Indonesia bicara di BWF Member’s Forum

Picture1

“Penonton menentukan kesuksesan sebuah event,” begitu terjemahan penggalan kalimat di Buku Panduan BWF Member’s Forum 2013 yang duaribuan unduh dari situs BWF. Penggalan kalimat itu menjadi kenyataan ketika anda melihat kesuksesan kejuaraan Indonesia Open Superseries Premier. BWF menganggap turnamen itu sebagai kejuaraan paling sukses dalam 12 seri turnamen Superseries, utamanya dalam hal memanjakan penonton lewat sajian sportainment-nya. Karena itulah, Indonesia pun diberi kehormatan untuk mempresentasikan keberhasilan itu di BWF Member’s Forum 2013.

Dan orang yang ditunjuk oleh PBSI untuk mempresentasikan masalah keberhasilan penyelenggaraan turnamen itu adalah Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI, yakni Rudy Roedyanto. Namanya sudah tercantum di jadwal agenda kegiatan Buku Panduan BWF Member’s Forum 2013 (foto atas – download di link BWF Forum Programme 2013 Final). Ia pun juga sudah mengumumkan lewat akun twitternya @broedyanto bahwa ia akan menjadi salah satu speaker di Forum itu.

Pria yang kerap dipanggil Koh Rudi itu mengaku excited namun juga nervous. “I will be one of speaker on BWF forum about how to create a successful badminton ….exciting and nervous!” begitu bunyi tweet Koh Rudi pagi tadi. Di tweet selanjutnya, Koh Rudi juga menambahkan bahwa kesuksesan kejuaraan Indonesia Open ini mengangkat level turnamen Superseries. “The success of Djarum Indonesia Open raised the bar for any Super Series events,” begitu bunyi tweet yang dikutip dari @broedyanto.

Koh Rudi dijadwalkan akan menjadi Pembicara kedua di Parallel Season untuk Sesi Pertama. Parallel Season untuk Sesi Pertama ini menurut jadwal akan dilaksanakan mulai pukul 11.10 – 12.30 Waktu Malaysia. Ia akan tampil setelah Lars Lundov, CEO Sport Event Denmark yang akan mempresentasikan kejuaraan BWF World Championship 2014 yang akan digelar di Copenhagen.

3 Masalah Utama

Acara BWF Member’s Forum 2013 ini rencananya akan digelar oleh BWF hari Jumat, 17 Mei 2013 mulai pukul 09.00 waktu Malaysia di Hotel Hilton, Kuala Lumpur dan dibuka oleh Presiden BWF, Kang Young Joong. Di acara ini, rencananya ada 3 masalah utama yang dibahas di Sidang Pleno (Plenarry Season), yakni Evaluasi Olimpiade London, Persiapan menuju Rio 2016 dan Parabadminton untuk Paralympic 2020.

479245_530501820325263_490530737_o

Persiapan Rio 2016 akan diungkapkan terlebih dahulu oleh Wakil Presiden IOC yang juga mantan Petinggi BWF, Sir Craig Reedie. Setelah Craig, Thomas Lund yang akan menjadi pembicara kedua. Lund akan membahas mengenai Evaluasi Olimpiade London (foto atas) dimana di dalamnya memuat mengenai Broadcast Statistic (rating penyiaran akan dibeberkan) dari Olimpiade Beijing ke Olimpiade London.

Setelah dua masalah itu, akan ada beberapa sesi paralel dan dilanjutkan dengan Coffe Break (Sholat Jumat juga kali). Setelah Coffe Break, akan diadakan Sidang Pleno lagi dimana masalah ketiga yang akan dibahas adalah masalah Parabadminton yang akan mencoba untuk mengikuti bidding Olahraga untuk dipertandingkan di Paralympic 2020. Sesi ini akan dipimpin oleh Paul Kurzo (BWF Vice President Para‐badminton), Dr Shamsul Azhar Shar (dari Malaysia) dan Stuart Borrie (BWF Director of Operations).

Selain 3 masalah penting itu, ada masalah-masalah lain yang akan dibahas dalam sesi paralel diantaranya Presentasi BWF World Championship 2014, Bagaimana membuat Kejuaraan yang sukses (Koh Rudi ini), Shuttletime, Promosi di Media dan TV hingga Olympic Solidarity. Kita nantikan beritanya di situs BWF ya.. (Situs Berita Nasional ada yang mau ngeliput gak ya??)