(AJC) Bayu Jadi Kepala Suku di Kinabalu

Picture2

Demi mendapatkan hasil maksimal di kejuaraan Badminton Asia Youth U-19 Championship, para pelatih yang turut mendampingi para pebulutangkis muda Indonesia berlaga di kejuaraan itu memberikan aturan disiplin yang tinggi. Salah satu aturan yang diterapkan pelatih adalah aturan pengumpulan telepon genggam setiap jam sembilan malam.

Aturan ini telah diterapkan oleh pelatih Tim Indonesia sejak Sabtu malam lalu dan akan terus diterapkan tiap malamnya hingga kejuaraan ini usai. Upaya pengumpulan handphone para pemain Indonesia itu dilakukan untuk menjaga fokus mereka. Jika masih ada handphone, mereka pasti sibuk dengan gadgetnya itu.

“Sekitar jam 9 atau 10 malam, semua handphone dan ipad harus dikumpulkan ke saya. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga fokus anak-anak. Kalau ada fasilitasnya, pasti sibuk sendiri dengan handphone, tetapi kalau tidak ada, mau tidak mau mereka akan beristirahat dan otomatis mereka bisa menjaga kondisi tubuhnya,” begitu tutur Chafidz Yusuf, pelatih ganda putra yang merupakan manajer Tim AJC Indonesia, mengomentari penerapan aturan ini.

Tidak ada yang berani protes terkait peneran aturan pengumpulan handphone ini. Para pemain tentu tahu bahwa penerapan aturan ini dilakukan oleh pelatih untuk kebaikan mereka juga. “Tidak ada yang berani protes dengan peraturan ini. Kami juga tak sembarang bikin peraturan , tapi kasih pengertian kepada mereka, semua ini dilakukan untuk kebaikan mereka sendiri. Pemain junior ini masih muda, mereka masih harus belajar dan mengatur pola pikir,” lanjut Chafidz dikutip dari Badminton Indonesia.

Pengumpulan Handphone dilakukan di masing-masing sektor. Di tiap sektor, dipilih satu atlet untuk mengumpulkan handphone dari teman-temannya. Untuk pengumpulan handphone malam tadi (Minggu malam), handphone para pemain tunggal putra dikumpulkan oleh Muhammad Bayu Panghistu (foto atas). Empat Handphone yang dipegang oleh Bayu itu mungkin adalah handphone dari keempat tunggal putra Indonesia yang mengikuti AJC 2013, yaitu Bayu sendiri, Ihsan Maulana Mustofa, Fikri Ihsandi Hadmadi dan Anthony Sinisuka Ginting.