Adcock meminta maaf

526105_532590970095469_898915986_n

Kisruh terjadi saat pertandingan ganda putra antara Chris Adcock-Andrew Ellis melawan pasangan Indonesia, Ricky Karanda Suwardi-Muhammad Ulinuha di babak pertama turnamen German Open GP Gold. Dalam pertandingan yang berlangsung selama satu jam itu, Adcock yang memberikan umpan silang tanggung membuat pasangannya, Ellies terpaksa melindungi organ vitalnya (foto atas) yang nyaris terbentur oleh shuttlecock yang dipukul keras oleh pasangan Indonesia.

Atas kejadian yang tidak diduga oleh Adcock, ia meminta maaf kepada pasangannya, Andrew Ellis secara resmi lewat akun twitternya @ChrisAdcock1. “I also have 2add about this photo, that is was a full stitch up by my terrible cross block! Sorry @andyellis24!!!,” begitu kutipan tweet yang dikeluarkan Adcock mengenai foto diatas.  Selain itu, beberapa tanggapan menarik juga datang kepada foto diatas. Seperti tweet yang dikeluarkan oleh Badminton Europe (@EuropeBEC) yang mengatakan, “We hope you’re fine @andyellis24?” yang dijawab Ellis, “Yeah I am okay! I blame @ChrisAdcock1 for his cross block!! cheers”.

Meskipun masa depannya nyaris suram, tetapi Ellis dan Adcock berhasil mengalahkan pasangan Indonesia itu dalam tiga gim yang sangat ketat dengan skor 21-12, 16-21, 27-25. Sayangnya pasangan peringkat 23 dunia itu gagal melangkah ke Perempat Final usai ditaklukkan pasangan Korea, Kim Ki Jung dan Ki Sa Rang di babak 16 besar dengan skor 19-21, 16-21 dalam 38 menit.

Inggris tempatkan 3 wakil

13197_10151328609694646_194109347_n

Di babak 8 besar turnamen German Open GP Gold 2013, Inggris berhasil menempatkan 3 wakilnya di nomor tunggal putra, ganda putri dan ganda campuran. Di nomor tunggal putra, Rajiv Ouseph berhasil mendapatkan tiket 8 besar usai mengalahkan unggulan 3, Sho Sasaki dari Jepang dalam pertarungan dua gim langsung, 21-13, 22-20. Mengomentari kemenangannya itu, Ouseph mengaku beruntung ketika raket Sasaki putus saat kedudukan 20-20.

“Saya merasa beruntung karena senar raket Sasaki putus saat kedudukan 20-20 dan saya tahu dengan satu match point, saya harus mengambilnya dan akhirnya saya mampu menyelesaikannya,” begitu ujar Ouseph dikutip dari Badminton Europe. Kemenangan ini menjadi modal kepercayadirian yang besar besar buat Ouseph menghadapi babak perempat final hari ini melawan wakil Indonesia, Tommy Sugiarto. “Saya telah mengalahkan tiga pemain Asia pekan ini di Jerman, jadi saya cukup percaya diri saat tampil Perempatfinal besok (hari ini – red),” tambahnya.

Wakil Inggris lain yang akan tampil di babak 8 besar hari ini adalah pasangan kekasih, Chris Adcock-Gabrielle White (foto atas) yang mengalahkan pasangan India, Tarun Kona-Ashwini Ponappa dalam dua gim langsung, 21-13, 21-15. Di babak 8 besar, Adcock dan White akan menantang pasangan China, Zhang Nan-Tang Jinhua.

Selain di nomor ganda campuran, Gabrielle White yang berpasangan dengan Lauren Smith di nomor ganda putri juga berhasil lolos ke Perempat Final. Mereka mendapatkan tiket 8 besar usai mengalahkan wakil Jerman, Birgit Michels-Johanna Goliszewski dalam pertarungan tiga gim, 21-17, 18-21, 21-16. Di babak 8 besar yang berlangsung dini hari nanti, Smith dan White akan berjumpa pasangan Korea unggulan keempat, Jung Kyung Eun-Kim Ha Na.

Kisruh di Bulutangkis Inggris

Jenny+Wallwork+19th+Commonwealth+Games+Day+snHmCtU7s2_l

Jenny Wallwork (foto atas dengan Nathan Robertson) baru-baru ini menyatakan diri gantung raket dari dunia bulutangkis arena merasa tidak dianggap oleh pihak Federasi Bulutangkis Inggris, padahal seperti diketahui, Wallwork memiliki prestasi yang cukup membanggakan di kancah internasional. “Saya merasa tidak punya suara untuk menentukan jalan karir saya dan tidak ada pilihan lain selain keluar dari World Class Performance Programme (program GB Badminton – red),” ujar Wallwork dikutip dari Badzine.

Selain dari Badzine, duaribuan mendapatkan informasi dari BBC bahwa program itu dibuat oleh GB Badminton demi sukses Bulutangkis Inggris Raya di Olimpiade Rio 2016, dimana dalam program itu, Wallwork dipasangkan dengan pemain ganda putri junior Inggris, padahal ia mengaku ingin tampil di nomor ganda campuran. Selain itu, BBC juga mengungkapkan bahwa program ini lebih pro kepada para pemain junior, dan pemain yang berpengalaman (contohnya Wallwork) serasa tidak dianggap.

Dalam artikel itu pula, Wallwork mengaku masalah utamanya ada pada Direktur Program itu. “Saya pikir olahraga ini sedang dipimpin oleh orang yang memiliki visi namun sayangnya tidak memperhatikan apa yang dipikirkan oleh atlet. Inilah yang menjadi masalah terbesar,” ungkap pacar Nathan Robertson itu.

Selain Wallwork, sebelumnya ada nama Imogen Bankier yang memutuskan untuk keluar dari Program ini untuk kembali ke Timnas Skotlandia karena mengaku tidak puas dengan manajemen yang ada dalam Program GB Badminton ini. Pelatih Inggris yang berasal dari Denmark, Kenneth Jonassen beberapa bulan lalu juga memutuskan untuk kembali ke Denmark. Dikutip dari Badzine, Jonassen mengaku bahwa ia ingin kembali ke keluarganya di Denmark, tetapi dibalik itu, mundurnya Jonassen juga menyangkut masalah ini.