Draw IIC Berubah!

Picture1

Kabar mengejutkan datang dari kejuaraan Indonesia International Challenge 2013 di Surabaya. Satu hari menjelang digelarnya turnamen berhadiah USD 20,000 itu, pihak panitia tiba-tiba melaksanakan drawing ulang untuk dua nomor yang akan dipertandingkan di arena GOR Sudirman, yaitu nomor tunggal putra dan ganda campuran. Belum diketahui secara pasti alasan panitia melakukan drawing ulang itu. Kemungkinan, Banyaknya para pemain yang mengundurkan diri menjadi alasan kuat dilakukannya hal tersebut.

Perubahan drawing yang dilakukan oleh panitia secara tiba-tiba ini disesalkan oleh sejumlah atlet yang sedianya sudah memprediksi kekuatan lawan yang akan dihadapinya. Prasojo Adi Andrianus adalah salah satu pebulutangkis yang menyesalkan hal itu. Di jejaring sosial twitter, ia mengkritik bahwa perubahan jadwal yang tiba-tiba ini membuat kejuaraan berlevel International Challenge ini bisa dibilang sama dengan Sirnas. “Cuman di indonesia doang yang bisa ganti jadwal..ini international challenge bukan sirnas kaliii!!!” begitu bunyi tweet pemilik akun @andrianus itu.

Pemain yang membela SGS PLN Bandung saat kejuaraan Superliga lalu itu sedianya akan berjumpa dengan unggulan ketiga, Yuhan Tan di babak pertama. Namun dengan adanya perubahan undian ini, ia harus berjumpa dengan pemain Malaysia yang tidak diunggulkan, Yee Han Chong. Memang diatas kertas, Andrianus tentu akan lebih enak jika lawan pemain Malaysia karena sama-sama pemain nonunggulan.

Namun berbeda ketika kita melihat dari kenyataan di lapangan. Jika berjumpa di lapangan, Andrianus tentu lebih memilih untuk bertemu Yuhan Tan, karena keduanya sudah pernah berlatih bersama beberapa waktu lalu (foto atas). Dengan latihan bersama itu, tentu ia sudah bisa membaca kekuatan dan kelemahan Yuhan Tan, sehingga ia tentu tahu apa yang harus dilakukan untuk bisa menang. Berbeda ketika ia harus berjumpa dengan pemain Malaysia ini. Ia belum tahu kekuatan dan kelemahan lawannya karena belum pernah berjumpa sebelumnya.

Shesar berbahagia

Jika ada pemain yang menyesalkan mengenai Draw IIC yang baru itu, tentu ada pula pemain yang berbahagia. Shesar Hiren Rhustavito mungkin adalah salah satu diantaranya. Di dalam undian sebelumnya, Shesar harus berjuang keras karena lawannya adalah Mantan Juara All England, Muhammad Hafiz Hashim. Namun dengan undian baru ini, ia akan dipertemukan pemain yang lebih mudah di babak pertama, yaitu pemain dari babak kualifikasi. Jika bisa melewati hadangan pemain dari babak kualifikasi itu, Shesar mungkin akan bertemu lawan tangguh di babak kedua. Ia diprediksi akan berjumpa dengan unggulan keempat, Nan Wei nantinya.

Picture1

Thomi Azizan (foto atas) dan Jonatan Christie pun seharusnya juga berbahagia karena bernasib sama dengan Shesar. Jika dalam undian sebelumnya, Thomi harus berjumpa dengan unggulan 5, Ng Ka Long dan Jonatan harus berjumpa dengan unggulan 12, Ari Trisnanto di babak pertama, dalam draw baru yang dikeluarkan kemarin, Thomi dan Jonatan akan mendapatkan lawan yang lebih mudah. Thomi akan berjumpa dengan pemain nonunggulan asal Guatemala, Humblers Heymard, sementara Jonatan akan berjumpa dengan pemain nonunggulan asal Singapura yang sudah pernah dikalahkannya di ASG Hanoi pekan lalu, Kean Yew Loh.

Sayangnya seperti Shesar pula, jika berhasil melewati babak pertama ini, Thomi dan Jonatan diprediksi akan langsung berhadapan dengan pemain tenar berstatus unggulan. Thomi diperkirakan akan berjumpa dengan unggulan pertama yang juga juara bertahan, Alamsyah Yunus, sementara Jonatan bisa jadi akan berjumpa dengan Muhammad Hafiz Hashim (unggulan 16) di babak kedua.

Untuk melihat draw baru selengkapnya pada nomor tunggal putra dan ganda campuran, anda bisa mengunduh di Link Draws-Prim-A-Indonesia-International-Challenge-2013-MS-XD-Redraw. Kembali saya ingatkan, kejuaraan ini baru akan disiarkan pada babak Finalnya Hari Minggu, 7 Juli 2013 di TVRI. Dengan perubahan jadwal ini, berikut duaribuan sampaikan beberapa partai menarik yang akan disajikan di babak awal kejuaraan Indonesia International Challenge 2013.

😄 : Alfian Eko Prasetya/Sri Wulan Sari (Indonesia) vs Rendra Wijaya/Keshya Nurvita Hanadia (Indonesia)

😄 : Ardiansyah/Devi Tika Permatasari (Indonesia) vs Darmawandi Joko Ali/Gabriela Stoeva (Indonesia/Bulgaria)