All England Round 2 Review

20130307-1751-cn2q0690

Para nonunggulan yang kemarin mengalahkan unggulan di babak pertama All England tidak begitu saja mulus melanjutkan langkah mereka di babak kedua. Sebut saja pebulutangkis Korea, Bae Youn Ju (foto atas) yang kemarin sukses menyingkirkan Juara bertahan sekaligus unggulan pertama dalam turnamen ini, Li Xuerui, di babak kedua malam tadi tumbang di tangan pebulutangkis asal Jepang, Eriko Hirose dalam battle selama 1 jam 14 menit.

“Seharusnya saya bermain lebih menyerang dan tidak bermain defensif karena lawan saya tinggi,” begitu ungkapan kekecewaan Bae yang ditemui usai pertandingan. Dari statistik pertandingan, tercatat kebanyakan perolehan poin dari Hirose berasal dari poin smash (24 smash winner). “Ini adalah pertandingan yang sangat sulit karena banyak reli-reli panjang. Dia (Bae Youn Ju – red) sangat kuat, tapi saya senang karena saya menang,” kata Hirose mengomentari kemenangannya.

Selain Bae, penjegal yang tumbang di babak pertama adalah Chou Tien Chen yang dikalahkan oleh pemain Indonesia, Tommy Sugiarto dalam pertandingan singkat 31 menit yang berakhir dengan skor 21-12, 21-8.  Di nomor ganda putra, penjegal Ko Sung Hyun dan Lee Yong Dae, Johannes Schoettler dan Ingo Kindervater gagal melangkah ke babak delapan besar usai dikalahkan oleh pasangan Malaysia, Hoon Tien How-Tan Wee Kiong dua gim langsung, 15-21, 15-21.

“Kami tidak menemukan permainan kami. Mereka bermain sangat baik dan kami punya masalah dengan pergerakan kami. Saya sedikit kecewa,” ujar Schoettler usai pertandingan. Masih di nomor ganda putra, Pasangan Polandia yang kemarin mengalahkan pasangan Hong Wei-Shen Ye, di babak kedua malam tadi dibantai oleh pasangan Taiwan, Chen Hung Ling-Lu Chia Bin dalam pertarungan ketat tiga gim, 22-20, 21-23, 18-21.

Di nomor ganda putri, Bao Yixin dan Tian Qing yang Rabu lalu mengandaskan Unggulan kedua Christinna Pedersen dan Kamilla Rytter Juhl, malam tadi juga tergusur oleh rekan satu negaranya, Cheng Shu-Zhao Yunlei. Kalah 17-21 di gim pertama, Bao dan Tian memutuskan untuk mundur saat kedudukan 6-11 di gim kedua.

Pia : Mereka belum matang

20130308-0008-CN2Q1610-639x492

Pasangan Ganda Putri No 1 Indonesia, Pia Zebadiah dan Rizky Amelia Pradipta (foto atas) melaju ke babak delapan besar kejuaraan All England 2013 usai mengalahkan ganda putri Korea yang dua kali menjadi Juara Dunia Junior, Lee So Hee-Shin Seung Chan dua gim langsung, 21-12, 21-17. Menurut penuturan Pia, pasangan Korea itu sebenarnya bagus, tetapi pukulan mereka belum matang. “Mereka sebetulnya pasangan yang bagus, tetapi banyak pukulan yang belum matang. Selain itu mereka juga belum bisa mengatur permainan.”

Pia dan Rizky menjadi satu-satunya wakil Indonesia di babak delapan besar hari ini setelah dua ganda Indonesia lainnya, Greysia Polii  dan Anggia Shitta Awanda kalah dari Ma Jin-Tang Jinhua (China) serta Anneke Feinya Agustin-Nitya Krishinda Maheswari yang ditumbangkan oleh Miyuki Maeda-Satoko Suetsuna (Jepang).

Di nomor ini, kejutan datang dari pasangan Malaysia, Vivian Kah Mun Hoo-Khe Wei Woon yang mengalahkan pasangan Korea unggulan keempat, Eom Hye Won-Jang Ye Na lewat rubber game 21-13, 17-21, 21-17. Untuk partai perempat final yang akan berlangsung malam nanti, berikut adalah keempat partai yang disajikan di nomor ganda putri.

