3 Gelar diboyong dari Singapura

owik cs f9a so13

Indonesia berhasil memboyong 3 gelar dari kejuaraan Li Ning Singapore Open Superseries 2013 usai tiga wakil Indonesia yang tampil di Final berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Ketiga wakil Indonesia yang naik podium pertama itu adalah Tommy Sugiarto, Muhammad Ahsan-Hendra Setiawan dan Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir.

Pasangan Juara All England 2012 dan 2013, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir mengawali kemenangan para pebulutangkis Indonesia di Final Singapore Open. Tampil di partai pertama, Owi dan Butet sukses menundukkan pasangan baru Korea, Yoo Yeon Seong-Eom Hye Won lewat pertarungan dua gim langsung, 21-12, 21-12 (foto atas). Pada pertandingan berdurasi 35 menit itu, Penampilan Owi dan Butet memang cukup agresif sejak poin pertama. Mereka tidak memberi kesempatan bagi pasangan Korea ini untuk bisa mengembangkan permainan.

Kemenangan di Singapura ini menjadi pengobat lara kekalahan mereka di Semifinal kejuaraan Indonesia Open pekan lalu. Liliyana Natsir atau yang kerap disapa Butet mengaku bahwa gelar ini mengembalikan kepercayadiriannya yang sempat turun. “Kami senang bisa juara lagi di Singapura. Walau minggu lalu kami kalah di Indonesia, dengan kemenangan ini percaya diri kami jadi naik lagi,” begitu ucap Butet dikutip dari Badminton Indonesia.

Gelar kedua bagi Indonesia disumbang dari nomor tunggal putra dimana Semifinalis Indonesia Open pekan lalu, Tommy Sugiarto berhasil meraih gelar Superseries pertamanya. Di Final yang berlangsung selama 1 jam 9 menit itu, Tommy berhasil mengalahkan juara bertahan Boonsak Ponsana lewat rubber game 20-22, 21-5, 21-17. Tommy mengaku sangat senang memenangkan gelar ini.

“Tentunya senang sekali bisa meraih gelar superseries pertama. Kemenangan terakhir dari Boonsak membuat saya yakin bisa mengalahkan dia. Di pertandingan tadi saya terus membuat Boonsak berlari kesana-kemari, karena saya merasa lebih unggul dari segi stamina” ungkap Tommy mengomentari pertandingannya tadi.

ahsn cs f so13 7a

Gelar ketiga sekaligus gelar yang membuat Indonesia menjadi Juara Umum di turnamen ini didapat oleh ganda putra Muhammad Ahsan dan Hendra Setiawan (foto atas) yang kembali mengalahkan pasangan Korea, Ko Sung Hyun-Lee Yong dae di pertemuan ketiga mereka dengan skor dua gim langsung, 21-15, 21-18. Kekalahan Ko dan Lee di Final kali ini memperburuk catatan keikutsertaan Korea di kejuaraan Singapore Open, dimana Korea tidak dapat meraih gelar di Kejuaraan ini dalam 10 tahun terakhir. Gelar terakhir yang didapat oleh Korea diraih oleh pasangan ganda campuran antiklimaks, Kim Dong Moon-Ra Kyung Min pada tahun 2003.

Wang Yihan menuju Posisi Unggulan

Berstatus sebagai Juara bertahan, Wang Yihan akan mencoba untuk mempertahankan gelar itu pada Kejuaraan Dunia 2013 mendatang di Guangzhou, China. Untuk mempertahan gelar Juaranya itu, Wang Yihan pun berusaha keras mendapatkan posisi unggulan agar terhindar dari para pemain hebat sebelum partai puncak. Keikutsertannnya di Singapura yang sedang berkabut tebal ini adalah salah satu tujuannya.

Keikutsertannya di turnamen inipun tidak sia-sia. Ia berhasil meraih gelar Juara usai menundukkan rekan senegaranya, Li Xuerui dua gim langsung, 21-18, 21-12. Jika banyak pihak beranggapan bahwa hasil ini adalah aksi main sabun, menurut saya komentar itu salah. Wang memang berpenampilan lebih baik dari Li. Pertemuan terakhir di Kejuaraan Asia pun dimenangkan oleh Wang, jadi jangan menganggap maksud tersembunyi ini adalah aksi main sabun.

Diperkirakan, kemenangan Wang di kejuaraan ini akan membuatnya naik ke peringkat 2 dunia mengingat para pemain yang berperingkat lebih tinggi dari Wang, yakni Juliane Schenk dan Saina Nehwal terlebih dulu gugur, serta Ratchanok Intanon tidak mengikuti turnamen ini. Penentuan status unggulan untuk kejuaraan Dunia 2013 akan ditentukan berdasarkan Ranking per 17 Juli (dikutip dari @broedyanto).

Selain lewat Wang Yihan, China juga meraih satu gelar lain lewat pasangan Tian Qing-Zhao Yunlei yang berhasil mengalahkan duet Jepang, Misaki Matsutomo dan Ayaka Takahashi dalam pertandingan dua gim langsung, 21-19, 21-16.