Superliga di Tabloid Bola

2013-02-12 15.46.30

Chou Tien Chen masih menjadi headline dari beberapa koran Nasional, termasuk Tabloid Bola yang sempat saya baca hari ini. Kemenangannya atas pebulutangkis Malaysia, Mohd Arif Abdul Latif menjadi penentu kemenangan PB Musica Champions atas Malaysia Tigers dalam turnamen Djarum Superliga Badminton 2013.

Dalam Tabloid Bola edisi 11-13 Februari itu, Chou Tien Chen  mengaku tidak mau disebut sebagai pahlawan Tim Musica Champion, karena kemenangan Musica adalah kemenangan semua pemain. “Saya bukan pahlawan. Pahlawan tim Musica adalah semua pemain, bukan saya saja,” ucap Chou. (Stamina) Saya sebenarnya juga sudah mulai habis. Tetapi, karena dukungan penonton, saya bisa bertahan hingga menyelesaikan pertandingan dengan baik,” tambahnya.

Masih tentang Chou, perlu ada koreksi mengenai artikel dalam Tabloid tersebut. Dalam kolom mengenai Chou Tien Chen itu (foto atas), tanggal lahir Chou ditulis 1 Agustus 1990, padahal dilansir dari berbagai situs, diantaranya Wikipedia maupun Victor, Chou Tien Chen lahir pada tanggal 8 Januari 1990.

Dilansir dari fanpage resmi Chou Tien Chen, Pemain bertubuh jangkung (180 cm) itu mulai pekan depan akan berangkat untuk mengikuti tour Eropa selama satu bulan, mulai dari Austria (20-23 Feb), Jerman (26 Feb-3 Mar), Inggris (5-10 Mar) dan Swiss (12-17 Mar).

Selain membahas kemenangan Musica Champion, Bola juga membahas mengenai kemenangan tim putri Jaya Raya Jakarta yang sukses menekuk Unisys Badminton Club Japan dengan agregat 3-2 setelah sebelumnya tertinggal 0-2. Firda lah yang memulai kemenangan Jaya Raya dengan mengalahkan Shizuka Uchida 21-13, 21-18. “Saya hanya berprinsip ingin membayar kepercayaan itu dengan tampil optimal. Hasilnya saya bisa menang dan memperpanjang nafas Jaya Raya,” kata Firda.

Kemenangan Firda dilanjutkan oleh Anneke Feinya Agustin-Nitya Krishinda Maheswari yang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Kemenangan Jaya Raya dipastikan oleh Bellaetrix Manuputty yang mengalahkan Aya Ohori dalam rubber game 21-17, 19-21, 21-13. “Saya hanya berpikir main bagus saja, tidak berpikir kalah atau menang. Memang sangat berat, tetapi hasilnya saya bisa menang dan mengantarkan Jaya Raya juara. Wah, lega rasanya,” tutur Bella.

Yoppy Rosimin siapkan terobosan

2013-02-12 15.46.03

Selain membahas kemenangan Musica Champion dan Jaya Raya Jakarta, Tabloid Bola juga melakukan wawancara dengan Direktur Superliga, Yoppy Rosimin mengenai keberlanjutan penyelenggaraan Superliga ini.

Penilaian anda tentang Djarum Superliga tahun ini?

Liga sudah berjalan sukses. Selamat kepada klub Jaya Raya dan Musica Champion yang menjadi juara. Terima kasih kepada semua panitia yang telah bekerja dengan baik. Kalau ada satu dua kekurangan rasanya wajar dan itu akan menjadi masukan bagi kami untuk diperbaiki agar di masa datang menjadi lebih baik lagi. Terutama menyangkut rekruitmen pemain dan tim asing.

Apa benar superliga akan digelar tiap tahun?

Benar. Rencananya Djarum Superliga Badminton akan digelar setiap tahun pada bulan Februari. Hal ini karena badan bulutangkis dunia, BWF, sudah tidak lagi menyelenggarakan babak kualifikasi Piala Thomas dan Piala Uber. Ada slot waktu kosong yang bisa dimanfaatkan.

Tidak khawatir kualitas menurun?

Kami akan terus berusaha di masa mendatang, kualitas pesertanya harus tetap dijaga.

Ada rencana memanggil klub-klub terkuat dari China atau Denmark, misalnya?

Rencananya tetap ada untuk menambah wakil asing, namun tidak mudah untuk mendatangkan wakil asal China atau Denmark.

Soal penunjukkan tuan rumah?

Menyangkut tuan rumah, ya, demi pemerataan dan memberi kesempatan kota lain. Kandidat yang kami pilih diantaranya Yogyakarta, Bandung, atau Palembang. Kota-kota ini memiliki atmosfer bulutangkis yang kuat.

Ada terobosan lain agar superliga berjalan lebih berbobot?

Selain hadiah akan ditingkatkan, kami memiliki ide baru agar klub-klub lokal peserta liga tidak sampai tekor dalam mengikuti ajang ini. Idenya adalah mungkin dari pendapatan tiket bisa dibagi ke peserta liga dengan porsi yang proporsional. Ide ini akan kami pikirkan agar semua bisa mendapat manfaat dari ajang Superliga ini.

Chou Tien Chen juga ada di Jawa Pos

2013-02-12 15.54.23

Pembahasan mengenai Chou Tien Chen juga ada di Harian Jawa Pos yang terbit hari ini. Sebanyak tiga kolom menceritakan mengenai kemenangan Musica yang dipastikan oleh Chou. “Saya tadi tegang dan sangat tergesa-gesa untuk segera mengakhiri pertandingan. Dampaknya malah banyak mati sendiri,” begitu komentar Chou yang dikutip dari kolom kedua artikel tersebut.

Ketegangan Chou itu bahkan terlihat tatkala sudah unggul 19-17 namun Arif bisa menyamakan kedudukan menjadi 19-19. Syukurlah, akhirnya Chou masih tetap memenangkan pertandingan itu. “Tadi seharusnya dia main lebih fokus. Namun, syukurlah akhirnya Chen (Chou Tien) bisa kembali fokus dan merebut kemenangan penting yang mengantarkan Musica juara,” ungkap mantan Juara All England, Heryanto Arbi.

Jawa Pos juga mencantumkan kemenangan PB Jaya Raya Jakarta yang sukses menggondol gelar di nomor putri. Dari artikel di harian itu, Ketua Harian PB Jaya Raya, Retno Kustiah mengaku senang liga Indonesia ini dimenangkan oleh klub Indonesia sendiri. “Kemenangan ini sekaligus menyelamatkan Indonesia. Namanya liga Indonesia kok juaranya dari luar negeri. Tentu tidak lucu,” ungkap pemain era 60an yang sukses menggondol gelar juara All England 1968 itu.