Jepang atau Thailand?

file.aspx

Banyak kejutan mewarnai kejuaraan Piala Sudirman edisi kali ini. Selain tersingkirnya unggulan ketiga yaitu Tuan Rumah Malaysia di Penyisihan Grup 1C, kejutan lain datang dari undian babak Perempat final yang diumumkan BWF malam tadi. Di poll bawah, Jepang yang menjuarai Grup 1D (sekaligus menjadi Unggulan kedua) akan berjumpa dengan unggulan keempat, Thailand. Tim Pemenang dari pertandingan ini akan menciptakan sejarah untuk pertama kalinya tampil di Semifinal Piala Sudirman.

Selama 24 tahun dipertandingkan di kancah internasional, tercatat hanya ada 6 negara saja yang mampu menginjakkan kaki di babak Semifinal kejuaraan beregu paling bergengsi di bulutangkis ini. Keenam Negara itu adalah China, Korea, Indonesia, Denmark, Malaysia dan Inggris. Dari keenam negara itu, China, Korea dan Indonesia adalah tiga negara yang selalu berada di Semifinal sementara Denmark gagal menginjakkan kaki di Semifinal hanya pada tahun 2007 dan 2009.

Di tahun 2007, posisi Denmark itu digantikan oleh Tim Inggris yang lolos ke Semifinal berkat pemain-pemain yang merupakan Generasi Emas Bulutangkis Inggris (Nathan Robertson, Gail Emms, Anthony Clark, Donna Kellogg, dsb). Sementara pada tahun 2009 di Guangzhou, Malaysia untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di babak Semifinal juga berkat pemain-pemain Generasi Emas mereka (Lee Chong Wei, Koo-Tan, Wong Pei Tty-Chin Ee Hui, dsb).

Untuk tahun ini, Semifinal Piala Sudirman akan kembali kedatangan tim baru dan tim itu adalah pemenang pertandingan antara Jepang atau Thailand yang akan digelar Kamis mendatang pada sesi malam. Pertandingan ini dipastikan akan berlangsung sangat seru, mengingat Thailand dan Jepang mempunyai nomor andalan masing-masing. Siapapun yang menang di pertandingan Perempat Final kali ini harus berjuang keras.

duaribuan sendiri memprediksi Tim Jepang akan mengalahkan Tim Thailand pada laga tersebut karena jagoan Thailand di tunggal putri, yakni Ratchanok Intanon kemungkinan tidak akan diturunkan karena dikabarkan baru saja mengalami cedera. Dengan absennya Intanon, tunggal putri Jepang seperti Minatsu Mitani ataupun Sayaka Takahashi dipastikan bisa mengatasi tunggal kedua Thailand, Nichaon Jindapon. Selain tunggal putri, Jepang kemungkinan juga akan bisa mengamankan nomor ganda putri.

Picture1

Selain dua nomor itu, Jepang kemungkinan juga akan meraih angka di nomor tunggal putra, pasalnya andalan Jepang, Kenichi Tago mempunyai rekor pertandingan yang bagus melawan kedua tunggal putra yang dibawa Tim Thailand, yaitu Tanongsak Saensoombonsuk (foto atas) maupun Boonsak Ponsana. Melawan Tanongsak, Tago memenangkan empat dari lima pertemuan keduanya, sementara dengan Boonsak, Tago mencatatkan rekor pertemuan 2-0. Dengan tiga Kemenangan di tiga nomor itu, Jepang diprediksi akan lolos ke babak Semifinal pertamanya di kejuaraan Piala Sudirman.

Tanpa Promosi-Degradasi

Sejak tahun 2011, sistem promosi dan degradasi di kejuaraan Piala Sudirman ini telah dihapuskan. Tim-tim yang gagal di penyisihan grup Level 1, seperti pada kasus yang menimpa Malaysia kemarin tidak akan didegradasi ke Level 2. Kalau saja sistem promosi-degradasi ini masih berlaku, Malaysia mungkin harus berlaga di Level 2 bersama tim-tim seperti Rusia, Amerika Serikat, Belanda dan Perancis. Pasti akan memalukan bukan? Soalnya mereka kan punya World No #1.

Dalam sistem baru yang diperkenalkan pada edisi Piala Sudirman tahun 2011 lalu di Qingdao, penentuan tim yang boleh ikut serta di Level 1 dan level selanjutnya didasarkan pada World Team Ranking. 12 tim teratas dalam rilis Ranking dunia itu berlaga di Level 1 memperebutkan Piala Sudirman. Sementara pada Level 2 dan Level 3, tim-tim saling bersaing untuk bisa mendapatkan hasil terbaik di Levelnya supaya poin di Ranking mereka naik dan memenuhi syarat berlaga di Level 1.

Sistem yang diterapkan pada kejuaraan Piala Sudirman 2011 itu sedikit dirubah pada edisi Piala Sudirman tahun 2013, dimana penentuan tim yang bisa berlaga di Piala Sudirman kini didasarkan pada poin ranking para pemain tertinggi negara itu (makanya Indonesia itu unggulan 7, padahal di Team Ranking itu Indonesia peringkat 5). Sedikit ribet menjelaskannya… Pokoknya udah gak ada sistem Promosi degradasi…