Keluar Pelatnas, Ini Curhatan Gideon

thumb-gp agri cs 1l2

Setelah Bulutangkis lega karena dalam voting akhirnya tetap dipertandingkan di Olimpiade 2020, kembali datang kabar lain yang juga membuat kita terkejut. Gideon Markus Fernaldi, pemain spesialis ganda putra dari Pelatnas memutuskan untuk keluar dari Pemusatan Latihan yang bertempat di Cipayung itu.

Jika kemarin malam, duaribuan merilis berita singkat soal keluarnya Gideon dengan alasan emosi anak muda semata, berkaitan dengan teguran pelatih yang menganggap permainan Gideon tidak berprospek, kali ini Gideon lewat akun twitternya @markusfernaldiG menjelaskan dengan gamblang alasan ia memutuskan untuk keluar dari tempat yang menjadi idaman para pebulutangkis di seluruh tanah air.

“Saya bukan ngambek, cuman menanyakan saja kenapa saya gak berangkat (ke All England) trus ada pemain yang rankingnya dibawah saya berangkat, mereka berangkatnya 2 lagi,” begitu tweet pertama Gideon yang menjelaskan kronologis keluarnya ia. Berkaitan dengan tidak diberangkatkannya ia, Gideon pun berbicara dengan pimpinan klub yang menaunginya (PB Tangkas Specs) disela-sela turnamen Djarum Superliga Badminton 2013 lalu. PB Tangkas akhirnya mengirimkan surat kepada PBSI mempertanyakan mengenai masalah ini.

Selain PB Tangkas, PB Jaya Raya Jakarta yang menaungi partner Gideon, Agripinna Prima Rahmanto Putra sebenarnya juga ingin bersama-sama mengirimkan surat kepada PBSI, namun kenyataannya mereka tidak mengirim. Pengiriman surat itulah yang menjadi permasalahan di Cipayung. Pelatih menjadi tidak suka dengannya. “Setelah itu pelatih menjadi gak suka sama saya. latihan didiemin, disuruh (sama) tembok, trus mau maen aja gak boleh. Apakah masih sanggup disana kalo begitu trus,” begitu tulisan salah satu tweet Gideon.

Sebenarnya kalo kita runut, permasalahannya juga diawali dari Gideon sendiri, pelatih pasti punya alasan kenapa pasangan yang dibawahnya itu (kemungkinan Ricky-Ulin) yang dikirim ke All England, sementara Gideon-Agri tidak. Pengiriman pemain (apalagi ke tour Eropa) kalau tidak membuahkan hasil, akan sia-sia saja uangnya, itu menurut pendapat saya.

thumb-agrics1r4321psd

Sementara sang pasangan, Bang Agri lewat akun twitternya @gragri_ justru menyayangkan mengenai ranking mereka yang sudah lumayan tinggi (Rank 28 saat ini). “Bukan gitu, masalahnya sayang ranking saya dengan Gideon sudah lumayan tinggi,” begitu bunyi tweet yang menjawab mention dari @lutfiahmaratul. Agaknya pernyataan Agri ini yang membuat saya sedikit jengkel , kenapa atlet sekarang menilai bahwa Ranking 1 selalu nomor 1, bagaimana dengan Lin Dan? Adakah ia dijajaran 10 besar? Ini olahraga, apapun bisa terjadi di lapangan, karena Kualitas lah yang menentukan.

Tidak lolos Seleksi Alam

Keluarnya Gideon karena masalah tersebut, memperlihatkan bahwa ia tidak lolos seleksi alam yang ada di Pelatnas. Beberapa pekan lalu, Susi menceritakan mengenai kisahnya menjuarai Olimpiade dalam program Kita Bisa Kompas TV. “Juara itu satu, kalo kamu mau juara ya kamu harus berlatih lebih dari yang lain,” begitu ujar Susi. Mau tidak mau kalau mau jadi Kampiun, modalnya harus latihan. Kalaupun di Pelatnas kita didiamkan, berlatihlah sendiri walaupun sparringnya adalah tembok kamar.

thumb-gregi72q3

Selain heboh mengenai kisah Gideon, malam tadi beberapa pemain pratama rasanya juga tidak bisa lolos seleksi alam. Sebut saja tweet keluaran Setyana Mapasa di akun twitternya @setyana3. “bye-bye Badminton,” begitu tweet pemain yang bermain di nomor tunggal putri. Belum diketahui alasannya, tetapi Setyana sempat menjawab mention dari @GuideNattaporn (dari namanya orang Thai nih) seperti ini, “now play so bad.. never train, stop lah hehehe …” (sekarang bermain jelek.. tidak pernah berlatih, akhirnya berhenti).

“no good for inter.. i dont know yet hehe..” begitu jawaban kedua dari Setyana atas mention dari @GuideNattaporn (tidak bagus di tingkat internasional.. saya tidak tahu kenapa). Selain Setyana, pemain ganda putri Melvira Oklamona juga membuat tweet yang tidak mengenakan hati. “Allah aja gak bisa ngasih yang kita mau.. apalagi pelatih.. hahahaha..”

Pernyataan Oklamona itu menurut saya sangat tidak terpuji. Ditilik dari segi bahasa, sama saja ia tidak percaya kepada Allah dan orang tuanya sendiri (dalam hal ini pelatih). Jika Allah tidak memberi apa yang kita inginkan saat ini, itu karena Allah menganggap saat ini kita belum membutuhkan hal tersebut, atau kita perlu lebih mendekatkan diri kepadaNya untuk mendapatkan hal tersebut (bekerja lebih keras misalnya).

Jika para atlet Pelatnas masih terus saja memikirkan emosi dan ego-nya masing-masing, dipastikan seleksi alam akan terus terjadi. Siapa yang bermental Juara lah yang tetap akan berada di Pelatnas…