Ini aturan Penggunaan Teknologi Mata Elang

Ajang Piala Sudirman 2013 akan menjadi ajang uji coba terakhir penggunaan teknologi Mata Elang untuk dunia bulutangkis. Kejuaraan ini menjadi ajang uji coba terakhir karena sesudah turnamen ini, Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) akan menerapkan teknologi ini secara resmi. Turnamen pertama yang akan mengikutsertakan teknologi ini dalam penilaian sebuah pertandingan adalah turnamen Indonesia Open Superseries Premier bulan Juni mendatang.

Untuk mengimplementasikan penggunaan teknologi ini dalam penilaian sebuah pertandingan bulutangkis, hari ini BWF mengeluarkan aturan resmi penggunaan teknologi mata Elang tersebut. Berikut adalah beberapa aturan mendasar mengenai penggunaan teknologi mata Elang yang duaribuan kutip dari situs resmi BWF (bwfbadminton.com).

  • Teknologi Mata Elang ini hanya berlaku di TV Court (diluar TV Court tidak dapat digunakan)
  • Pemain atau pasangan yang ingin meminta Review harus sesegera mungkin mengajukan kepada wasit sebelum wasit memberikan aba-aba untuk melakukan servis berikutnya.
  • Cara untuk mengajukan Review adalah dengan menunjuk/melambaikan tangan ke arah wasit.
  • Pemain atau pasangan diberi 2 kali kesempatan Review untuk setiap pertandingan

Harapan BWF dengan digunakannya teknologi mata elang ini adalah agar pertandingan bulutangkis berjalan aman dan adil. Sistem ini meniru sistem yang telah dipakai lama di dunia tenis. Berikut adalah beberapa foto mengenai penggunaan teknologi mata elang di dunia tenis yang duaribuan kutip dari berbagai sumber. (Maaf kalimatnya agak berantakan)

ab51

bwf2

bwf4