Kalahkan Filipina, Indonesia makin mantap di Puncak Klasemen

linda h6 axiata5a

Indonesia berhasil memetik poin penuh tatkala berjumpa Filipina pada laga lanjutan Axiata Cup 2013 siang tadi. Menurunkan para pemain terbaiknya (minus Tontowi-Liliyana), Indonesia sukses mengalahkan tim yang saat ini menjadi juru kunci klasemen dengan skor telak 4-0. Hasil ini membuat Tim Indonesia makin mantap berada di puncak klasemen sementara Axiata Cup 2013 dengan poin 19, jauh meninggalkan tim-tim lainnya.

Kemenangan Indonesia diawali oleh Juara India Terbuka, Lindaweni Fanetri (foto atas) yang sukses mengalahkan tunggal putri andalan Filipina, Malvinne Ann Venice Alcala dengan skor 21-16, 21-11. Pertandingan antara Linda melawan Malvinne ini sempat diwarnai insiden kecil yang berujung pemberian kartu kuning kepada Malvinne karena Malvine dianggap tidak sopan kepada wasit. Ini dimulai di akhir pertandingan dimana Malvine yang tampak kecewa akan kekalahannya sempat memukul net dengan raketnya. Setelah bersalaman dengan wasit, ia mendapat peringatan akan kejadian tersebut. Keduanya sempat berdebat dan wasit pun akhirnya menjatuhkan kartu kuning untuk Malvinne.

Selain diperlihatkan di lapangan, kekecewaannya Malvinne juga diungkapkannya lewat sebuah tweet di jejaring sosial twitter miliknya, @pocaalcala beberapa saat setelah keluar lapangan. “Sorry for not behaving well on my game against @Lindaweny, it wasn’t intentional. I was pissed at myself. Hope you guys understand,” begitu ujar Malvinne. Linda yang dimention oleh Malvinne menjawab tweet tersebut dengan jawaban, “It’s Ok.”

Setelah partai tunggal putri selesai, dimainkanlah nomor tunggal putra dimana pemain terlaris Pelatnas Cipayung, Dionysius Hayom Rumbaka kali ini diturunkan untuk menantang tunggal putra Filipina yang masih berusia 13 tahun, Mark Shelley Alcala. Dalam pertandingan itu, perbedaan kelas antara kedua pemain memang sangat terlihat jelas. Hayom yang lebih berpengalaman tampaknya sama sekali tidak menemukan kesulitan saat menghadapi adik dari Malvinne Alcala itu. Ia menang 21-12, 21-9.

538718_549596181739903_1217686843_n

Berbeda dari sang kakak yang terlihat sangat kecewa ketika dikalahkan Linda, brondong yang memiliki nama lengkap Marky Shelley Alcala ini justru terus memperlihatkan senyumannya tatkala kalah telak dari Hayom. Bahkan seusai pertandingan, ia mengajak Hayom untuk foto bersama dan beberapa saat kemudian ia mengupload foto tersebut ke akun Facebooknya ‘Marky Alcala’ (foto atas).

Di Axiata Cup 2013 ini, Sosok Marky memang tiba-tiba menjadi idola baru bagi kaum hawa yang menontonnya di DBL Arena. Tampang imut dan tipe permainan yang menjanjikan adalah dua alasan utama mengapa kaum hawa mengidolakan pria yang baru berusia 13 tahun itu. duaribuan pun turut melihat fenomena ini dan membuat artikel berkaitan dengan Marky, yakni Ada apa dengan Marky Alcala? (https://duaribuan.wordpress.com/2013/03/24/ada-apa-dengan-mark-alcala); Ini Dia Facebook Mark Alcala (https://duaribuan.wordpress.com/2013/03/24/ini-dia-facebook-mark-alcala) dan Facebook Marky Alcala itu asli! (https://duaribuan.wordpress.com/2013/03/25/facebook-marky-alcala-itu-asli).