  • Wang Xiaoli-Yu Yang (China) vs Jung Kyung Eun-Kim Ha Na (Korea)
  • Vivian Kah Mun Hoo-Khe Wei Woon (Malaysia) vs Miyuki Maeda-Satoko Suetsuna (Jepang)
  • Pia Zebadiah-Rizky Amelia Pradipta (Indonesia) vs Ma Jin-Tang Jinhua (China)
  • Cheng Shu-Zhao Yunlei (China) vs Duanganong Aroonkesron-Kunchala Voravitchitchaikul (Thailand)

Indonesia temui lawan berat

20130307-1827-CN2Q0789-639x492

Dominasi Indonesia di nomor ganda campuran kembali terjadi kejuaraan All England 2013. Dari 5 wakil Indonesia yang tampil di Kejuaraan ini, 4 diantaranya berhasil melenggang ke babak 8 besar. Mereka adalah pasangan Juara bertahan, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir (foto atas), Muhammad Rijal dan Debby Susanto, Fran Kurniawan-Shendy Puspa Irawati dan Markis Kido-Pia Zebadiah Bernadet. Di babak Perempat Final malam nanti, keempat pasangan Indonesia berjumpa lawan yang tidak mudah.

Di babak 8 besar hari ini, Owi dan Butet yang memegang misi mempertahankan gelar yang diraihnya tahun lalu harus mendapatkan tantangan dari Juara Eropa, Robert Mateusiak-Nadiezda Zieba. Meskipun secara peringkat mereka lebih unggul, Owi dan Butet tidak mau meremehkan siapapun lawannya. “Kami memang tak mau meremehkan siapapun lawan kami, walau kelasnya dibawah tapi kami tetap waspada,” ungkap Liliyana di situs PB PBSI.

Di Poll bawah, selain Owi dan Butet, ada Markis Kido-Pia Zebadiah Bernadet yang sukes menggenggam tiket 8 besar usai menaklukkan pasangan Korea, Shin Baek Cheol-Jang Ye na dua gim langsung, 21-11, 21-18. “Kami sudah menekan lawan sejak awal permainan, jadi mereka tidak berkembang,” kata Kido mengomentari pertandingannya itu. Malam nanti, Kido dan Pia bertemu lawan yang tidak mudah, Sudket Prapakamol dan Saralee Thongthoungkam. Pertemuan terakhir berlangsung ketat, dimana Sudket dan Saralee menang 17-21, 21-8, 21-18.

20130307-1640-CN2Q0545-639x492

Di Poll atas, tantangan berat ada di pundak Muhamamad Rijal-Debby Susanto dan Fran Kurniawan (foto atas)-Shendy Puspa Irawati yang masing-masing harus bertemu unggulan pertama, Xu Chen-Ma Jin dan unggulan kelima, Zhang Nan-Zhao Yunlei. Untuk pertandingan besok, Debby mengaku akan bermain lepas karena lawan mereka lebih diunggulkan. “Kami akan main lepas, nothing to lose saja. Mereka lebih dijagokan,” ujar Debby dikutip dari situs PB PBSI.

Sementara itu, Fran Kurniawan yang ditemui di kesempatan berbeda mengaku optimis bisa menang dari pasangan Juara Olimpiade itu. “Pertemuan sebelumnya kami kalah, tapi kami bisa mengimbangi permainan mereka dan skornya tipis. Saat itu kami terlalu terburu-buru hingga kalah, semoga besok bisa menang,” kata Fran tegas.

Fran dan Shendy membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan ketiga asal Malaysia, Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying dalam duel dua gim langsung, 21-15, 21-17. Menurut penuturan Goh, mereka kalah karena tidak mendapat feel dalam bermain. “Kami tidak dapet feel nya di permainan hari ini, permainan depan saya juga kurang bagus. Fran/Shendy memiliki serangan cukup baik dan pertahanan mereka juga kuat.”

Chong Wei masih berharap tampil di Rio

20130307-1902-CN2Q0829-1-639x492

Setelah kemarin nyaris tersingkir dari All England, malam tadi di babak 16 besar, Lee Chong Wei kembali menampilkan permainan aslinya di depan penonton National Indoor Arena Birmingham. Ketika melawan pebulutangkis China, Wang Zhengming, Lee berhasil menang 21-17, 21-19 untuk memegang tiket delapan besar. “Saya bermain lebih fokus,” begitu kata Lee usai pertandingan.

