Bao Chunlai ingin Nyanyi dan Acting

BF0M1fLCcAEPkLp

Arena Axiata Cup tahun ini memang bisa dibilang lebih meriah dibanding tahun lalu karena pihak penyelenggara mengikutsertakan beberapa bintang bulutangkis dunia dimana salah satunya adalah Bao Chunlai (foto atas) yang tergabung dalam All Asian Star. Bao memang sudah memutuskan untuk meninggalkan dunia bulutangkis internasional sejak 2011 lalu karena menderita cedera, namun setelah pengumuman yang tiba-tiba itu, ia masih menyempatkan diri tampil di beberapa turnamen dalam negeri di China, diantaranya adalah Liga China.

Dan ketika mendapatkan kesempatan untuk tampil di Axiata Cup, Bao mengaku antusias. Diwawancara disela-sela gelaran turnamen tersebut, Mantan pebulutangkis tunggal putra nomor 2 dunia itu mengaku sering tersenyum karena kembali teringat akan memori perjalanan karirnya sebagai pebulutangkis. Namun meski kembali teringat memori manis itu, Bao mengaku tidak berminat kembali ke turnamen reguler.

“Bermain di Axiata Cup ini membangkitkan memori yang dulu pernah saya rasakan dan nikmati. Namun, saya tidak akan kembali bermain secara aktif lagi. Saat ini saya sudah ‘setengah pensiun’ dan hanya tampil sesekali di Liga Cina,” ujar Bao beberapa hari lalu. Tahun ini, Bao akan menjalani beberapa pertandingan terakhirnya di dalam negeri China dan tahun depan, ia benar-benar akan meninggalkan dunia tepok bulu ini. Rencananya, usai pensiun Bao akan menjadi penyanyi dan aktor. “Begitu tahun ini selesai, saya pun akan resmi pensiun. Waktunya untuk menjalani tahap baru dalam kehidupan. Mungkin saya akan menyanyi dan acting,” tambah pebulutangkis pemilik wajah ‘boyish-looking’ tersebut.

Bicara Axiata Cup

Dalam wawancara singkat itu, Bao turut memuji bahwa turnamen Axiata Cup ini dinilainya sangat menarik, apalagi tim yang diikutinya, All Asian Star merupakan gabungan dari berbagai pemain di beberapa negara. “Benar-benar menarik melihat bagaimana pihak panitia penyelenggara bisa meluncurkan ide seperti ini dengan mengundang kami, dari negara yang berbeda dan disatukan menjadi satu tim,” ujar Bao.

“Ide untuk menggabungkan pemain-pemain dari latar belakang yang berbeda-beda sangat besar artinya dan saya juga enjoy menjadi bagian dari tim. Saya bisa menikmati bermain ganda dengan Tarun (Kona – India) meskipun kami mengalami sedikit kesulitan dalam berkomunikasi,” tutup Bao mengomentari duetnya dengan Tarun Kona yang kemarin sukses menundukkan pasangan Filipina, Joper Escueta-Ronel Estanislao dua gim langsung, 21-17, 23-21.

Bagi anda yang ingin melihat bagaimana kisah perjuangan Bao Chunlai menghadapi hidup selama perjalanan karirnya yang penuh liku, anda bisa membaca di artikel duaribuan akhir tahun lalu, Bao Chunlai : Ini Bukan Akhir, Ini permulaan (https://duaribuan.wordpress.com/2012/12/30/bao-chunlai-ini-bukan-akhir-ini-permulaan)