Tuan Rumah siap kejutkan China

20130305-2135-CN2Q7504-672x496

Unggulan teratas di nomor ganda campuran kembali akan mendapat lawan yang tangguh dalam turnamen All England. Setelah tahun lalu Zhang Nan dan Zhao Yunlei tumbang ditangan Chris Adcock dan Imogen Bankier, tahun ini ganti  Pasangan Xu Chen dan Ma Jin akan berjumpa dengan pasangan andalan tuan rumah yang lolos dari babak kualifikasi, Chris Adcock dan Gabrielle White. Dilansir dari situs Badminton England, Adcock dan White berencana untuk mengejutkan pasangan peringkat 1 Dunia itu.

Chris Adcock dan Gabrielle White mendapatkan tiket ke babak utama usai mengalahkan dua wakil di babak kualifikasi, yakni Max Schwenger-Carla Nelte (Jerman) dengan 21-10, 21-14 dan pasangan baru Rusia, Vladimir Ivanov-Valeria Sorokina dengan 21-8, 21-17. Dijadwalkan, sesaat lagi Adcock dan White akan berjumpa dengan Xu dan Ma.

“Kami tidak ada tekanan meskipun berjumpa dengan pasangan peringkat 1 dunia. Kita akan menjalaninya,” ujar White. “Kita bisa melihat dari hasil positif yang kami petik hari ini. Kami bermain bagus dan akan melanjutkannya besok (hari ini – red). Kami akan memberi kejutan kepada World No #1,” tambah White.

Meskipun pasangan yang baru, Adcock dan White pernah berjumpa dengan pasangan asal China itu di Perempat Final Korea Open Superseries Premier 2013 bulan Januari lalu. Pada pertemuan itu, Xu dan Ma menang dalam dua gim langsung, 21-13 dan 21-17. Akankah Tuan Rumah membuat kejutan seperti tahun lalu? Kita nantikan sesaat lagi..

Tanpa Wakil di nomor Tunggal

20130305-2329-CN2Q7702

Di nomor tunggal putra dan putri, Tuan Rumah Inggris tidak memiliki wakil di babak utama. Salah satu andalan mereka, Rajiv Ouseph harus gugur di babak Final Kualifikasi oleh pemain India, Sourab Varma dua gim langsung, 13-21, 18-21. Padahal berdasarkan statistik, Ouseph unggul 12-7 di gim pertama.

“Sebenarnya ini adalah kesempatan yang baik untuk lolos ke babak utama tapi saya kecewa karena saya bermain tidak bagus. Saya harus bekerja lebih giat untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di turnamen selanjutnya,” ujar Ouseph. Menurut pemain yang mewakili Britania Raya di Olimpiade London ini, Verma adalah pemain yang punya kepercayadirian tinggi ketika mendapatkan beberapa poin.

“Dia adalah salah satu pemain yang jika mendapatkan beberapa poin akan meningkat kepercayadiriannya dan membuatnya bisa mengontrol permainan meskipun saya mencoba merubah pola permainan,” tambah pemain kelahiran 30 Agustus 1986 itu.
Hal ini terbukti ketika Ouseph yang memimpin 12-7, berbalik tertinggal 12-19 sebelum akhirnya kalah 13-21.

Di gim kedua, Ouseph mencoba lebih agresif, tetapi Varma punya pertahanan yang baik, sehingga andalan tuan rumah itu kalah 18-21. “Saya mencoba lebih agresif di set kedua tetapi pertahanannya sangat baik. Sebenarnya saya perlu sedikit sabar, tetapi karena terburu-buru, akhirnya sering mati sendiri,” ujar Ouseph.

Ouseph adalah salah satu pemain berbakat yang ditelurkan oleh Mantan pelatih Inggris, Kenneth Jonassen yang tahun lalu memutuskan untuk pulang ke Denmark (mungkin berkaitan pula dengan kisruh bulutangkis Inggris). Menurut penuturan Ouseph, Jonassen adalah orang yang sangat membantunya mencapai posisinya saat ini (World No #11). “Sayang sekali Kenneth pulang, padahal ia benar-benar membantu saya menjadi seorang pebulutangkis,” ujar Ouseph.

Iklan