Rusia – Perlahan Tapi Pasti

imagine33

Perlahan tapi Pasti, itulah kalimat yang tentu pas untuk Bulutangkis Rusia. Negara pecahan Uni Sovyet ini akhirnya sukses meraih medali pertama kali di cabang olahraga Bulutangkis pada Olimpiade London 2012 lalu. Apa yang terjadi pada Rusia adalah hasil kerja keras, disamping adanya keberuntungan akibat skandal olimpiade.

Rusia memang tidak dikenal sebagai negara bulutangkis, tetapi mereka dengan sabar membangun Bulutangkis di negeri mereka. Tidak seperti Myanmar, yang dengan lantang menginginkan beberapa Cabor dihapus dari SEA Games 2013 dengan alasan yang tidak sopan, melanggar sportifitas olahraga.

Tidak dicoretnya bulutangkis dari Olimpiade mungkin juga merupakan salah satu jasa Rusia. Sebagai negara besar dan berpengaruh (termasuk di olahraga), Rusia punya koneksi luas yang pada akhirnya membuat IOC tetap mempertahankan olahraga yang dipertandingkan sejak 1992 itu.

Sebenarnya bagaimana bulutangkis di Rusia, apa yang membuatnya tumbuh begitu cepat? Mereka melahirkan Juara Eropa, meraih medali di Olimpiade sampai menyalip negara-negara yang sebelumnya terkenal di Bulutangkis. Berikut kita simak ulasannya.

Atik Jauhari

Setelah meninggalkan India, mantan pebulutangkis yang pernah berpasangan dengan Christian Hadinata ini terbang ke Moscow untuk bergabung bersama Bulutangkis Rusia pada September 2011. Dikutip dari situs Federasi Bulutangkis Rusia, Atik akan bekerja sama dengan pelatih disana untuk mempersiapkan atlet di turnamen yang akan datang.

Badminton_team_russia_women_6285_www.fotosturmas.lt (1)

Atik sendiri sangat terkesan saat pertama kali melihat para pemain Rusia berlatih. “Kekuatan fisik mereka luar biasa dan dengan semangat juang yang sangat baik, Rusia memiliki potensi menjadi salah satu kekuatan bulutangkis terkemuka,” begitu tuturnya.

Lewat racikan Atik, Saina Nehwal saat ini menjadi salah satu tunggal putri papan atas. Akankah akan muncul bintang baru dari Rusia lewat racikan Atik?

Ketertarikan

Percaya atau tidak, Bulutangkis ternyata adalah salah satu cabang olahraga yang diminati di Rusia. Sayang, mereka belum memiliki sistem pembinaan yang maksimal, fasilitas yang kurang dan pelatih yang belum memenuhi standar minimal. “Sebenarnya banyak orang muda yang begitu tertarik dengan olahraga ini,” begitu ucap Andrei Antropov, Deputi Kepala Federasi Bulutangkis Rusia.

Menurut Federasi Bulutangkis Rusia, tercatat sudah ada 40 tim di usia sekolah yang berkompetisi di Rusia. Hal ini menunjukkan bahwa popularitas bulutangkis di Rusia sudah sangat baik. “Saat ini telah ada sekitar 40 tim yang berkompetisi di tingkat usia sekolah, saya berharap angka itu semakin meningkat nantinya,” tambah Antropov.

7700023880_1e2f0b97fa_z

Bulutangkis bagian dari Kurikulum

Di Rusia, Bulutangkis dimasukkan ke dalam kurikulum Pendidikan Jasmani mulai tahun lalu. Inilah salah satu bentuk keseriusan Rusia terhadap pembangunan Bulutangkis.

“Federasi Bulutangkis telah menandatangani kesepakatan dengan Menteri Pendidikan untuk merekomendasikan semua sekolah di Rusia untuk memasukkan Bulutangkis ke dalam bagian dari Pendidikan Jasmani,” ujar Sergey Shakhrai, Presiden Federasi Bulutangkis Rusia.

Rusia menganggap Bulutangkis sebagai salah satu olahraga yang memiliki segudang manfaat. “Bulutangkis adalah olahraga termurah untuk dijalankan dan membawa risiko cedera yang kecil. Olahraga ini membantu mengembangkan semua kelompok otot, termasuk otot-otot kepala. Selain itu, anak laki-laki dan perempuan dapat bermain bulutangkis bersama-sama (mixed double – red),” begitu kalimat yang dikutip dari RT.com.

Selain manfaat itu, salah satu alasan yang paling kuat mengapa Rusia gencar membangun olahraga ini karena ternyata Bulutangkis membantu mengurangi efek buruk pada mata akibat terlalu sering bekerja di depan komputer.

Presiden mendukungnya

med_2055397c

“Orang yang bermain bulutangkis adalah orang yang berani membuat keputusan yang cepat,” ungkap Medvedev, Mantan Presiden Rusia yang kini menjabat Perdana Menteri. Mungkin ia adalah presiden pertama yang berani terang-terangan mempromosikan Bulutangkis di muka umum.

Pernyataan Medvedev langsung diikuti oleh seluruh bawahannya. Pihak Militer Rusia yang terkenal hebat memutuskan untuk mewajibkan prajuritnya untuk bermain bulutangkis pada November 2011, karena olahraga ini dinilai membantu meningkatkan kekuatan otot yang berguna untuk melempar granat, pisau dan sebagainya.

Berkaitan dengan program militer Rusia ini, sempat juga dengar rumor bahwa Rusia memesan peralatan bulutangkis dengan jumlah besar dari Indonesia dimana sebagai gantinya, Indonesia mendapatkan beberapa alat persenjataan baru dari Militer Rusia.

Kerja keras dan terutama perhatian dari pemerintah adalah hal terpenting yang membuat Rusia bisa menjadi salah satu kekuatan baru yang perlu diperhitungkan di duniua Bulutangkis, khususnya di kawasan Eropa..