2 Kalah, 2 Melaju

dwi%20l3a%20wc%2013%202q

Setelah pecinta Bulutangkis Indonesia harus bersedih karena kehilangan salah satu tunggal putra andalannya, yaitu Simon Santoso yang kalah pada partai perdana Tim Indonesia di Kejuaraan BWF World Championship 2013 tadi siang, malam ini Tim Indonesia harus kembali kehilangan satu wakil lagi dari nomor yang dikepalai oleh pelatih Joko Supriyanto tersebut. Nama kedua yang harus angkat koper lebih awal dari turnamen yang memperebutkan gelar Juara Dunia ini adalah Sony Dwi Kuncoro.

Sony yang diunggulkan di tempat 10 ini secara mengejutkan dikirim pulang oleh pemain Singapura, Zi Liang Derek Wong lewat pertarungan dua gim langsung, 22-24 16-21. Selanjutnya, Derek yang tampil mewakili Singapura pada Olimpiade London tahun 2012 kemarin akan berjumpa dengan pemain Malaysia, Daren Liew di babak 32 besar pada Hari Rabu mendatang.

Kekalahan yang diderita Sony pada pertandingan kali ini tentu merupakan sebuah kejutan yang tidak diperkirakan sebelumnya, karena dalam beberapa kali sesi wawancara dengan berbagai media, Sony mengaku sangat optimis bisa melangkah jauh pada Kejuaraan Dunia kali ini. Bahkan, ia yakin sekali bisa menumbangkan unggulan kedua, Chen Long, yang sedianya bakal ia temui di babak 16 besar.

Kejutan yang berhasil ditorehkan oleh Derek Wong pada turnamen Kejuaraan Dunia kali ini memang bukanlah yang pertama kali. Pada edisi sebelumnya di London tahun 2011, pria kelahiran 13 Januari 1989 itu juga membuat headline ketika sukses menyingkirkan unggulan keempat, Taufik Hidayat dari Indonesia, dalam pertarungan dua gim pula, 21-17 21-14. Sayang, usai membuat kejutan di babak 32 besar pada saat itu, Derek harus langsung angkat koper setelah dikalahkan Hans Kristian Vithingus di babak 16 besar.

Petaka di Lapangan 4?

Penyelenggaraan kejuaraan BWF World Championship 2013 pada hari pertama banyak menyimpan berbagai hal menarik. Salah satu hal menarik yang tertangkap oleh duaribuan adalah petaka para pemain Indonesia yang tampil di lapangan 4. Pada lapangan ini, 2 pemain Indonesia yang tampil, yaitu Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro, harus lebih dulu pulang kampung karena gagal melangkah ke babak 32 besar.

Simon Santoso yang tampil lebih dulu, dijegal langkahnya oleh pemain Taipei, Jen Hao Hsu lewat rubber game ketat 21-11, 13-21, 20-22. Untuk Sony, seperti kabar diatas, ia dijegal Derek Wong 22-24, 16-21. Dengan dua kekalahan wakil Indonesia di Lapangan 4 itu, asumsi mengenai petaka para pemain Indonesia di lapangan ini pun bermunculan. Ada yang menyebut bahwa lapangan ini adalah lapangan neraka bagi para pebulutangkis Indonesia.

Petaka itu pun terancam akan kembali terjadi pada hari kedua ini. Pada pertandingan hari kedua ini nanti, 3 wakil Indonesia yang akan tampil di Lapangan 4, yaitu Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir [3], Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati [9] dan Ricky Widianto/Puspita Richi Dilli [10], diprediksi juga akan kembali mengalami pertandingan yang tak mudah saat berlaga pada lapangan 4 ini.

Pertandingan itu dirasa tidak mudah karena Ketiga pasangan Ganda Campuran Indonesia itu nantinya akan bermain melawan lawan yang tidak bisa diremehkan. Jadi, patut waswas kalau ada yang di Lapangan 4 ini loh. Berikut ini ulasan ketiga pertandingan 3 pasangan ganda campuran Indonesia itu hari ini.

1. Owi/Butet akan melawan Ong Jian Guo/Lim Yin Loo (Meski H2H nya 2-0, tapi ketat pertandingannya)

2. Fran/Shendy akan menantang Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah (Juara US dan Canada Open – H2H nya malah 0-1, Fran Shendy kalah)

3. Ricky/Richi akan menantang Liao Min Chun/Chen Hsiao Huan (Belum pernah berjumpa. Tapi karena Duo R ini debutan, bisa jadi mereka akan nervous loh)

tomy h1 wc 13 7a

Kekalahan 2 wakil tunggal putra Indonesia itu (Simon dan Sony – red), tidak diikuti oleh 2 pemain tunggal putra lain yang kini sedang on fire, yaitu Tommy Sugiarto dan Dionysius Hayom Rumbaka. Keduanya berhasil melewati pertandingan babak pertama, meskipun harus melakoni pertandingan yang tidak mudah.

Tommy yang tampil lebih dulu di TV Court, harus bermain maraton selama 1 jam 9 menit untuk bisa mengalahkan pemain Denmark, Hans Kristian Vithingus. Melawan Vithingus, Tommy mencatatkan kemenangan dengan perolehan angka yang sangat ketat, yaitu 21-18 15-21 21-17. Selanjutnya, Tommy akan melawan pemain yang kemarin mengalahkan Simon, yaitu Jen Hao Hsu. Keduanya pernah berjumpa sebanyak 2 kali, dan kedua pertemuan itu berhasil dimenangkan oleh Tommy.

Dionysius Hayom Rumbaka menjadi wakil Indonesia terakhir yang tampil pada babak pertama hari itu. Melawan Misha Zilberman dari Israel, Hayom yang memenangkan gim pertama dengan skor 21-15, sempat dibuat kewalahan saat disusul Zilberman dari kedudukan 19-14 menjadi 20-17 hingga 20-20 di gim kedua. Beruntunglah lewat smash-smash kerasnya, Hayom bisa memaksakan pertandingan berlangsung hanya 2 gim saja. Ia memenangkan gim kedua dengan skor 23-21.

Pada babak selanjutnya, Hayom akan berjumpa dengan pemain Nomor 1 Dunia, Lee Chong Wei, yang hari ini sukses mengalahkan Scot Evans dari Irlandia, dua gim langsung, 21-14 21-15. Dilihat dari rekor pertemuan maupun pengalaman, Lee tentu sangat diatas dari Hayom. Namun, dalam wawancara bersama situs Badminton Indonesia, Hayom mengaku akan tampil fight.

“Saya tetap akan fight, kalau bisa menang akan lebih bagus lagi. Saya sudah sering sekali bertemu Chong Wei, sudah langganan. Tentunya besok ada strategi khusus untuk melawan dia, tiap pertandingan pasti ada strategi khusus,” begitu ungkap Hayom yang ditemui usai pertandingan melawan Misha Zilberman.

Iklan