Jangan Sesumbar Hayom!

946557_426320447464968_273204283_n

Masih ingat omongan Hayom di Harian Detik sekitar sepekan yang lalu? (kalau lupa, klik link https://duaribuan.wordpress.com/2013/05/13/hayom-tak-tahu-siapa-sudirman/). Saat itu, Hayom mengatakan bahwa ia sudah siap secara fisik dan mental untuk kejuaraan ini. Bahkan ia optimis akan menyumbang poin bagi Tim Indonesia. Namun sesumbar omongannya itu ternyata menjadi bumerang bagi dirinya. Di pertandingan penyisihan Piala Sudirman Grup 1A siang tadi, Hayom menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang kalah. Itu tentu Memalukan!

Finalis Indonesia Open GP Gold 2012 itu kalah dari pemain India, Kashyap Parupalli lewat pertarungan dua gim langsung, 18-21, 14-21. Kekalahannya itu mengagalkan harapan banyak pihak yang menginginkan Indonesia menyapu bersih kemenangan atas Tim India. Menurut Hayom, kekalahannya atas Kashyap ini lebih disebabkan karena lawan yang dihadapinya ini sudah mengantisipasi pola permainannya.

“Saya merasa dia sudah siap dengan permainan saya. Mau bagaimana, dia bisa antisipasi. Saya mau mengubah permainan tapi ketinggalan terus,” ucap Hayom seusai pertandingan. Ketika berada di lapangan, kita bisa melihat Hayom sangat frustasi karena Kashyap bisa melakukan begitu banyak penyelamatan atas pukulan-pukulan Hayom yang sudah dirasanya menyulitkan. “Saya tidak mengira (di pertandingan tadi) dia bisa begitu banyak membuat penyelamatan atas pukulan-pukulan saya,” sambung Hayom dikutip dari Detik.com.

Dengan kekalahannya ini, ucapan alias omongan Hayom kepada Harian Detik sebelum keberangkatannya ke Kuala Lumpur itu menjadi omong kosong belaka karena tanpa diiringi oleh pembuktian. Ini tentu menjadi pembelajaran bagus buat kita semua kalau kita tidak boleh sesumbar untuk hal apapun sebelum benar-benar bisa membuktikannya. Semoga Hayom Belajar atas kekalahannya ini. Jangan Sesumbar Hayom!

Joko Supriyanto cukup puas

Meskipun anak didiknya kalah di partai penyisihan Grup 1A Piala Sudirman siang tadi, pelatih tunggal putra Joko Supriyanto mengaku cukup puas dengan permainan Hayom secara keseluruhan. “Kemampuan Hayom pada gim pertama keluar. Di babak kedua ada beberapa bola yang dibuang cuma-cuma. Secara psikis terpengaruh pada gim kedua. Tapi secara keseluruhan cukup baik,” begitu ucap Joko dikutip dari situs Detik.com.

Joko mengaku akan melakukan evaluasi, terutama evaluasi terhadap pertandingan di gim kedua yang dinilainya cukup buruk. “Saya harus evaluasi pada gim kedua. Strategi sebenarnya sudah diubah tapi Kashyap cukup cerdas,” tambah pelatih yang telah membawa Sony Dwi Kuncoro meraih perunggu Olimpiade Athena 2004 itu.

Ihsan turut Emosi

Picture1a

Kekalahan Hayom atas Kashyap Parupalli di ajang Piala Sudirman siang ini mengundang kekecewaan dari berbagai pihak. Mereka mencurahkan kekecewaannya itu di jejaring sosial Twitter maupun Facebook. Entah mungkin agak emosi melihat tweet maupun status dari kawan-kawannya di jejaring sosial itu, tunggal putra Pelatnas Cipayung, Ihsan Maulana Mustofa membuat status yang berisi tanggapan atas tweet dan status yang memojokkan sosok Hayom itu.

Ihsan yang baru-baru ini menjadi Semifinalis di Sirnas Jakarta (bener gak ya?) membuat status bahwa bermain bulutangkis itu tidak mudah. “Maen bulutangkis ga gampang! Ngliat emnk kliatan nya gampang! Maen sendiri aja coba!!!” Begitu bunyi status yang dikeluarkan oleh Ihsan di akun Facebooknya Ihsan Maulana M (foto atas). Saya pun iseng mencoba memasukkan comment berbunyi “Curhat Trus” ke status itu agar mendapat tanggapan. Setelah beberapa jam, ternyata muncul tanggapan yang tidak mengenakan dimana Saya Di Block dari akun Facebooknya Ihsan..

Apa alasan saya di Block? Sebegitu labilkah pemain muda kita sekarang? Mudah emosi dan Tidak bisa menerima kritikan? Takut diberitakan duaribuan?

Satu pertanyaan lagi dari saya > Kalau bulutangkis memang susah, Buat apa anda Pilih Jalur ini, Ihsan?

(Tambahan : Saya dapat foto itu karena masuk lewat akun FB saya yang lain, akun asli saya diblock oleh Ihsan)