Thailand siap mengguncang Axiata Cup

1349_10151246375149500_2139649393_n

Kekuatan bulutangkis baru di Asia Tenggara, Thailand sepertinya akan menjadi batu ganjalan terbesar bagi Tim Indonesia menjelang turnamen Axiata Cup 2013. Hal ini disinyalir setelah performa para pemain Thailand di turnamen All England 2013 lalu sangat mengejutkan, dimana rising star mereka, Ratchanok Intanon sudah bisa mencapai partai Final di usia yang masih sangat muda (18 tahun) dan pemain tunggal putranya (Tanongsak) mampu meladeni pemain nomor 1 dunia, Lee Chong Wei.

Selain mengirimkan dua rising star mereka itu, Skuad Thailand lain yang diboyong ke Surabaya antara lain Jawara Singapura Terbuka, Boonsak Ponsana (foto atas), Jawara Indonesia Open Sudket Prapakamol-Saralee Thongthoungkam, pemain berusia 16 tahun Busanan Ongbamrungphan dan Ganda campuran yang pernah menduduki peringkat 6 dunia, Songphon Anugritayawon-Kunchala Voravichitchaikul.

Boonsak Ponsana yang akan memimpin Tim Bulutangkis Thailand punya komentar tersendiri mengenai arti turnamen ini buat Tim mereka (secara dia lebih dewasa). Selain tidak munafik mengatakan bahwa Tim nya mengincar total hadiah yang besar, Ia juga menambahkan bahwa keikutsertan Timnya di turnamen ini akan mendapatkan pengalaman yang besar. “Pemain nasional kami tidak memiliki banyak kesempatan untuk bermain dengan para pemain papan atas, jadi Axiata Cup menjadi dorongan yang besar bagi tim kami untuk mendapatkan pengalaman bermain dengan para pemain terbaik dunia,” kata Boonsak.

Selain mengancam posisi Jawara Axiata Cup, Thailand juga sepertinya akan menjadi ganjalan terbesar Indonesia di SEA Games Myanmar 2013. Hal ini pun sudah diakui oleh Rashid Sidek, pelatih tunggal Malaysia yang berkomentar di situs thestar. “Bulutangkis Thailand dulu berada di bawah kami (Malaysia – red) untuk kawasan Asia Tenggara. Sekarang, saya melihat mereka sebagai favorit untuk meraup banyak emas pada SEA Games bulan Desember di Myanmar.”

Untuk pemain sendiri, Rashid menilai bahwa Ratchanok dan Tanongsak adalah dua nama yang patut diperhitungkan saat ini. “Ratchanok adalah tiga kali juara dunia junior tapi dia bukan satu-satunya pemain tunggal putri yang Thailand miliki. Mereka memiliki tiga atau empat pemain lain yang berada di belakangnya,” jelas Sidek berkomentar. “Sementara itu Tanongsak kini menunjukkan bahwa ia mampu menjadi pengganti pebulutangkis senior mereka, Boonsak Ponsana. Mereka sekarang benar-benar menunjukkan bahwa mereka patut diperhitungkan dalam persaingan bulutangkis dunia,” tutup Sidek. Thailand kini sudah berlari untuk mengejar ketertinggalannya di dunia bulutangkis dari negara-negara tetangganya di Asia Tenggara, lalu bagaimana dengan Indonesia?

duaribuan