Facebook Marky Alcala itu asli!!

image

Setelah kemarin duaribuan menerbitkan sebuah artikel mengenai akun Facebook dari bintang muda asal Filipina, Marky Alcana (https://duaribuan.wordpress.com/2013/03/24/ini-dia-facebook-mark-alcala), hari ini muncul kabar yang kurang mengenakan berkaitan dengan artikel duaribuan tersebut. Banyak diantara para pembaca berita duaribuan yang dicopas di Fanpage bulutangkis di Facebook menganggap bahwa akun Facebook Marky Alcala itu palsu, pasalnya tanggal lahir yang tertera di akun tersebut adalah 19 Juni 1996, berbeda dengan tanggal lahir yang duaribuan rilis, yakni 19 Juni 1999.

Meskipun berbeda pada tahun lahirnya, duaribuan bisa memastikan benar bahwa akun Facebook Marky Alcala tersebut asli. Alasan mengapa Mark menggunakan tahun 1996 sebagai tahun lahirnya bisa dibilang logis. Tanpa bertanya pada Mark pun, duaribuan tahu alasannya karena ketika Mark membuat Facebook, saat itu Facebook memang tidak mengijinkan anak berusia dibawah 13 tahun untuk membuat Facebook. Untuk diketahui, Mark membuat akun Facebook sekitar tahun 2009 dimana saat itu berarti usia Mark baru 10 tahun.

Mungkin ngebet karena saat itu lagi boomingnya Facebook, Mark yang berusia 10 tahun akhirnya ‘memalsukan’ tanggal lahirnya dari aslinya 19 Juni 1999 dirubah menjadi 19 Juni 1996 agar Facebook mengijinkannya memiliki akun. Mungkin jengah karena jejaring sosial yang dibuatnya sering dipalsukan seperti kasus Marky Alcala, sang pendiri Facebook Mark Zuckerberg pada tahun 2011 memutuskan untuk menghilangkan aturan batasan usia ini sehingga bayi yang baru lahir pun bisa membuat akun Facebook hari itu juga. Sekarang sudah jelas kan? Akun Facebook Marky Alcala itu benar-benar asli!!

Bagi anda yang mengidolakan Marky tapi sekarang tidak aktif lagi di jejaring sosial Facebook, ada alternatif lain untuk menghubungi Marky Alcala, yakni lewat jejaring sosial Twitter. Akun twitter resmi Marky Alcala adalah @markyalcala1 yang hanya memiliki 70 Followers (mungkin baru akunnya). Sayang, ketika saya melihat tweet yang dikeluarkan Marky di jejaring sosial twitternya itu, ia sepertinya hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa Tagalog (bahasa Inggris kayaknya sedikit). Jadi bagi kalian yang sudah ngirim tweet di Twitter atau kiriman di Facebook Marky, jangan marah ya kalo gak dibalas, mungkin dia tidak paham. Ngirimnya pake bahasa yang simpel aja!

Chat singkat dengan Malvin

Picture1

Tadi siang duaribuan mendapatkan kesempatan yang benar-benar terhormat untuk berkomunikasi dalam waktu singkat dengan ayah dari Mark Alcala, Malvin Alcala. Mantan pemain nasional Filipina itu kemarin saya dikirimi pesan untuk mau diwawancara mengenai sang anak, Malvin yang mulai tenar karena ke’unyu’annya dan hari ini, ia menjawab bersedia. Alhasil, saya pun langsung menanyakan beberapa pertanyaan. Pertama-tama, duaribuan menanyakan sejak kapan Mark mulai tertarik menekuni bulutangkis, lalu beliau menjawab bahwa Mark mulai menekuni dunia ini sejak usia 6 tahun.

“Ketika dia berusia 6 tahun, saya mengajarinya beberapa teknik dasar bermain bulutangkis dan menginjak usia 8 tahun, saya melihat ia sangat antusias sehingga akhirnya saya memberinya latihan bulutangkis yang intensif,” begitu balasan Malvin saat Chat. Karena saya mengira tidak tepat untuk menanyakan hal-hal pribadi mengenai Mark pada Malvin, akhirnya saya memutuskan untuk menanyakan hal berbeda, yakni mengenai Bulutangkis Filipina. Berikut kutipannya.

duaribuan : Untuk Bulutangkis di Filipina, bagaimana pendapat anda mengenai perpindahan kekuatan bulutangkis dari Generasi Asuncion menjadi Generasi Alcala? (Di tahun 90an, Bulutangkis Filipina sempat dikenal di kancah internasional lewat generasi Asunction, dimana saat itu Minarti Timur menjadi pelatih disana)

Malvin : Bagi saya hal tersebut berkaitan dengan satu generasi ke generasi lain. Di tahun 90an, Asunction bersaudara berhasil membuat Filipina dikenal di dunia bulutangkis khususnya di nomor ganda campuran dan sekarang adalah waktu dimana anak perempuan dan anak laki-laki saya (Alcala bersaudara) melakukan hal yang sama. Mereka adalah salah satu pemain top di negara saya saat ini tapi tidak untuk dunia internasional karena mereka masih terlalu muda. Mereka masih membutuhkan banyak hal untuk dipelajari agar mereka bisa memiliki permainan kelas dunia.

duaribuan : Di tahun 2012 lalu, Federasi Bulutangkis Filipina merekrut nama Rexy Mainaky sebagai kepala pelatih Pelatnas disana. Mengapa mereka memilih Rexy?

Malvin : Kami memilih dia karena kami membutuhkan pelatih bagus dari luar untuk meningkatkan level permainan para pemain kami supaya bisa menjadi pemain kelas dunia. Jadi kami pikir dia adalah orang yang tepat.

Picture2

Seusai jawabannya itu, duaribuan melontarkan pertanyaan mengenai pengganti Rexy saat ini (Rexy kan katanya udah pindah ke PBSI Jakarta). “now Rexy is back to Indonesia, and who your head coach now?” begitu pernyataan saya. Namun terkejutnya saya melihat jawaban dari Malvin, dia ternyata tidak yakin bahwa Rexy kembali ke Indonesia. “Saya tidak tahu mengenai hal tersebut, apakah benar Rexy kembali ke Indonesia? Saya juga memiliki pertanyaan buat anda dan saya harap anda tidak keberatan, bagaimana anda bisa yakin bahwa ia akan kembali ke Indonesia?” begitu tutur Malvin (lihat foto atas). Karena pertanyaan yang seakan memojokan saya itu, ia tidak kembali mengajak saya chat. Entah apa yang terjadi, benarkah Rexy sudah meninggalkan Filipina?