiliki pacar yang sedang berkuliah di Jurusan Teknik Industri Universitas Atmajaya. Semoga langgeng kakak Gideon dan pacarnya, mohon maaf…

Dari Cokro Kusumo di ‘Vera Masuk, Firda Ketahuan Manja’

Saya berani SUMPAH… ini bukan gosip, Fran Kurniawan pernah jadi gigolo tante2 di Bandung sekitar januari 2012… tante tsb bernama E, isteri seorang perwira menengah (AKBP “SH”) di Polda Jabar. Mereka kalo kencan di hotel favorit mereka yakni Dago Guesthouse jl Dago Pojok, dengan terlebih dahulu ketemuan di warung Wedang Ronde di jl. Surya Soemantri. Coba ke Arlin (isteri Fran) bisa cross check ke suami, kalo perlu dia disumpah… Bahkan sampai sekarang masih komunikasi, Fran selalu merengek minta “ML” dg alasan isterinya tdk sehebat tante E di ranjang…

duaribuan : Saya mungkin tidak terlalu mengetahui mengenai hal ini karena ini adalah masalah privasi atlet Fran Kurniawan. Tetapi prinsip menghargai proses termasuk menghargai proses orang lain harus tetap kita tinggikan. Jangan karena hal ini, kita lupa akan deretan prestasinya dalam membanggakan Indonesia. Perunggu Sudirman Cup 2011 adalah salah satu sumbangsih Fran yang kala itu bersama Pia menjadi penentu kemenangan Indonesia lolos ke Semifinal dengan mengalahkan pasangan Jepang, Shintaro Ikeda-Reiko Shiota dengan 21-19, 23-25, 21-14 di Laga Perempat Final.