Christo mandiri usai keluar Cipayung

24561_100697039965699_7864462_n

Didepak dari Pelatnas Cipayung, Christopher Rusdianto kini bertekad tetap berkarir di bulutangkis lewat jalur mandiri. Didukung oleh sang ayah yang juga mantan Sekjen PB PBSI, Yacob Rusdianto, pemain yang kerap dipanggil Christo ini akan menggandeng Tri Kusuma Wardana untuk kembali bertarung di tiga turnamen kelas Challenge di Perancis, Finlandia, Kroasia dan Belanda untuk menaikkan rankingnya.

Menjelang keempat turnamen yang berdekatan itu, Ia dan sang pasangan sedang mengurus Visa ke Eropa. “Saat ini, saya dan Trikusuma sedang mengurus visa ke Eropa. Ada beberapa turnamen yang harus kami ikuti,’’ terang Christopher. Dengan terus mengejar poin ini, diharapkan akhir tahun 2013 ia sudah bertengger di 40 besar dunia. “Semua itu saya lakukan untuk mengejar target bisa masuk 40 besar dunia di akhir 2013,” tambah Christo.

Setelah mengikuti  mengikuti rangkaian turnamen di Eropa itu, dia akan hengkang ke Jakarta untuk mendapatkan lawan tanding (sparring) yang berkualitas agar pemainannya makin bagus. “Saya akan ikut latihannya Koh Alvent,” ungkap pemain yang berasal dari PB Suryanaga Surabaya itu. Untuk tambah pengetahuan saja, Alvent, Christo dan Dana (panggilan akrab Trikusuma Wardana) disponsori oleh sponsor yang sama, yakni Reinforce Speed (RS). Alvent telah memakai pakaian RS untuk mengikuti tour Eropa kemarin, sementara Christo dan Dana, bisa anda lihat dari foto dibawah ini, mereka juga telah menggunakan baju bermerk RS.

chris-trik

Selain berbicara mengenai tour Eropa dan rencana untuk berpindah ke Jakarta, Christo juga sempat membeberkan mengenai kekecewaannya usai ditendang keluar Pelatnas Cipayung tanpa diberi tahu alasannya. Ia bahkan baru tahu bahwa ia dikeluarkan dari Cipayung lewat jejaring sosial twitter. Berikut kutipan wawancara dengan Christopher Rusdianto.

Sekarang masih rutin latihan terus?

Ya. Sehari dua kali. Saya harus bisa menjaga kondisi karena setelah ini ada beberapa turnamen yang saya ikuti di Eropa. (fisik Christo terlihat kekar dibandingkan saat berlaga di Superliga Badminton Indonesia awal Februari lalu).

Sekarang kan sudah tak di pelatnas. Bagaimana perasaannya?

Awalnya sih agak beda. Tapi lama-kelamaan akan terbisa. Wajar karena sejak 2008 saya sudah berada di pelatnas Cipayung.

Bagaimana tahunya Christopher sudah tak berada di pelatnas?

Awalnya dari Andrei (Adistia) yang baca di twitter. Saya tetap belum percaya karena kan belum ada suratnya. Saya kemudian tanya ke Kok Chris (Christian Hadinata). Tapi, dia melemparkannya ke pelatih. Jadi, saya pun tak mendapat jawaban pasti. Tanya ke Kak Rexy (Mainaky), dia tak di Indonesia.

Terus jawaban yang diterima?

Sampai sekarang pun saya belum menerima alasan apa saya tak di pelatnas lagi. Bahkan, SK (Surat Keputusan) pun sampai sekarang, saya belum tahu.

61118_148547708513965_2036098_n

Apakah ada hubungannya dengan status Ayah anda yang tak lagi menjabat sebagai Sekjen?

Saya kira tidak ada dan saya tak berpikiran seperti itu. Jabatan Bapak kan sekarang malah lebih tinggi (Ketua Dewan Penasihat PB PBSI).

Kecewakah anda dengan hal tersebut?

Kecewa pasti ada. Mekanisme saya masuk ke pelatnas kan pakai SK. Tapi, kok saat tak lagi di sana, SK nya tak dikasihkan ke saya. Kini konsentrasi saya hanya berlatih dan mengikuti turnamen guna mengangkat kembali peringkat saya. Hanya dengan prestasi dan peringkat yang baik, saya bisa menunjukkan bahwa saya juga mampu meraih prestasi di luar pelatnas.

duaribuan