Ganda Indonesia dibuat kewalahan

Setelah dua partai tunggal dimainkan, di partai ketiga giliran nomor ganda campuran yang dipertandingan dimana pada partai ini Indonesia menurunkan pasangan Muhammad Rijal-Debby Susanto sementara Filipina menurunkan duet Philip Joper Escueta dan si bening Bianca Ysabel Carlos. Melawan pasangan Filipina itu, Rijal dan Debby menang dua gim langsung, 21-17, 21-8.

Dari skor pertandingan, Rijal dan Debby memang dibuat sedikit kewalahan ketika menghadapi Philip-Bianca di gim pertama, dimana pada saat mereka unggul cukup jauh, Rijal justru banyak membuat kesalahan hingga Filipina mendekat 16-17 meskipun akhirnya pasangan Indonesia bisa menutup pertandingan dengan skor 21-17. Di gim kedua, Rijal dan Debby bermain dalam permainan terbaiknya sehingga mereka mampu membantai telak Philip-Bianca dengan skor 21-8.

hndr cs h6 axiata1a

Setelah partai ganda campuran berakhir, dimainkanlah partai terakhir, yakni partai ganda putra dimana Indonesia menurunkan pasangan terkuatnya, Muhammad Ahsan dan Hendra Setiawan sementara Filipina menurunkan duet Paul Jefferson Vivas dan Peter Gabriel Magnaye. Meskipun diatas kertas pasangan Indonesia harusnya bisa bermain mudah, tapi kenyataannya pasangan terkuat Indonesia itu justru harus bermain dalam pertarungan tiga gim untuk bisa mengalahkan pasangan Vivas dan Magnaye. Ahsan dan Hendra menang 21-18, 17-21, 21-11.

Dalam Jumpa Pers yang digelar usai pertandingan, Hendra mengaku harus bermainnya ia dan Ahsan dalam tiga set selain dikarenakan pasangan Filipina memang cukup berkualitas, akhir-akhir ini ia memang sering kehilangan konsentrasi sehingga tidak bisa bermain bagus. “Pasangan Filipina ini pukulannya lumayan bagus, mereka juga punya speed. Tapi permainannya belum matang. Akhir-akhir ini saya seperti hilang feeling dengan service saya, tidak tahu kenapa, sejak di Swiss Open lalu. Kalau begini, saya kehilangan konsentrasi. Beberapa tahun lalu juga pernah kejadian seperti ini, tapi kemudian hilang sendiri,” ungkap Hendra yang dikutip dari situs Badminton Indonesia.

Bagi pasangan Filipina, kemenangan di set kedua tentu sangat istimewa karena selain mereka menunjukkan bahwa mereka mampu mengimbangi pasangan papan atas dunia, Vivas dan Magnaye juga diganjar bonus 300 Dollar AS oleh sang pelatih, Ian Piencenaves. Sebelum pertandingan berlangsung, Ian yang melihat kedua anak didiknya down karena harus menghadapi Ahsan dan Hendra akhirnya memberi motivasi jika mereka meraih angka 15, mereka akan diberi bonus 300 Dollar AS.

url

“Mereka sempat down karena akan melawan pemain kelas dunia seperti Hendra-Ahsan (foto atas), jadi kami menjanjikan insentif untuk meningkatkan motivasi mereka supaya lebih bersemangat. Kami sudah beberapa kali memberikan insentif seperti ini, tapi tidak di setiap pertandingan, hanya pertandingan tertentu saja untuk memotivasi mereka” begitu tutur Ian dikutip dari Kompas. Karena berhasil meraih angka 15 bahkan memaksakan rubber, Vivas dan Magnaye pun dipastikan mendapat tambahan uang 300 Dollar itu.

Setelah bertanding melawan Filipina hari ini, besok Indonesia akan bertarung melawan European All Star. Kemungkinan besar pasangan Juara All England, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir akan diturunkan untuk menghadapi jago Eropa, Nathan Robertson-Jenny Wallwork. Jika bernar kedua pasangan akan bertarung besok, partai ini tentu akan berlangsung sangat menarik mengingat Nathan Robertson pernah mengungkapkan dalam suatu wawancara bahwa ia sangat ingin berduet bersama Liliyana Natsir. Gugupkah Robertson besok? Ayo tonton di tvOne…