Selain mengemukakan kegembiraannya bertarung di All England, Lee juga menyatakan bahwa ia masih berharap untuk bisa bermain di Olimpiade Rio tahun 2016 mendatang. “Saya akan mencoba dua tahun lagi (mungkin sampai Asian Games Incheon). Jika saya bebas dari cedera maka saya akan mencoba bermain disana (Rio 2016),” tambah peraih dua perak di Olimpiade Beijing dan Olimpiade London itu. Seperti kita tahu, meskipun Lee Chong Wei berstatus pemain No. 1 Dunia dengan rentetan raihan Superseries, Lee belum sekalipun mencicipi gelar bergengsi seperti emas Olimpiade, gelar Juara Dunia maupun gelar di level regional seperti SEA Games maupun Asian Games.

Di poll bawah, peraih medali perunggu Olimpiade London, Chen Long berhasil menginjakkan kaki di babak 8 besar usai menundukkan pemain Jepang, Takuma Ueda dua gim langsung, 21-15, 21-10. Dalam wawancaranya bersama Badminton England, unggulan kedua itu menuturkan bahwa salah satu penyebab kekalahan pemain China babak awal karena penerbangan jauh yang melelahkan.

“Cukup banyak pemain kami harus terbang dari Asia ke Eropa dan mungkin itu melelahkan, sehingga mereka tidak menunjukkan bentuk permainan terbaik mereka,” kata Chen. Tampilnya ia lebih dulu di turnamen Jerman Terbuka membuatnya bermain lebih siap dengan kondisi Eropa. “Saya telah bermain di Jerman jadi saya meraih lebih baik,” tambah pemain berperingkat 2 dunia itu.

20130308-0042-CN2Q1666-639x492

Di babak Perempatfinal hari ini, Chen akan berjumpa dengan pemain India, Kashyap Parupalli (foto atas) yang mengejutkan berbagai pihak dengan menumbangkan unggulan ketujuh, Kenichi Tago dua gim langsung, 21-18, 21-12. “Saya menang karena saya menyerang lebih baik darinya. Tago sangat baik, tapi shuttlecock meluncur lebih cepat sehingga cocok dengan permainan saya,” ungkap Kashyap yang menduduki peringkat 9 di Ranking BWF.

Selain Tago, unggulan lain yang tumbang di babak 16 besar malam tadi adalah Sony Dwi Kuncoro. Melawan Jan O Jorgensen, Sony mengaku mengalami cedera sehingga memutuskan mundur di kedudukan tertinggal 7-11. “Saya kesakitan di lapangan. Daripada dipaksakan lebih baik saya mundur, takutnya malah nanti lebih parah,” kata Sony dikutip dari situs PB PBSI.

Ketika ditanya apakah ini cedera lama, Sony mengaku bukan. “Ini bukan cedera yang sama dengan sebelumnya, beda lagi. Sepertinya karena faktor udara dingin, jadi badan saya kaku,” jelas Sony. Dengan mundurnya Sony, Indonesia hanya diwakili oleh Tommy Sugiarto di babak 8 besar. Berikut adalah partai-partai di nomor tunggal putra yang dipertandingkan di babak Perempat Final malam nanti.

  • Lee Chong Wei (Malaysia) vs Nguyen Tien Minh (Vietnam)
  • Tommy Sugiarto (Indonesia) vs Tanongsak Saensombonsuk (Thailand)
  • Chen Jin (China) vs Jan O Jorgensen (Denmark)
  • Kashyap Parupalli (India) vs Chen Long (China)

Tine masih penjegal China

20130307-2105-CN2Q1088-639x492

Tine Baun (foto atas) menunjukkan bahwa dirinya masih pantas disebut penjegal China ketika ia sukses melengserkan pemain muda China, Li Han, dua gim langsung, 21-13, 22-20. “Aku sangat senang ketika berada di lapangan ini satu hari lagi,” begitu kata Tine mengomentari kemenangannya. “Aku merasa sangat baik di lapangan, saya bisa memainkan semua pukulan saya tanpa masalah. Saya tahu apa yang harus saya lakukan dan saya tidak takut padanya. Semua pemain China memiliki level permainan yang tinggi jadi saya tidak takut kalah,” tambah Juara All England 2008 dan 2010 itu.

