Gutta dan Ponappa pecah Kongsi

gutta_ponnappa_reuters

Pasangan peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2011, Jwala Gutta dan Ashwini Ponappa tidak akan berpasangan lagi setelah duet Ponappa dengan Pradnya Gadre dinilai sukses. Sebelumnya, Gutta menuturkan bahwa pasangan Ponappa-Gadre hanya untuk sementara karena dirinya sedang rehat dari bulutangkis.

Sukses duet Pradnya dan Gadre ini dinilai di beberapa turnamen yang mereka ikuti, diantaranya yang tercetar adalah kemenangan duet India ini atas pasangan asal China yang menjuarai Perancis dan Denmark Terbuka, Ma Jin dan Tang Jinhua lewat rubber game 22-24, 21-16, 21-19 di babak 16 besar kejuaraan Malaysia Open Superseries 2013 lalu.

Penyebab lain duet ini tidak berlanjut adalah konflik yang terjadi di Bulutangkis India, dimana Prajakta Sawant mempermasalahkan mengenai seleksi di Timnas Bulutangkis India. Di India, anggota Timnas Bulutangkis kebanyakan diambil dari Akademi Bulutangkis Gopichand yang dimiliki oleh pelatih Timnas India sendiri, Pulella Gopichand. Ini yang dianggap Prajakta tidak adil.

Permasalahan ini juga didukung oleh Jwala Gutta, yang menilai bahwa pemain ganda di India serasa tidak diperhatikan oleh Gopichand. Hal ini terlihat dari banyaknya pemain tunggal baru berbakat yang bermunculan di India, berbanding terbalik dengan pemain gandanya.

Bersama karena senasib

Karena senasib itulah, Jwala bersedia menggandeng Prajakta Sawant sebagai pasangan barunya di nomor ganda putri, menggantikan Ashwini. Seharusnya, mereka memulai debut di German Open pekan ini, namun karena pasangan Gutta di ganda campuran, Diju V ada kepentingan lain, Gutta yang tidak mau tampil di satu nomor, akhirnya batal terbang ke Jerman. Selain itu, alasan lain ketidakberangkatan Gutta ke Jerman karena visa untuk pasangannya di ganda putri, Prajakta Sawant juga belum beres.

diju-gutta-07-ind-yl-sudirmancup2009

Melihat draw All England, Gutta optimis mendapatkan hasil yang baik, terutama di nomor ganda campuran (bersama Diju – foto atas). “Draw di ganda campuran (All England) cukup baik. Kami mungkin bisa memenangkan dua babak pertama. Kami tidak pernah kalah ketika bertemu pasangan Polandia. Jadi ini positif,” kata Gutta dikutip dari NDTV.

Jika benar mereka bisa mengalahkan pasangan Polandia, kemungkinan besar di Perempat Final akan menjumpai Juara bertahan, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir yang menjadi unggulan kedua.

Sementara di nomor ganda putri, ia akan memulai pertandingan di babak kualifikasi. Gutta dan Prajakta akan menghadapi pemain Thailand, Serithammarak Artima-Peeraya Munkitamorn. “Saya tahu saya akan bermain di kualifikasi, tapi tidak apa-apa, saya tahu saya dan Prajakta akan melakukannya yang terbaik,” ungkap Gutta.

Berbicara mengenai partner barunya ini, Gutta mengaku Prajakta Sawant adalah pemain yang berbakat. “Dia punya bakat yang bagus dan ia masih muda (20 tahun). Dia mungkin akan membuat kesalahan (dalam pertandingan), tapi saya sebagai pemain senior akan mendampinginya sehingga dia dapat membuat India bangga di masa mendatang,” katanya.

Gutta menjadi salah satu pemain ganda tersukses India, dimana selain raihan emas Commonwealth Games 2010 dan perunggu Kejuaraan Dunia 2011, Gutta adalah pemain ganda pertama India yang tampil di Olimpiade. Ia membimbing Ashwini Ponappa hingga menjadi pemain yang cukup mapan (meskipun akhirnya Ponappa meninggalkannya). Good luck buat Gutta…