Bulutangkis aman di Olimpiade 2020

_65841575_wrestling2_getty

Cabang olahraga Bulutangkis tetap aman di Olimpiade 2020 setelah hari ini, International Olympic Committee (IOC) memutuskan untuk mencoret cabang olahraga Gulat (wrestling) dari Olimpiade. Meskipun dicoret, Gulat masih bisa mendapatkan posisinya kembali saat digelarnya pemungutan suara penentuan cabor Olimpiade 2020 pada bulan September mendatang.

Sebelumnya, duaribuan ingin memperjelas berita yang beberapa waktu saya kabarkan. duaribuan sempat menginformasikan bahwa penentuan cabang olahraga alias voting cabor baru memang dilaksanakan pada September mendatang, sementara yang dilaksanakan oleh IOC hari ini adalah penetapan cabang olahraga yang dicoret.

Dan akhirnya Gulat resmi dicoret dari keikutsertaannya sebagai salah satu cabang olahraga Olimpiade. Sementara beberapa cabang olahraga yang sebelumnya dikabarkan akan dicoret, seperti Bulutangkis, Taekwondo dan Pancalomba akhirnya tetap dipertandingkan hingga Olimpiade 2020.

Dalam rapat yang digelar di Lausanne, Swiss, sempat terjadi debat akibat skandal Olimpiade yang menimpa cabang olahraga Bulutangkis, dimana empat pasangan ganda putri mengalah demi berjumpa lawan yang mudah di babak selanjutnya. Tetapi akhirnya bulutangkis tidak jadi dicoret. Bulutangkis sendiri tidak memiliki masalah soal rating televisi maupun penonton, karena kita tahu bahwa Cabang olahraga ini lebih populer daripada Tenis di negeri Inggris sendiri.

Gulat berat kembali

Baseball dan Softball telah menerima akibat yang buruk akibat kegagalan mempertahankan posisinya di Olimpiade, setelah dicoret tahun 2005. Selain ditiadakannya cabang olahraga ini di beberapa ajang multievent di berbagai region, akibat lain yang paling memukul cabor ini adalah berhentinya intensif dari IOC dan sponsor untuk turnamen tertentu.

Gulat hari ini mendapatkan kisah yang mirip serupa dengan Baseball dan Softball. Setelah dicoret sebagai cabor Olimpiade, Gulat masih bisa kembali menjadi bagian dari keluarga besar Olimpiade, tetapi perjuangannya akan berat. Gulat harus bersaing dengan 7 cabang olahraga lain, yakni Karate, Sepatu Roda, Panjat Dinding, Squash, Wakeboarding, Wushu dan juga Baseball/Softball. Penentuan cabor baru yang akan direkrut menjadi bagian dari Olimpiade 2020 akan diputuskan pada bulan September di Buenos Aires.

Buat Indonesia, tentu cabang olahraga Sepatu Roda menjadi yang paling menjanjikan, karena dalam SEA Games 2011, cabor ini menjadi cabang olahraga yang menyumbang medali emas paling banyak. Wushu juga punya prospek yang baik buat indonesia karena kita memiliki para atlet Wushu yang berkualitas dan mampu bersaing. Jika cabang ini dipertandingkan di Olimpiade, tentu Indonesia punya kans bagus meraih medali di cabor selain Angkat Besi dan Bulutangkis.

Sampai kapan Bulutangkis terus cemas?

SN_Vs_MY_part8 - YouTube.flv_000358000

Setiap dilakukan voting untuk pemeringkatan cabang olahraga yang akan dicoret, cabang olahraga idola kita, Bulutangkis seolah-olah diposisikan selalu berada di bawah dan terbayang-bayang kata-kata dicoret, karena kita menganggap bahwa cabang olahraga ini dianggap tidak terlalu mendunia. Pertanyannya, sampai kapan cabor ini akan terus cemas?

BWF memang memperbaiki citra bulutangkis selama kurang lebih 7 tahun belakangan. Dimulai dari perubahan sistem poin dari 15 menjadi 21, beberapa negara akhirnya bisa memunculkan idola baru, seperti Jerman dan India, meskipun pada keseluruhan, negara-negara seperti China, Korea dan Denmark tetap mendominasi olahraga ini. Lalu, bagaimana agar olahraga ini tetap menjadi bagian dari Olimpiade, seperti renang, atletik atau sepakbola yang kemungkinan besar tidak akan pernah dicoret?

Jawabannya adalah mempopulerkan olahraga ini. Apakah hanya BWF saja yang berkewajiban? Tentu tidak. Bahkan kalau saya boleh bilang, kita yang mencintai bulutangkis wajib mempromosikan olahraga ini, misalkan kita mulai dengan promosi bulutangkis ke lingkungan kita sendiri. Tanyakan kepada diri anda sendiri, Apakah anda yang menggembar gemborkan bulutangkis agar tetap di Olimpiade sudah melakukan promosi terhadap olahraga ini?

Iklan