Tommy : Saya lebih percaya diri

tomy%20h5%20grm7a

Satu-satunya wakil Indonesia di ajang German Open GP Gold 2013, Tommy Sugiarto melenggang ke partai Final turnamen berhadiah USD 200,000 usai menumbangkan unggulan kedua asal Thailand, Boonsak Ponsana di partai Semifinal dalam pertarungan dua gim langsung, 21-19, 21-12. Mengomentari kemenangannya, Tommy mengaku lebih percaya diri.

“Dibandingkan kemarin, hari ini saya tampil lebih percaya diri. Di turnamen ini saya tidak dijagokan untuk ke final dan hari ini saya bisa mengalahkan pemain berpengalaman seperti Boonsak,” ujar Tommy dikutip dari situs PB PBSI. Di gim pertama, Tommy dan Boonsak saling kejar mengejar angka, bahkan sempat terjadi kedudukan seimbang 19-19, namun akhirnya Tommy berhasil menutup kemenangan dengan skor 21-19.

Di gim kedua, Tommy sudah berada diatas angin. Unggul 4-0, pertandingan sempat terhenti beberapa saat ketika Boonsak meminta pertolongan dari medis karena sepertinya mengalami cedera. Di arena RWE Sporthalle, penonton menyoraki Boonsak untuk tetap bertanding. Ia pun kembali ke lapangan dan berhasil menyamakan kedudukan 8-8.

boonsak%20h5%20grm1a

Tommy yang teledor mulai kembali fokus dan berhasil menutup kemenangan dengans kor 21-12 untuk memastikan tiket Final. “Ketika dia ditangani dokter, saya sempat berpikir dia akan retired, sampai-sampai poin saya tersusul dan fokus jadi terganggu. Saat itu pelatih terus mengingatkan kalau saya harus terus konsentrasi,” kata Tommy dikutip dari situs PB PBSI.

Di partai Final yang akan dimulai sore nanti, Tommy akan tampil melawan unggulan teratas sekaligus favorit juara asal China, Chen Long yang di babak semifinal lain mengalahkan Qiao Bin dengan skor 21-8, 21-16. Menghadapi Chen, pelatih Joko Supriyanto mengaku Tommy punya peluang untuk menang, tapi ia harus bermain lebih dari babak Semifinal kemarin.

“Peluang untuk menang tetap ada bagi Tommy, asal dia bisa mengatur tempo dan tidak terburu-buru. Tapi besok Tommy harus lebih mengeluarkan kemampuannya, kalau main seperti di semifinal saja tidak cukup untuk melawan Chen Long,” ujar Joko yang kini menjadi kepala pelatih tunggal putra di Cipayung. Sementara, Tommy yang ditemui usai bertanding, mengaku juga optimis untuk bisa mengalahkan Chen, tetapi ia harus bermain lebih sabar.

 “Dia unggul dengan permainan yang safe, tapi masih ada celah yang bisa ditembus. Besok saya harus lebih sabar dan tidak boleh terburu-buru mau mematikan bola,” ujar Tommy. Dilihat dari rekor pertemuan, Tommy memang tidak pernah menang di tiga pertemuan sebelumnya. Namun, pertandingan antara keduanya sempat berlangsung ketat, seperti yang terakhir terjadi di Hongkong Superseries, dimana saat itu Tommy kalah 18-21, 10-21.

21-19, 19-21, 21-19

image

Di partai terakhir babak Semifinal German Open GP Gold 2013 di Court 1 mempertemukan dua ganda campuran beda bendera, Chris Adcock dan Gabrielle White dari Inggris menghadapi Andrew Kristiansen dan Joulie Houmann dari Denmark. Pertarungan luar biasa selama 65 menit itu akhirnya dimenangkan oleh pasangan Denmark, Kristiansen dan Houmann dengan skor ketat 21-19, 19-21, 21-19.

“Kemenangan hari ini adalah buah dari kerja keras kami,” ujar Houmann mengomentari kemenangannya. “Ketika permainan tidak berjalan sesuai rencana, anda mungkin akan tertekan dan benar-benar hebat ketika dalam situasi itu anda bisa menang. Ini perasaan yang hebat,” tambahnya.

Dalam pertandingan itu, pasangan Denmark selalu berada dalam tekanan. Pasangan Inggris benar-benar mengontrol jalannya pertandingan, terutama White yang selalu memenangkan duel net melawan Houmann. Di gim pertama, Houmann dan Kristiansen yang selalu tertinggal dalam perolehan poin terutama saat kedudukan kritis 18-19 justru bisa meraih tiga poin beruntun untuk menutup gim pertama 21-19.

image

Di gim kedua, pasangan Denmark mengaku bermain lebih baik, namun pada akhirnya Inggris bisa memaksakan rubber game 21-19. Menginjak gim penentuan, Denmark sudah terlihat kalah ketika tertinggal 17-19. Tetapi poin demi poin diraih pasangan Denmark hingga menutup kemenangan dengan skor 21-19. “Really dissapointed with the result today, we lost 19-21, 21-19, 19-21!! Didn’t feel we ever got into our full rhythm today, shame cos still so close!” begitu tweet yang dikeluarkan oleh Adcock di akun twitter pribadinya.

Di partai Final sore nanti, pasangan Denmark akan berjumpa dengan sesama pasangan non unggulan, tetapi kali ini dari Korea, yakni Shin Baek Cheol (foto bawah) yang menggandeng pasangan barunya, Jang Ye Na. Shin dan Jang berhasil meraih tiket Final usai menundukkan pasangan Polandia, Robert Mateusiak-Nadiezda Zieba dalam pertarungan rubber game 21-15, 18-21, 21-18.

image

Final nomor ganda campuran ini mengulang partai Final tahun lalu, dimana bertemu pasangan Denmark dengan Pasangan Korea. Tahun lalu, Thomas Laybourn-Kamilla Rytter Juhl berhasil mengalahkan Lee Yong Dae dan Ha Jung Eun. Tahun ini, Jika Kristiansen dan Houmann berhasil meraih gelar di nomor ganda campuran ini, maka Eropa berhasil mempertahankan gelar ini tiga kali beruntun setelah di tahun 2011, nomor ini dijuarai oleh Chris Adcock dan Gabrielle White dan tahun lalu dijuarai oleh Laybourn dan Juhl.

China pastikan titel Ganda Putra

Tim China berhasil memastikan titel Juara di nomor ganda putra usai berhasil menciptakan All Chinese Final antara Liu Xiaolong-Qiu Zihan yang akan bentrok dengan Chai Biao-Hong Wei. Liu-Qiu menginjakkan kaki di Final usai mengalahkan pasangan Taiwan, Lee Sheng Mu-Tsai Chia Hsin dengan skor 21-19, 21-19 sementara Chai-Hong mengalahkan pasangan Korea, Kim Ki Jung dan Kim Sa Rang rubber game 15-21, 21-19, 21-13.

Hasil ini membuat Hong Wei kembali tampil di partai Final dengan partner yang berbeda, yakni Chai Biao. Tahun lalu, Hong Wei bersama Shen Ye yang tampil di Final sukses meraih gelar juara dengan mengalahkan Chung Jae Sung dan Lee Yong dae lewat pertarungan rubber game 21-19, 18-21, 21-19 selama 65 menit.