Tunggal Putri siap bikin kejutan di Piala Sudirman

url

Tunggal putri Indonesia yang akan dikirim ke kejuaraan Piala Sudirman di Kuala Lumpur dua pekan lagi memang tidak diberi beban untuk menyumbang angka bagi tim Merah Putih. Ini sangat realistis mengingat dua negara yang akan dilawan di Grup 1A, yakni China dan India memiliki tunggal putri yang sangat kuat. Namun, meski tidak dibebankan untuk meraih poin, kepala pelatih Liang Chiu Shia mengaku bahwa para anak didiknya akan siap memberikan kejutan di ajang Piala Sudirman tersebut.

“Kami memang sulit untuk menyumbang angka, tapi bukan berarti kami tidak akan berusaha. Kami siap membuat kejutan,” begitu kata Liang Chiu Sia saat ditemui oleh wartawan Liputan6 di Pelatnas Cipayung Senin kemarin. Berdasarkan rilis PBSI, Indonesia memberangkatkan 3 tunggal putri ke Kuala Lumpur, yakni Lindaweni Fanetri (foto atas), Aprilia Yuswandari dan Bellaetrix Manuputty. 3 pemain tersebut dipilih karena dinilai paling siap untuk dikirim. PBSI tidak memilih pemain senior Adrianti Firdasari karena saat ini Firda sedang menjalani perawatan cedera yang telah dialami sejak bulan Maret lalu.

Pelan-pelan Membenahi

Kembali masuknya pelatih Liang Chiu Sia yang pernah mengantarkan Susi Susanti ke podium Juara Olimpiade kembali Pelatnas menjadi angin segar bagi sektor tunggal putri. Kini, Liang pelan-pelan mencoba membenahi sektor yang beberapa tahun lalu dianggap paling lemah. “Pelan-pelan saya membenahi mereka. Saya latih kelenturan, stamina, dan daya tahan,” begitu kata Liang yang dikutip dari liputan6.com.

Hasil dari pembenahan yang dilakukan oleh Liang itu sedikit demi sedikit mulai terlihat pada hasil yang diraih oleh para tunggal putri Indonesia belakangan ini. Sebut saja Lindaweni Fanetri yang sukses masuk ke Perempat Final All England dan Aprilia Yuswandari yang sudah menembus peringkat 20 besar dunia. “Ada perkembangan, tetapi sedikit. Lindaweni kini sudah di 15 besar dunia, Aprilia Yuswandari 20 besar,” begitu tambah Liang.

Selain masalah teknik, Liang Cui Sia juga menekankan soal mental bertanding. Ia selalu menegaskan kepada para pemainnya bahwa tidak ada pemain yang tak bisa dikalahkan (MKY banget). “Saya ingin melihat pemain saat memasukin lapangan dengan sikap ingin menang dan tidak ingin kalah,” begitu tutur pelatih yang disponsori oleh Victor ini. “Saya bilang ke mereka, kalah itu sudah biasa karena mereka selama ini selalu kalah (Febe). Tapi, kalau menang itu baru luar biasa,” tutup pelatih kelahiran Cirebon, Jawa Barat, itu dengan penuh canda.

Dengan optimisme yang dikeluarkan oleh Liang Chiu Shia ini, kita berharap nomor tunggal putri Indonesia kembali disegani oleh para pemain dari negara-negara lain seperti pada era Susi Susanti.