Hati-hati dengan King Smash!

wpid-8046169380_3ec82489f1_z.jpg

Apa yang anda ingat ketika mendengar King Smash? Pasti anda terkagum-kagum dengan gerakan smash yang diperagakan oleh Liem Swie King itu, bahkan anda pasti anda mau untuk melakukannya jika anda diberi kesempatan. Tapi, masihkah anda merasa senang ketika mendengar berita ini? King dioperasi karena melakukan gerakan seperti itu.

Dilansir dari Tabloid Bola, Liem Swie King yang di temui beberapa waktu lalu mengaku ingin cepat sembuh pasca operasi tulang panggul yang dilakukannya di Singapura, 13 Januari silam. “Harapan saya, semoga cepat sehat,” begitu kutipan ucapan King dalam Tabloid Bola. Pria yang genap berusia 57 tahun pada 28 Februari lalu dioperasi tulang panggulnya karena sudah aus.

Tulang panggulnya mengalami keausan karena seringnya ia melakukan gerakan eksplosif, yang kemungkinan adalah gerakan King smashnya itu. “Menurut dokter, keausan itu akibat dulu saya sering melakukan gerakan eksplosif,” ujar King. Pasca operasi, ada pantangan yang harus ia taati agar cepat sembuh, yakni ia dilarang untuk melakukan gerakan mengentak.

Dalam rangka merayakan hari ulang tahunnya Om King yang ke 57, berikut adalah beberapa kisah menarik dari sosok Liem Swie King yang duaribuan rangkum untuk anda.

Acara TV khusus

Pada tahun 1983, salah satu stasiun televisi Denmark meneliti dan menayangkan acara khusus untuk membahas King Smash. Mereka menggambarkan gerakan King saat akan melompat. Pergerakan tubuhnya saat melompat lalu menggebuk shuttlecock. Hingga detail-detail saat mendarat untuk mengantisipasi kalau lawan berhasil mengembalikan smes itu. Video King Smash diulang-ulang dan diputar dalam slow motion serta dikaji oleh ahli olahraga setempat. Semua ini untuk mencari cara mengalahkan King serta memotivasi calon-calon atlet bulu tangkis Denmark untuk bisa bermain dengan lebih baik lagi.

arbiking31

Latihan ala King

Saat remaja, King sering berlari mendaki Gunung Muria. Ia juga sering menambah latihan lari pada siang hari dari alun-alun Koto Kudus ke Tanggulangin sejauh 10 km pergi pulang. Setelah menjadi professional, King menambah porsi latihan dasar, terutama skipping (ini modal dasar melakukan lompatan yang tinggi untuk King Smash – kata Om King) dan angkat besi yang ia lakukan 3 kali seminggu (untuk kekuatan menghantam shuttlecock).

Setiap hari ia berlari 60 kali putaran, yang setara dengan 24 kilometer. Ketika libur, King berlatih sendirian, terutama dengan sit-up ratusan kali. Buat kalian yang mau jadi Juara kayak Om King, tuh latihannya, tapi awas jangan ampe aus tulang panggulnya..

Cetak Biru Bulutangkis China

Ketika Liem Swie King berada di puncak kejayaannya, dunia diperkenalkan dengan gaya bermain yang sama sekali berbeda. King memeragakan permainan yang cepat, agresif, bertenaga dengan pukulan andalan variasi permainan net yang mulus dan, tentu saja, smash lompat – King Smash.

Smash model King ini menjadi perbincangan di mana-mana. Tetapi yang paling sibuk merekam gaya permainan King adalah pelatih-pelatih Cina. Dari setiap sudut gaya permainan King ketika sedang bertanding direkam habis. Konon gaya permainan King ini kemudian menjadi semacam cetak biru (acuan) di sekolah-sekolah ataupun pusat pelatihan bulutangkis Cina. Tentu saja dengan penyempurnaan di sana sini. Dengan cetak biru hasil penyempurnaan itu, China berhasil memproduksi pemain bulutangkis yang handal dan akhirnya menguasai olahraga ini.