Gideon keluar Pelatnas

url5

Kabar mengejutkan tiba-tiba datang dari Pelatnas Cipayung. Pebulutangkis ganda putra, Gideon Markus Fernaldi menyatakan mundur dari Pelatnas Cipayung. Kepastian ini dilansir dari twitter pribadi miliknya @markusfernaldiG. Partner bermainnya, Agripina Prima Rahmanto Putra atau biasa dipanggil Agri mengaku masih tidak percaya akan mundurnya pemain yang masih berusia 21 tahun itu.

Dikutip dari akun resmi @markusfernaldiG, sekitar beberapa jam yang lalu ia mengeluarkan pernyataan bahwa ia memutuskan untuk mundur dari Pelatnas. “Info : saya mengundurkan diri dari pelatnas. terima kasih,” begitu tweet Gideon. Sebelumnya, ia juga mengeluarkan tweet yang berisi ucapan terima kasih kepada para teman dan pelatih di Cipayung.

“Thanks to all my friends, coaches and especially to my partner @gragri_ for every moment we’ve been through, see you on the other side!,” tulisnya. (Terima kasih kepada semua teman,, pelatih dan terutama pasangan saya @ gragri_ untuk setiap saat kita lalui, kita bertemu lain kesempatan).

Alasan mundurnya pemain kelahiran Jakarta, 9 Maret 1991 itu karena mengaku ada masalah dengan pelatih, kemungkinan ada ketidakcocokan dengan pelatih baru. Di slot pelatih hasil rombakan Rexy, Herry IP tetap menjadi kepala pelatih, namun sekarang di asisteni oleh Aryono Minarat dan Chafidz Yusuf.

Tapi melihat tweet-tweet yang dikeluarkan Gideon, kemungkinan besar hanya masalah emosi anak muda semata. Diketahui ternyata masalahnya sang pelatih sempat mengungkapkan bahwa Gideon dianggap tidak berprospek, sehingga tetap diperam di Cipayung dan tidak dikirim ke All England. Karena hal itu, kemungkinan Gideon emosi dan akhirnya langsung memutuskan keluar Cipayung alias ngambek.

Sementara partner bermainnya, Agripinina Prima Rahmanto putra membalas tweet yang memention nama Agri. Agri mengaku masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Gideon. “Still can’t accept you doing this,” jawab Agri. (Masih tidak percaya dengan apa yang kamu lakukan).

Tidak menyalahkan, tapi memang saat ini mental dan emosi pemain lah yang saat ini membuat pebulutangkis Indonesia tidak pernah berjaya di kancah Internasional. Buat Gideon, Jika ini memang pilihan yang terbaik, kita doakan kamu lebih sukses di luar Pelatnas…