Sejarah Baru di Piala Sudirman?

2013SudirmanCup_V2.mp4_000025040

Tim Bulutangkis Indonesia beberapa tahun ini rasa-rasanya senang sekali menciptakan sejarah baru, mulai dari gagalnya Tim Thomas melaju ke Semifinal pada tahun 2012 lalu, kegagalan Pasangan Ganda Putra meraih medali di ajang Olimpiade hingga yang paling parah adalah terhentinya tradisi medali emas Olimpiade Bulutangkis Indonesia di London. Sebentar lagi, Indonesia rasa-rasanya akan kembali menciptakan sejarah baru dalam dunia bulutangkis, yakni untuk pertama kali gagal melaju ke Semifinal Piala Sudirman, pasalnya Indonesia harus berjumpa Juara Bertahan China di babak Perempat Final.

Hasil draw yang dirilis oleh BWF malam tadi ini menjadi tantangan terberat Indonesia, pasalnya seperti kata Mbak Ivana Lie kemarin ketika menjadi Komentator di MNCTV, Gabungan para pemain terbaik di dunia saja tidak cukup kuat untuk mengalahkan China, apalagi kekuatan tim bulutangkis Indonesia saja. Jadi, kita harus legowo apabila untuk kali pertama, Indonesia gagal melangkah ke Semifinal Piala Sudirman.

Semenjak pertama kali kejuaraan beregu campuan ini digelar pada 1989, Indonesia memang tercatat tidak pernah keluar dari 4 besar. Indonesia menjadi Juara sebanyak satu kali tahun 1989, enam kali menjadi Runner Up pada tahun 1991, 1993, 1995, 2001, 2005 dan 2007, serta sisanya terhenti di Semifinal, yaitu pada tahun 1997, 1999, 2003, 2009 dan edisi 2011 kemarin.

Jika mau realistis pun, saat ini kekuatan Tim Sudirman Indonesia tidak cukup untuk bisa mengalahkan China. Mencuri satu poin saja dari China di babak penyisihan Grup 1A kemarin saja ternyata sangat sulit. Indonesia hanya bisa menerima hasil undian ini dan akan berusaha Fighting seperti yang diucapkan Rexy Mainaky usai pengundian malam tadi. “Ini merupakan takdir yang harus dihadapi oleh kami. Kami harus melakukan yang terbaik dan kali ini kami berharap bisa menghentikan Cina,” begitu ucap Rexy yang dikutip dari situs Kompas.

Mempermainkan Faktor Nonteknis

Mbak Ivana Lie kemarin mengungkapkan bahwa persentase kemenangan 55:45 bisa saja berubah dengan adanya faktor nonteknis yang berada di lapangan. Jika Indonesia ingin menang (meski sulit) dari Tim China, Indonesia harus bisa mempermainkan faktor nonteknis itu. Kuncinya adalah raihan kemenangan di partai pertama, karena akar kekalahan Tim China di Piala Uber 2010 lalu di arena Stadium Putra ini juga dimulai dari partai pertama, dimana Wang Yihan takluk dari Bae Seung Hee.

url

Salah satu cara untuk bisa meraih kemenangan di partai pertama adalah mencari nomor yang paling mudah ditembus oleh Indonesia untuk menjadi partai pertama. Saat ini, nomor ganda campuran tentu menjadi yang paling bisa untuk melakukannya. Ganda Campuran bisa menjadi partai pertama yang dimainkan apabila di partai ganda campuran itu ada pemain yang bermain rangkap. Saran saya, Liliyana harus bermain rangkap, mungkin dengan Meiliana Jauhari.

Dengan skenario itu, di partai pertama, Liliyana yang berpasangan dengan Tontowi Ahmad harus bermain dengan fighting spirit yang luar biasa (jangan ecek-ecek kayak lawan India kemarin) agar bisa mengalahkan Xu Chen-Ma Jin (Li Yongbo mungkin tak akan memilih Zhang-Zhao). Raihan satu poin itu akan membuat China down (Biasanya menang 5-0, tiba-tiba kalah duluan) sehingga bisa dimanfaatkan para pemain Indonesia selanjutnya.

Selain nomor ini, duaribuan mengharapkan dua nomor lain, yakni tunggal putri dan ganda putra bisa menyumbang poin meskipun berat harus berhadapan dengan Juara Olimpiade yang mentalnya tentu tak perlu diragukan lagi. Namun karena kemarin sudah melihat permainan Li Xuerui dan Cai-Fu, harusnya para pelatih bisa menurunkan pemain yang tepat untuk mengatasi mereka. Indonesia hanya berharap bisa menang 3-1 karena jika kedudukan nantinya 2-2, Liliyana dan Meiliana sudah pasti akan digempur oleh Wang Xiaoli-Yu Yang di partai terakhir.

Tanpa Semifinal dan Final

Picture1a

Jika Indonesia gagal melangkah ke babak Semifinal maupun Final, dampak buruk lain bagi kita para pecinta bulutangkis adalah tidak bisa menyaksikan pertandingan Piala Sudirman itu lagi di MNCTV. Pasalnya, akun twitter @Raket_MNCTV mengungkapkan bahwa rating televisi pertandingan Piala Sudirman antara Indonesia melawan India Senin lalu tidak bagus (foto atas). Jika pertandingan Tim Indonesia saja ratingnya sedikit, mungkinkah MNCTV akan menayangkan babak Semifinal dan Final yang tanpa Indonesia? Kita harus menantikannya, Jangan emosi dulu…

Memang rating televisi pada ajang Piala Sudirman kali ini patut diakui tidak terlalu bagus karena pertandingan Piala Sudirman Tim Indonesia ini ditayangkan pada jam kerja, yakni mulai pukul 11.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB. Jika saja pertandingan digelar pada sesi malam, yaitu mulai pukul 17.00 WIB, mungkin ratingnya akan lumayan bagus. Untuk babak Perempat Final pada hari Kamis nanti, Indonesia ternyata juga kebagian sesi siang kembali. Jadi, kemungkinan besar ratingnya juga tidak bagus lagi. Puk puk…

Bagi anda yang menikmati televisi berlangganan, anda dipastikan tetap akan bisa melihat pertandingan babak Semifinal dan Final Piala Sudirman 2013 di MNC Sports 1 maupun MNC Sports 2. Bagi saya dan kalian-kalian yang tidak punya TV Berlangganan, kita hanya bisa melihat jalannya Livescor. hihihi…