Tontowi-Liliyana Pertahankan Gelar Juara

butet cs h6 all4a

Juara bertahan asal Indonesia, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir berhasil mempertahankan gelar Juara All England usai malam tadi mengalahkan pasangan China, Zhang Nan-Zhao Yunlei di babak Final dengan skor 21-13, 21-17. Hasil ini membuat mereka menjadi ganda campuran Indonesia pertama yang meraih gelar Juara All England dua kali beruntun.

Dikutip dari situs Badminton Indonesia, Liliyana mengaku bahagia bisa mempertahankan gelar Juara. “Senang sekali kami bisa mempertahankan gelar juara, ini adalah sejarah untuk Indonesia. Kami bangga bisa memberikan yang terbaik,” ujar pemain berusia 27 tahun itu.  Sementara itu, Tontowi yang diwawancara dalam kesempatan yang sama terlihat sangat bahagia karena persiapan yang matang terbayarkan sudah. “Alhamdulillah dan Alhamdulillah, kami bahagia sekali hari ini, persiapan yang matang menuju All England akhirnya terbayar dengan gelar juara All England yang kedua,” kata pria yang kerap dipanggil Owi itu.

Tontowi memang patut berbahagia karena penampilannya di partai Final malam tadi sangat taktis dan tidak terburu-buru. Hal ini juga diakui oleh sang partner, Liliyana Natsir. “Tontowi tampil beda, dia tidak terburu-buru seperti sebelumnya. Dia juga terlihat lebih yakin, sabar dan tenang, jadi saya di depan lebih fokus. Kita benar-benar mengendalikan permainan dan lawan ikut irama kami,” jelas Liliyana memuji partnernya. Owi yang ditanya mengenai hal tersebut juga mengaku sangat konsentrasi dalam bermain. “Kalau dari saya pribadi, tadi memang konsentrasi sekali, tidak mau terlalu menggebu-gebu, yang penting fokus dapat satu demi satu poin dulu,” kata pemain kelahiran Banyumas itu.

20130310-1704-cn2q6250

Sementara itu, lawan mereka yang merupakan pasangan Juara Dunia dan Juara Olimpiade itu mengaku kecewa karena kalah. “Kami sangat kecewa karena kalah tapi kami akan mendapat banyak pengalaman dari pertandingan ini dan kembali belajar dari kesalahan kami itu. Secara keseluruhan, ini menjadi hari yang baik buat China.”

World Championsip

Keberhasilan mempertahankan gelar Juara ini menjadi modal besar buat mereka untuk menghadapi turnamen bergengsi lain tahun ini, Kejuaraan Dunia 2013 yang rencananya akan digelar di Guangzhou, Agustus mendatang. “Saya berharap kami bisa meningkatkan permainan kami, sehingga kami bisa menjuarai turnamen besar selanjutnya, World Championship,” tutur Liliyana.

Tapi sejarah penyelanggaraan World Championship ataupun Olimpiade sama sekali tidak memihak Juara All England dalam 10 tahun terakhir. Berikut adalah ketidakcocokan Juara All England dengan Kejuaraan Dunia/Olimpiade di tahun yang sama.

  • Tahun 2003, Juara All England diraih oleh Zhang Jun-Gao Ling, namun Juara Dunia tahun itu diraih oleh Kim Dong Moon-Ra Kyung Min.
  • Tahun 2004, All England diraih oleh Kim-Ra, namun Olimpiade dimenangkan Zhang-Gao.
  • Di tahun 2005, All England diraih oleh Nathan Robertson-Gail Emms, namun Juara Dunia tahun itu diraih oleh Nova Widianto-Liliyana Natsir.
  • Tahun 2006, All England diraih oleh Zhang-Gao, namun Juara Dunia diraih oleh Emms-Robertson.
  • Setahun kemudian, Gao yang berpasangan dengan partner barunya, Zheng Bo berhasil meraih gelar All England 2007, sayangnya mereka harus kalah di Final Kejuaraan Dunia 2007 oleh Nova-Liliyana.
  • Zheng-Gao yang kembali menjuarai All England di tahun 2008, namun mereka gagal menjuarai Olimpiade yang justru dimenangkan oleh Lee Hyo Jung-Lee Yong dae.
  • Tahun 2009, ganti He Hanbin-Yu Yang yang menjuarai All England mengalahkan Ko Sung Hyun-Ha Jung Eun, namun Juara Dunia justru diraih oleh Thomas Laybourn-Kamilla Rytter Juhl yang mengalahkan Nova-Liliyana di Final.
  • Tahun 2010, Zhang Nan-Zhao Yunlei berhasil menjadi Juara All England, namun Juara Dunia diraih oleh Zheng Bo-Ma Jin.
  • Tahun 2011, Xu Chen-Ma Jin menjuarai All England, dan rekan senegaranya, Zhang Nan-Zhao Yunlei yang meraih Juara Dunia.
  • Tahun lalu, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir menjuarai All England 2012, namun Juara Olimpiade diraih oleh Zhang Nan-Zhao Yunlei.

Tahun ini, apakah Tontowi-Liliyana bisa mematahkan mitos tersebut? Bagi saya, sama seperti Om Richard, terserah siapa yang juara, yang penting Indonesia…