Jerman akhiri dominasi Denmark

574450_10151312637934646_839783499_n

Dominasi Denmark dalam turnamen European Mixed Team Championship berakhir kemarin. Di Partai Final yang berlangsung di Ramenskoe, Jerman sukses menggulung juara bertahan itu dengan skor meyakinkan 3-0. Keberhasilan Jerman ini sekaligus membalaskan dendamnya dua tahun lalu, saat harus bertekuk lutut dari Denmark 1-3.

Mengawali pertandingan di nomor tunggal putri, Juliane Schenk tidak perlu belama-lama menuntaskan perlawanan Line Kjærsfeldt dengan skor 21-9, 21-16 hanya dalam 29 menit. Jelas, Line kalah kelas dari Jawara Singapura Terbuka 2012 itu.

“Saya merasa sangat baik dan nyaman hari ini. Line masih muda dan saya tahu pengamalan adalah kunci dalam pertandingan seperti ini dan saya memanfaatkan hal tersebut itu,” ujar Schenk usai memastikan poin pertama bagi Jerman itu.

Di partai kedua, dimainkan nomor tunggal putra. Jerman menurunkan Juara Eropa, Marc Zwiebler sedangkan Denmark menurunkan Hans-Kristian Vittinghus. Di gim pertama, pertarungan berlangsung cukup sengit, namun Zwiebler berhasil mengamankannya 21-17.

Di gim kedua, Zwiebler sepertinya diberikan instruksi oleh pelatih untuk memaksakan rubber game sehingga memperpanjang waktu pertandingan karena partai berikutnya, Schenk harus kembali tampil di nomor ganda putri. Zwiebler pun ‘mengalah’ 7-21 namun di partai penentuan, Zwiebler membalasnya dengan skor telak 21-8 untuk memastikan keunggulan Jerman 2-0.

182659_10151312637049646_852138518_n

Memimpin 2-0, Jerman semakin percaya diri. Di partai ketiga, Jerman kembali menurunkan Juliane Schenk yang kali ini dipasangkan dengan Birgit Michels. Mereka berjumpa dengan pasangan peringkat 4 dunia, Christinna Pedersen-Kamilla Rytter Juhl.

Juhl dan Pedersen masih terlihat mendominasi permainan saat unggul 11-7 hingga 17-14, namun Michels dan Schenk (foto atas) dengan sabar meraih 5 poin beruntun hingga balik memimpin 19-17 dan berhasil menutup gim pertama 21-19.

Menutup gim pertama 21-19, Birgit Michels dan Juliane Schenk makin percaya diri di gim kedua. Mereka unggul jauh 16-8 dan menutup kemenangan 21-15 sekaligus memastikan kemenangan pertama Jerman dalam ajang European Mixed Team Championship 2013.

Holger Hasse : Kami Pantas Menang

20130217-1430-cn2q6064

“Kami bekerja keras dan memang pantas untuk menang,” begitu lantangnya kepala pelatih Bulutangkis Jerman, Holger Hasse yang mengantarkan anak didiknya sukses meraih gelar juara di EMTC 2013. Hasse juga menambahkan, kemenangan anak didiknya atas Jerman membuktikan bahwa saat ini, Jerman memiliki pemain kelas dunia.

“Kami memiliki pemain kelas dunia dan mereka membuktikan ketika berhasil melawan tim kelas dunia Denmark. Hari seperti ini membuat anda pasti merinding,” tuturnya.

Bulutangkis Jerman memang sedang diliputi kebahagiaan yang luar biasa. Selain memiliki Juara Eropa Marc Zwiebler, Jerman juga memiliki Juliane Schenk yang sukses menjadi tunggal terbaik Eropa, tunggal putri Eropa kedua yang meraih gelar Superseries (Singapore Open), serta sukses menghantarkan tim putri Jerman meraih medali emas di European Women’s Team Championship 2012 di Amsterdam.

Jerman memang baru dalam dunia ini. Menurut situs bulutangkis Jerman, mereka baru fokus untuk membina cabor setelah cabor ini resmi dipertandingkan di Olimpiade pada tahun 1992. “Orang Jerman mau belajar mengenai hal-hal baru. Mereka tidak ragu untuk belajar dari negara lain,” begitu tutur Dede Dewanto, pelatih bulutangkis Jerman yang berasal dari Indonesia.

7431982514_b94420c1f3

Tanpa banyak diketahui, Jerman ternyata sangat serius meneliti Bulutangkis. “Rekan saya di Jerman mengatakan bahwa mereka terus melakukan pengembangan bulutangkis melalui sport science. Jerman merupakan negara maju yang memiliki teknologi canggih, mereka memanfaatkan apa yang mereka punya untuk membangun bulutangkis,” ungkap Hadi Nasri.

Berbagai aspek mereka teliti dengan serius, mulai dari otot tangan dan kaki, nafas, detak jantung dan sebagainya. Selain aplikasi sport science, kunci utama keberhasilan mereka mengembangkan bulutangkis karena ada keseriusan untuk belajar dan mereka punya komitmen untuk maju.

Kalah, Boe masih bercanda

Tim Denmark adalah Tim tersukses sepanjang pergelaran turnamen EMTC ini. Selama kurang lebih 16 tahun, Denmark tidak pernah terkalahkan dalam turnamen yang digelar setiap tahun ganjil ini. Tapi kemarin, negeri Skandinavia ini akhirnya harus merelakan gelar EMTC berpindah ke Jerman usai ditaklukkan Jerman 0-3.

BDUO70vCMAAoJNx

Dibalik kekalahan itu, Boe masih saja bisa bercanda dengan kawan satu timnya. Lihat saja kelakuan Mathias Boe saat sesi foto usai pertandingan. Dengan santainya, Boe memposisikan tangannya di kepala Mogensen (seperti foto diatas). Fischer Nielsen yang berada di samping Boe turut tersenyum melihat hal tersebut.

Kekalahan Denmark di Ramenskoe masih bisa dimaklumi. Pasalnya mereka meninggalkan Jan O Jorgensen dan Tine Baun untuk persiapan All England, sementara ganda-ganda mereka, seperti Mathias Boe dan Carsten Mogensen rumornya sedang sakit flu.