Rexy tak mau buka Strategi

941748_421917174571962_1609810612_n

Manajer Tim Piala Sudirman Indonesia yang juga Kabid Binpres PB PBSI, Rexy Mainaky (foto atas bersama Ricky Subagja dan Gita Wirjawan) yang diwawancara oleh Harian Detik mengaku tidak akan membuka strategi Tim Indonesia menghadapi Piala Sudirman 2013 mendatang di Kuala Lumpur, 19-26 Mei. Yang pasti, ia telah menyusun strateginya yang diharapkan bisa membawa Tim Indonesia keluar dari Grup 1A yang merupakan grup negara.

“(Strategi) Tidak akan kami buka. Musuh pertama di Grup A, China, punya kandidat untuk menjadi Juara. Yang kedua melawan India. Kami tidak boleh memandang India sebelah mata. Mereka punya ganda putri yang kuat. Ganda putranya juga kadang-kadang mengejutkan. Jadi untuk saat ini, kami hanya akan mencari strategi bagaimana menuai hasil maksimal di Grup itu,” begitu kutipan salah satu wawancara Rexy bersama Detik.

Selain menanyakan masalah strategi, Detik juga menanyakan masalah persiapan, pemilihan pemain, target hingga peluang. Berikut adalah kutipan lengkap wawancara antara Rexy Mainaky, Manajer Tim Piala Sudirman Indonesia dengan wartawan Detik pada Hari Rabu lalu. Wawancara ini duaribuan kutip dari Harian Detik Pagi ini.

Sudah sampai mana persiapan Tim menjelang Piala Sudirman?

Persiapan sudah diatas 90 persen. Kami berharap bisa komplet menjadi 100 persen. Kesiapan pemain ditambah adanya team building. Tapi pelatih bisa mempunyai sudut pandang berbeda. Artinya, pelatih punya catatan kekurangan pemain sehingga tinggal dimantapkan saja.

Dari 19 pemain yang dipilih, mayoritas pemain muda. Berani sekali?

Sebenarnya saya hanya mendukung. Pelatihlah yang menentukan pemain yang akan diturunkan. Kami menggelar rapat. Dari rapat itu saya bisa bertanya alasan pelatih mengapa menurunkan pemain ini atau yang lain.

Apa yang menjadi target PBSI dengan tim yang ada ini?

Semua negara yang masuk di kompetisi Piala Sudirman tentu berada pada level memperebutkan Piala. Kami juga sama. Kami juga punya target utama menjadi juara. Kami menyusun tim dengan kompilasi pemain senior dan muda itu untuk melihat Piala Sudirman berikutnya. Kita pun akhirnya jadi lebih berani menampilkan wajah-wajah baru ke depannya dan memiliki pengalaman di Piala Sudirman.

Jadi alasan menurunkan pemain muda adalah memberi pengalaman?

Bukan itu, tapi kami juga melihat performance mereka terakhir ini. Itulah yang menjadi keputusan pelatih-pelatih memilih pemain yang layak bermain.

Sudirman Cup 2011 Indonesia vs Malaysia 004 Women's Double Singal of SNG 720p.mp4_002135800

Gita Wirjawan sempat menargetkan semifinal. Pendapat anda?

Kami harus melihat secara realistis bahwa semua negara itu melihat nomor dua saja. Cina terlalu kuat. Nah, semua pengincar nomor dua itu juga memiliki target Juara. Saat ini target kami cuma sampai semifinal. artinya, itu merupakan hal terbaik yang sudah kami buat. Kalau masuk final, itu hal yang lebih baik lagi. Realistis saja.

Apa sebenarnya yang diharapkan dari simulasi kemarin?

Dalam simulasi ini, saya berharap pemain berlatih dalam meredam tekanan-tekanan yang terjadi. Selain itu, komposisi susunan tim itu diharapkan juga bisa mematangkan kerja sama tim.

Apakah ada rencana mengubah komposisi susunan pemain?

Sebenarnya, untuk susunan pemain, pelatih yang menentukan, siapa yang akan diturunkan pada lapis pertama. Jika nantinya ada perubahan, tentunya berdasarkan kondisi atau situasi yang ada di lapangan. Selain itu, semua tergantung lawannya. Misalnya untuk melawan China, siapa yang sesuai karakternya menghadapi China, dialah yang akan diturunkan. Yang pasti, setiap nomor kita targetkan curi poin. Tidak ada nomor andalan karena mereka adalah sebuah tim.

Menurut anda, semua punya peluang?

Iya. Semua punya peluang. Kalau saya bilang ini lemah, itu lemah, kapan tim Indonesia bisa maju? Debutan apa memang untuk menambah program jam terbang? Iya. Yang selama ini kan yang dilihat hanya penampilan. Nah, sekarang kami berikan jam terbang, termasuk memberi kesempatan berlaga di Piala Sudirman. Memang hanya mereka berdua (mungkin Gebby-Tiara). Tapi diharapkan, dengan jam terbang ini, mereka bisa jadi andalan Indonesia.