Di babak Perempat Final malam nanti, Tine akan berhadapan dengan pemain yang baru-baru ini disebut penjegal China, Lindaweni Fanetri. Linda berhasil meraih tiket 8 besar usai menumbangkan pemain Thailand, Porntip Buranaprasertsuk dua gim langsung, 21-14, 21-10. Berbeda nasib dengan Linda, Wakil Indonesia lainnya, Bellaetrix Manuputty harus tumbang di tangan unggulan kedua, Saina Nehwal dua gim langsung, 16-21, 11-21. Menurut sang pelatih, Liang Chiu Shia, kekalahan Bella disebabkan karena ia tidak mampu menahan permainan cepat yang diterapkan Saina.

Di nomor tunggal putri ini, persaingan terlihat sangat ketat karena 8 pemain yang ada di babak Perempat Final berasal dari negara yang berbeda-beda dan China hanya menyisakan satu wakil, yakni Wang Shixian yang malam nanti akan bentrok dengan Saina. Berikut adalah partai perempat final di nomor tunggal putri.

  • Eriko Hirose (Jepang) vs Sung Ji Hyun (Korea)
  • Lindaweni Fanetri (Indonesia) vs Tine Baun (Denmark)
  • Ratchanok Intanon (Thailand) vs Juliane Schenk (Jerman)
  • Wang Shixian (China) vs Saina Nehwal (India)

Boe-Mogensen pulang

20130307-2223-CN2Q1347-639x492

Kejutan terbesar yang terjadi di babak 16 besar malam tadi datang di nomor ganda putra. Dua unggulan teratas di nomor ini, yakni Mathias Boe dan Carsten Mogensen (foto atas) dan Koo Kean Keat-Tan Boon Heong gagal melangkah ke Perempat Final usai ditaklukkan masing-masing oleh ganda China, Liu Xiaolong-Qiu Zihan dan ganda Thailand, Maneepong Jongjit-Nipitphon Puangpuach.

Boe dan Mogensen kalah dengan skor yang sangat ketat, yakni 21-11, 11-21, 25-27. “Ini adalah partai yang sangat ketat, terutama di akhir pertandingan,” kata pasangan Denmark. Kemenangan Liu-Qiu menjadikan mereka satu-satunya wakil China yang tersisa di kejuaraan All England tahun ini. Malam nanti, Liu-Qiu akan berjumpa dengan pasangan veteran Malaysia, Mohd Zakry Abdul Latief-Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari untuk memperebutkan satu tiket Semifinal.

Sementara itu, Koo Kean Keat dan Tan Boon Heong yang berstatus unggulan kedua, juga harus tergusur dari All England 2013 malam tadi usai ditaklukkan pasangan baru Thailand, Maneepong Jongjit-Nipitphon Puangpuach dua gim langsung, 17-21, 18-21. “Saya belum pernah bermain melawan mereka. Mereka adalah pasangan baru yang benar-benar menyulitkan kami. Saya tidak pernah berpikir kami akan kalah dari mereka,” kata Koo Kean Keat yang ditemui usai pertandingan.

Dengan kekalahan ini, keberlangsungan duet Malaysia itu terancam. Pasalnya, jika hingga Kejuaraan Dunia Agustus mendatang, mereka tidak menunjukkan permainan yang bagus, pihak Bulutangkis Malaysia berencana memisahkan duet yang berhasil meraih medali emas di Asian Games 2006 dan gelar All England 2007 itu. Untuk nomor ganda putra, Berikut adalah partai-partai yang akan dipertandingkan pada babak Perempat Final malam nanti.

  • Liu Xiaolong-Qiu Zihan (China) vs Mohd Zakry Abdul Latif-Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari (Malaysia)
  • Hoon Tien How-Tan Wee Kiong (Malaysia) vs Muhammad Ahsan-Hendra Setiawan (Indonesia)
  • Kim Ki Jung-Kim Sa Rang (Korea) vs Hiroyuki Endo-Kenichi Hayakawa (Jepang)
  • Chen Hung Ling-Liu Chia Bin (Taiwan) vs Maneepong Jongjit-Nipitphon Puangpuach (Thailand)
Iklan