Jorgensen bicara Wanita Idaman

Badminton World Magazine - 2012 Episode 3.mp4_001449480

Senyum Jorgensen mengembang tatkala Badminton World menyanyakan mengenai kriteria sosok wanita idamannya. Selain senyum yang tiba-tiba muncul, suaranya yang biasanya lebih tinggi berubah sedikit melembut, sehingga membuat saya sendiri lumayan sulit mendengarnya. Sebenarnya, bagaimana kriteria sosok wanita Idaman menurut Jorgensen?

“Setidaknya harus good looking,” itulah yang terdengar jelas saat pertama kali saat Jorgensen menjawab pertanyaan itu. Kalimat selanjutnya membuat saya agak kebingungan menerjemahkannya, tapi yang lucu, ia mengakhiri jawabannya dengan kata-kata, “I dont know,” diikuti dengan tawanya lagi. Kata-kata itu lumayan lugu untuk pria dengan wajah sangar seperti Jorgensen.

Dengan muka yang bisa dibilang good looking, Harusnya Jorgensen mudah untuk mendapatkan pacar. Tetapi melihat begitu banyak tato di tubuhnya yang menggambarkan kebebasan, salah satunya tato Merpati, saya cukup yakin untuk mengatakan bahwa saat ini Jorgensen memang lebih menyukai kesendirian dan kebebasan.

Selain menanyakan mengenai sosok kriteria wanita idaman, Badminton World juga memberikan beberapa pertanyaan menarik lain seputar kehidupan Jan O Jorgensen.

Favourite Superseries

Tentu saja Denmark Open, tapi aku juga senang bermain di Jepang karena saya sangat menyukai Tokyo. Saya juga terkesan ketika bermain di Indonesia, di Istora Senayan, itu adalah tempat yang luar biasa. Singapore juga tempat yang menarik. Tapi yang terfavorit tetap Denmark Open.

Sporting Idol

Saya sangat mengidolakan Taufik, Peter (Gade) dan juga Lin Dan karena mereka adalah pemain yang luar biasa. Ketika melihat di luar Bulutangkis, saya menilai Roger Federer adalah olahragawan yang menakjubkan, ia berhasil meraih berbagai gelar juara.

Funiest Moment

Bisa dibilang tidak lucu, tapi ketika saya selesai dari Jepang Terbuka, saya harus tinggal di Singapura beberapa waktu karena saya merusak paspor saya.

Badminton World Magazine - 2012 Episode 3.mp4_001446120

Saat ini Jorgensen adalah pemain tunggal putra terbaik Eropa, setelah pensiunnya Peter Gade. Karirnya makin menanjak usai berhasil meraih titel Denmark Open 2010 dengan menundukkan Taufik Hidayat di Final.

Berstatus Juara bertahan, Jorgensen kembali tampil di Denmark Open 2011. Tetapi suatu ketakutan membuatnya memilih mundur di Perempat Final karena ia merasakan sesuatu yang aneh pada jantungnya. “Aku cukup takut pada waktu itu karena saya benar-benar bisa mendengar dan merasakan jantungku berdebar dua kali lebih cepat dari biasanya,” ungkap Jorgensen dikutip dari situs bwfbadminton.com.

Setelah menerima penjelasan Dokter, Jorgensen mengaku lega karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan. “Dokter mengatakan jantung saya lebih besar dari ukuran yang seharusnya karena latihan yang saya lakukan. Tapi tidak ada yang serius akan hal tersebut,” lanjutnya.