Indonesia No. 2 saja

472534_10151435924044646_1619347617_o

Ajang Perebutan Piala Sudirman akan segera berguler. Indonesia ditempatkan di Grup neraka bersama China dan India. China adalah kekuatan bulutangkis yang paling konsisten menelurkan pemain-pemain kelas dunia, sementara India adalah kekuatan bulutangkis baru dengan para pemain muda yang punya spirit pantang menyerah. Indonesia sendiri tentu juga tak boleh dianggap remeh. Oleh bangsa lain, kita ini masih dianggap sebagai Batu ganjalan terbesar di kejuaraan Piala Sudirman.

Tahun ini, Indonesia berangkat dengan membawa 19 pemain yang notabene ‘baru’ untuk terjun di kejuaraan beregu penuh bintang seperti Piala Sudirman ini. Dari 19 nama, duaribuan mencatat setidaknya ada 8 pemain yang pertama kali tampil di Piala Sudirman (Maaf kalau salah). Mereka antara lain Tommy Sugiarto, Aprilia Yuswandari, Bellaetrix Manuputty, Angga Pratama, Ryan Agung Saputra, Gebby Ristiyani Imawan, Nuraidah Tiara Rosalia dan Muhammad Rijal.

Dengan skuad yang muda-muda seperti itu, duaribuan memprediksi Tim Indonesia akan finish di tempat kedua pada Grup 1A. Melawan India tentu sulit, tapi kita lebih berpeluang menang karena Indonesia lebih unggul di nomor ganda. Pintar-pintar saja Pelatih menurunkan kombinasi pemain ketika menghadapi India. Untuk melawan China, Indonesia bisa saja mengimbangi pertandingan apabila kita menurunkan kekuatan terbaik seperti ganda campuran Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir dan duet ganda putra Hendra Setiawan-Muhammad Ahsan. Tapi saya rasa melawan China, Pelatih akan lebih memilih menurunkan para pemain pelapis, semisal Muhammad Rijal-Debby Susanto.

Lagipula untuk kebaikan olahraga bulutangkis sendiri, alangkah baiknya jika Indonesia finish di posisi kedua saja. Ini dikarenakan menurut duaribuan, misalnya Indonesia berhasil mengalahkan India dengan skor 4-1 dan China dengan skor 3-2 (hanya kehilangan Ganda putri dan tunggal putra), Indonesia akan menjadi pemuncak grup, yang artinya China lolos sebagai runner Up. Ini akan menyebabkan kekacauan di grup-grup lainnya. Tragedi Main Sabun akan kembali terjadi.

Tim-tim di grup lain akan mencoba mengalah di partai penentuan Juara Grup demi menghindari China di babak knockout. Untuk knockout sendiri, akan digelar Drawing kembali, dimana Juara Grup akan melawan Runner Up Grup. Dari simulasi tadi, kemungkinan tim-tim lain akan lebih memilih untuk bertemu Indonesia daripada China. Jika ini terjadi, Bulutangkis kembali diujung tanduk!

Jadi, bagaimana menurut anda? Lebih baik Nomor 2 saja kan..