Liu Ying Goh masih cedera

IMG_0035

Pebulutangkis ganda campuran asal Malaysia, Liu Ying Goh tidak percaya diri menjelang turnamen All England 2013, pasalnya pasangan dari Chan Peng Soon ini mengalami cedera pada lututnya. Meskipun beberapa waktu lalu, ia mengaku cederanya membaik, tetapi Peng Soon justru menyangkal hal itu.

“Lututnya harus disuntik (dengan hylagen) setiap Selasa sore, dan setelah itu ia harus absen latihan pada hari Rabu” ujar Peng Soon. “Ia bisa kembali latihan dengan saya baru pada hari kamis. Hal ini membuat kami tidak konsisten dalam berlatih,” tambah Finalis Malaysia Terbuka itu.

Peng Soon mengaku bahwa mereka berdua tidak dalam performa terbaiknya. “Kami berada di posisi terendah,” ujarnya. Tahun lalu, Peng Soon dan Liu Ying sukses menembus babak Semifinal, sebelum harus dikalahkan sang Juara, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir lewat pertarungan menegangkan 25-27, 16-21.

Selain keraguan di All England, mereka yang menjadi unggulan pertama di turnamen Jerman Terbuka juga ragu untuk menjuarai turnamen berkelas GP Gold itu. “Kami adalah unggulan teratas, tetapi dengan inkonsistensi dan cedera Liu Ying, itu benar-benar sulit bagi saya untuk memberikan jawaban percaya diri,” komentarnya.

Tetap Tampil

Meskipun tidak dalam kondisi yang prima, pasangan andalan Malaysia ini rencananya tetap berangkat ke Jerman dan Inggris. Di Jerman, unggulan teratas ini dihadapkan pada pemain yang berasal dari babak kualifikasi, sementara di All England, mereka harus menghadapi pasangan Patiphat Chalardchaleam-Savitree Amitrapai dari Thailand. Khusus di All England, lawan berat kemungkinan akan mereka hadapi di Perempat Final, yakni pasangan Zhang Nan-Zhao Yunlei.

Konsekuensi untuk tetap tampil memang berat buat Peng Soon, karena ia harus menutupi kelemahan Liu Ying yang sedang mengalami cedera. “Pada bagian saya, saya harus tampil dengan ide baru selama pertandingan, atau lawan kita akan dapat membaca kelemahan kita. Tentu Ini sangat menantang,” ungkapnya.

url

Apa yang dialami Peng Soon sempat juga dialami oleh pasangan Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir, tepatnya di Singapore Open. Saat itu Liliyana baru sembuh 80% dari cedera bahu yang sempat ia derita, tetapi Mereka harus tetap tampil karena turnamen itu adalah salah satu turnamen yang dipergunakan untuk pengumpulan poin Olimpiade.

Saat itu, Liliyana diminta Owi untuk menjaga depan net saja, sementara seluruh lapangan akan ia jaga. “Kala itu saya sempat keluar lapangan, sehingga Owi hanya bermain sendiri. Saya pikir bola nya mati namun ternyata tidak mati, bahkan sudah 3 pukulan,” tutur Butet. Menurutnya, Owi benar-benar berkharisma kala itu.

Di turnamen Singapore Open 2011 itu, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir sukses meraih gelar juara usai mengalahkan pasangan Taiwan, Chen Hung Ling-Cheng Wen Hsing dengan skor ketat 21-14, 27-25 di partai Final. Sebelumnya di babak Semifinal, pasangan Indonesia itu melibas unggulan teratas, Zhang Nan-Zhao Yunlei dengan skor 23-21, 21-16.