Nguyen Tien Minh – Another Legend

file.aspx

Jika Ratchanok Inthanon dipastikan akan menjadi Legenda Bulutangkis di Thailand, Nguyen Tien Minh pun diprediksi akan mendapatkan julukan yang sama di negaranya, Vietnam. Pebulutangkis tunggal putra yang telah berusia 30 tahun itu berhasil membuat sejarah baru di Kejuaaan Dunia yang usai beberapa hari yang lalu dengan sukses menjadi Pemain Vietnam pertama yang berhasil menggondol medali dari Kejuaraan Dunia. Ia berhasil meraih medali perunggu setelah lolos ke babak Semifinal.

Lolos ke babak Semifinal bukan perkara yang mudah bagi Tien Minh. 4 Pertandingan menuju Semifinal yang ia jalani bisa dibilang tidak mudah. Di babak pertama, ia mungkin tidak menemui banyak kesulitan tatkala mengalahkan pemain Australia, Joe Wu dengan skor 21-8 21-11. Menginjak babak kedua, Tien Minh baru melakoni battle ketat dengan pemain Jangkung asal Jerman, Dieter Domke yang berhasil ia menangkan dengan skor 24-22 21-17.

Pada babak ketiga, lawan yang ia temui kini semakin berat. Dipertemukan dengan Pablo Abian (Spanyol), Tien Minh harus melakoni pertandingan tiga gim 15-21 21-9 21-10 untuk bisa menang. Kemenangan atas Abian itu sukses meloloskan Tien Minh ke babak Perempat Final. Di babak ini, ia baru bertemu lawan yang sangat tangguh, yaitu Jan O Jorgensen (Denmark).

Melawan pemain Denmark yang diunggulkan di tempat 9 itu, Tien Minh harus melakoni pertandingan dramatis yang berakhir dengan skor 21-8 17-21 22-20. Pada gim ketiga, Tien Minh sebenarnya telah unggul 20-16, namun Jorgensen sempat mengamankan 4 match point. Dengan ketenangan, Tien Minh pun mendapatkan match point kelima yang berhasil dikonversi oleh dirinya menjadi kemenangan.

Sukses menginjakkan kaki di babak Semifinal, Tien Minh mengaku masih tidak percaya. “Aku hanya tidak percaya dengan apa yang terjadi hari ini (Jumat lalu – red) karena negara ku tidak seperti China, Korea, Thailand atau Denmark yang dikenal sebagai negara bulutangkis kuat. Saya orang pertama dari negara saya yang berhasil meraih medali perunggu. Jika saya kalah besok (Sabtu – red), saya setidaknya akan dapat medali perunggu dari Kejuaraan Dunia,” begitu kata Tien Minh dalam pernyataan di Konpres usai pertandingan Perempatfinal melawan Jorgensen itu.

“Tidak ada yang bisa percaya. Saya sendiri pun masih tak percaya. Hasil terbaik yang saya capai di kejuaraan besar seperti ini hanya sampai Perempat Final. Saya pernah memenangkan kejuaraan Grand Prix Gold, tetapi hasil pertandingan saya tidak pernah lebih dari Semifinal Superseries,” lanjut Tien Minh yang masih terharu akan capaiannya di Kejuaraan kali ini. It’s Proud of his nation!

Pada babak Semifinal, Tien Minh yang terlihat sangat letih usai melakoni partai Perempat Final sehari sebelumnya, akhirnya harus mengakui ketangguhan Lin Dan dengan pertandingan dua gim langsung, 17-21 15-21. Kekalahan ini seperti perkiraannya sebelumnya. Tien Minh mendapatkan medali pertama buat Vietnam di Kejuaraan Dunia, yaitu medali perunggu.

BRhX3qfCUAA6qx8

Beda dengan Inthanon dan dua pasangan Ganda Indonesia yang disambut meriah di Bandara usai meraih gelar Juara Dunia ataupun Sindhu yang juga meraih Perunggu India pertama di Tunggal Putri, Tien Minh hanya disambut dengan sederhana oleh pihak Bulutangkis Vietnam (foto atas). Bonus yang diterima olehnya pun tak banyak seperti Dua pasangan Ganda Indonesia yang katanya sampai “1 Miliar”. Tien Minh hanya diberi bonus sebanyak 207 juta Dong (101 juta Rupiah).

Meskipun Nguyen Tien Minh akan dikenang sebagai Pahlawan Bulutangkis di Vietnam, namun ia belum bisa tersenyum banyak karena sedikitnya regenerasi pemain yang ada di belakangnya. Menghadapi Asian Games 2019 yang akan digelar di Hanoi (Surabaya kalah dalam bidding), Vietnam pun diperkirakan tanpa andalan untuk Cabang Bulutangkis. Pasalnya, Tien Minh akan berencana pensiun usai Olimpiade Rio 2016.

Nguyen Tien Minh adalah salah satu yang pemain hebat menurut saya. Dalam keadaan terbatas seperti Gaji, Sponsor, Sparring dan Fasilitas Olahraga, ia bisa naik menjadi pemain papan atas dunia. Orang-orang yang mampu menyalahi aturan itu (Ikut Cabor yang sebenarnya tak terkenal di negaranya, namun berhasil sukses mendunia) adalah orang-orang yang punya fighting spirit yang luar biasa.

Orang seperti Nguyen Tien Minh itu menerapkan prinsip yang dituturkan Pak Gita Wirjawan kemarin di acara Primetime News Metro TV. “If you want it, you’ll get it and they got it!!”

Iklan