Dukungan bawa Alamsyah ke Final

alamsyah challenge

Juara bertahan tunggal putra kejuaraan Indonesia International Challenge 2013, Alamsyah Yunus berkesempatan untuk kembali mempertahankan gelar juara yang diraihnya tahun lalu usai melangkah lagi ke babak Final turnamen berhadiah total USD 20.000 itu kemarin. Ia sukses meraih tiket partai puncak usai memenangkan pertandingan maraton sepanjang 100 menit atas pemain Hongkong, Nan Wei yang berakhri dengan skor 17-21, 23-21, 21-15. Pada babak Final yang akan disiarkan secara langsung oleh TVRI mulai pukul 13.00 WIB nanti, Alamsyah akan ditantang oleh pemain muda berusia 16 tahun asal Cipayung, Jonatan Christie.

Setelah memenangkan pertandingan yang sangat melelahkan tersebut, salah satu wartawan asal Surabaya berkesempatan mewawancara pebulutangkis yang berpostur 165 cm itu. Dalam kutipan wawancara yang duaribuan dapatkan, Alamsyah mengungkapkan bahwa ia bisa memenangkan pertandingan dengan durasi 100 menit itu juga berkat dukungan dari penonton yang menyaksikannya.

Dukungan luar biasa di GOR Sudirman itu membuat semangat Jawara Malaysia Open GP Gold 2013 ini berkobar makin tinggi. Ia pun berterimakasih kepada publik Surabaya atas dukungan yang membuatnya menang itu. Untuk selengkapnya, berikut adalah kutipan wawancara singkat antara Alamsyah Yunus dengan wartawan Surabaya yang duaribuan dapatkan dari salah satu situs berita olahraga disana.

Selamat Alamsyah lolos final?

Terima kasih. Tapi, butuh perjuangan yang sangat berat. Dukungan dari penonton membuat semangat saya terus meletup untuk bisa memenangkan pertandingan.

Tapi, Anda memang tampil luar bisa tadi?

Sebenarnya saya sudah nyaris kalah lagi pada game kedua. Sekali lagi, penonton membuat semangat ini tak mau menyerah kepada Wei Nan.

Lawan sendiri bagaimana?

Ini pertemuan saya yang ketiga dan Alhamdulillah saya selalu menang. Tapi, menangnya juga melalui pertarungan yang ketat. (Alamsyah mengalahkan Wei Nan di Vietnam Grand Prix 2011 dan Malaysia Grand Prix Gold 2013). Dengan postur yang bagus, Wei Nan bisa menutup daerah dengan bagus. Game pertama sudah menjadi bukti bahwa saya sempat mengalami kerepotan.

Anda yakin juara?

Sebenarnya sih saya belum pernah bertemu dengan Jonatan Christie. Dia akan baru di pelatnas. Tapi, saya sih optimistis menang. Hanya, sikap tersebut tak boleh berlebihan karena malah bisa membayakan bagi saya sendiri. Final ini juga menambah semangat sendiri bagi saya karena pas barengan dengan hari ulang tahun saya. Jadi, saya mau cari kado sendiri pas ulang tahunku.

Enjoykah menjadi pebulu tangkis profesional?

Awalnya sih ya agak repot. Kan dulunya ada yang menguruskan. Apalagi saat di pelatnas. Istilahnya tinggal bawa raket. (Alamsyah di pelatnas mulai 2005-2008). Kini, saya harus mengurus jadwal dan semuanya sendiri. Saya nikmati semua ini.

Banyak yang bilang Anda terpental dari pelatnas karena postur?

Memang siapa sangka dengan tinggi 165 sentimeter saya bisa berprestasi. Tapi, saya harus bisa membuktikan bahwa atlet dengan postur tak ideal seperti saya tidak boleh menyerah.

Dengan usia yang 26 tahun, Anda masih susah dikalahkan, khususnya di level grand prix gold ke bawah apalagi sirkuit nasional?

Semua itu hasil dari latihan keras. Tanpa itu, tak mungkin saya bisa meraih prestasi.