Cerita menjadi Maba

teknik-gitculoh

Halo kawan-kawan duaribuan.. Setelah lama gak ngeblog karena mengurus Registrasi Masuk ke UNS, akhirnya duaribuan kembali nih. Namun, sebelum gua share mengenai kabar bulutangkis yang udah dua pekan lebih duaribuan tinggalkan, lebih baik gua ceritain kisah Registrasi gua di UNS sebagai Mahasiswa Baru (Maba). Cerita pengalaman ini bisa jadi referensi kalian yang akan segera memasuki bangku kuliah nih..

Setelah pada Pengumuman SBMPTN 2013 pada 8 Juli lalu gue dinyatakan LOLOS di jurusan Teknik Sipil UNS (Universitas Sebelas Maret), gua langsung cari info mengenai Registrasi UNS yang ternyata maju dari jadwal semula. Didapatlah dari situs spmb.uns.ac.id, saya harus mengurus urusan biaya dan lain sebagainya. Untuk UNS, Pembiayaan Perkuliahan memakai Sistem Uang Kuliah Tunggal alias UKT (Uang Gedung, SPP, dan sebagainya jadi satu). Kalau kalian sudah keterima di PTN, usahakan cari informasi seperti di web resmi Universitas kalian itu.

Usai Data-data yang dibutuhkan telah lengkap, gua langsung tancap gas berangkat ke Kampus UNS di Kentingan usai Sholat Subuh (sekitar pukul 05.30 WIB) pada 18 Juli lalu. Time management sangat penting. Kalau kalian orang jauh, akan lebih baik anda berangkat sehari sebelum registrasi. Cari hotel atau penginapan transit dulu misalnya. Karena saya dekat (Purwodadi), saya pun berangkat pagi harinya saja. Sampai Solo, saya sempet salah jalan di Kampusnya karena lewat Pintu Belakang UNS (padahal Fakultas Teknik di depan), gua pun akhirnya baru tiba kurang lebih pukul 08.00 WIB di arena Registrasi.

Menunggu sekitar 30 menit di Lobi, gua dan seluruh Mahasiswa Baru di Fakultas Teknik langsung buru-buru duduk di bangku terdepan ketika pintu telah dibuka satpam. Dengan duduk di bangku terdepan, cepat nian administrasi usai. Hanya sekitar 30 menit, proses administrasi Mahasiswa Baru saya telah usai. Saya mendapatkan Undangan Pelantikan dan Jas Almamater UNS. Sangat Senang dan Bangga! Resmi sudah menjadi Mahasiswa UNS…

Tapi saya agak kurang senang nih. Jas Almamater ukuran L yang saya dapat itu ternyata kurang panjang lengannya. Saya minta XL tapi sudah kehabisan stok di FT (anak-anak teknik pada besar-besar mungkin). Akhirnya, saya diberitahu untuk memesan dulu di Student Center (dekat pintu belakang). Hingga saat ini, belum ada perkembangan mengenai jas almamater.

Namun jangan khawatir. Sesuai janji, saya akan mengadakan kuis pulsanya sebentar lagi. Gua mau nyari Fanbase Badminton dulu buat bikin kuis, ntar sponsornya saya (Semoga @G_minton mau). Dulu kan saya pernah bilang hadiah pulsanya total 100ribu, tetapi karena Saya bingung membagi hadiahnya, jadi mungkin nanti 65 ribu saja ya (Juara 1 = 50k, Juara 2 = 10k, Juara 3 = 5k).

Kampusku, Kampus Kentingan

Masuk menjadi Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Anda tahu sendiri, saya sudah sangat sering berkomentar mengenai keinginan menjadi Jurnalis Bulutangkis, dunia dimana saya bisa dibilang telah dibesarkan (meski memakai nama duaribuan). Karena Allah telah menakdirkan saya menjadi Mahasiswa Teknik Sipil, Saya tentu harus menjalani amanat ini dengan baik.

Setelah sah masuk menjadi Mahasiswa Baru UNS, saya pun mencoba mencari banyak informasi baru mengenai Kampus Kentingan yang akan menjadi tempat dimana saya akan menuntut ilmu mulai tahun ini hingga 3-4 tahun kedepan. Search sana sini, ternyata ada kisah mistis yang cukup banyak mengenai Kampus UNS di Kentingan ini (tiap tempat pasti menyeramkan sih, tapi ini beda).

Ktr Pst UNS

Sebut saja mengenai Pembangunan Kampus yang diresmikan 11 Maret ini. Tanah dibangunnya UNS dan sekitarnya ini ternyata adalah Tanah bekas Kuburan Kuno dari orang-orang Tionghoa. Banyak makam dipindahkan dari Kentingan ke berbagai tempat, menyisakan beberapa makam yang bisa dibilang sangat sakral (contohnya Makam Nyah Rewel – katanya makam pertama di UNS). Karena dipindahkannya makam-makam itu, banyak cerita mistis berkembang seputar pembangunan UNS.

Misalkan pada pembangunan Gedung Rektorat. Konon ceritanya, Pembangunan Gedung itu sempat menelan banyak korban pekerja. Banyak dari kawan-kawannya itu yang berkomentar bahwa korban pekerja itu meninggal karena diganggu oleh Hantu dari Makam yang telah dipindahkan sebelumnya. Gak terlalu percaya sih. Bisa saja mereka meninggal karena kecelakaan kerja saja.

Tak hanya saat pembangunan, hantu-hantu itu konon juga terus mengganggu hingga saat ini. Ada Satu cerita yang menurutku agak lucu ketika di ceritakan (tapi serem kalau kita berada di cerita itu). “Suatu kelompok mahasiswa rencananya melakukan diskusi pada suatu malam di UNS. Namun diskusi itu tidak jadi dilangsungkan. Tetapi, ada salah satu orang yang lupa diberitahu. Orang itu pun ke UNS pada malam itu. Dia bertemu “teman-teman” nya dan berdiskusi. Suatu ketika, pena yang dipakainya jatuh dan ia pun mengambilnya di lantai. Terkejutnya ia, ternyata kaki “teman-temannya” itu tak menapak di lantai. Tersadar bahwa orang yang ada disekitarnya itu bukan manusia, ia pun buru-buru pulang.”

Dibalik banyak cerita menyeramkan itu, lengkapnya di http://ressay.wordpress.com/2008/03/27/cerita-mitos-yang-berada-di-uns/, kita tetap memang harus percaya bahwa Makhluk seperti Setan dan Jin itu ada. Namun, jangan terlalu parno dengan hal semacam itu. Menurutku, Mereka tidak akan mengganggu kita kalau kita tidak menganggu dulu. Takutlah hanya kepada Allah dan Orang Tua.. Keep smile..