Wong Shu Ki jadi Wong Wing Ki

616629_10151969770795206_144045565_o

Kegagalan PB Jaya Raya Suryanaga Surabaya untuk melangkah ke partai final di turnamen Djarum Superliga Badminton 2013 diakibatkan oleh kekalahan pebulutangkis yang direkrut dari Hongkong, Wong Wing Ki dari Mohd Arif Abdul Latif di Semifinal, Jumat lalu.

Kekalahan ini turut membuat tuan rumah kehilangan asa untuk meraih gelar Juara di turnamen berhadiah 1,6 miliar itu. Wong tentu sangat menyesal tidak bisa menghantarkan Jaya Raya Suryanaga ke Final, bahkan banyak yang menyayangkan kenapa merekrut pemain asal Hongkong ini.

Tetapi fakta membuktikan bahwa Wong ini tidak bisa dianggap remeh. Pemain kelahiran Hongkong 18 Maret 1990 ini pernah mengalahkan pemain sekaliber Lee Hyun Il, Chen Jin, Sony Dwi Kuncoro, Du Pengyu hingga Lin Dan dalam satu tahun belakangan.

Kemenangannya atas empat kali Juara Dunia asal China, Lin Dan terjadi dua tahun lalu di turnamen Denmark Open 2011. Di babak 16 besar, ia sukses menggusur Lin Dan dalam pertarungan tiga gim ketat 21-10, 17-21, 21-19 untuk melangkah ke Perempat Final.

Ia membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin dalam olahraga. “Jadi, tidak ada yang tak mungkin. Itu (Denmark Open) menjadi kenangan indah saya. Paling berkesan selama saya menjalani karir,” paparnya. Sayang di babak 8 besar, Wong dikalahkan oleh pemain kidal asal Jepang, Sho Sasaki dalam pertarungan rubber gim, 21-15, 15-21, 7-21.

44615_10150252831275206_4974221_n

Dibalik suksesnya mengalahkan nama-nama besar dalam dunia tepok bulu itu, Wong ternyata punya kisah yang tidak enak mengenai namanya. Sebelum usia 17 tahun, Wong Shu Ki adalah namanya.

Namun di usia ke-17, ia memutuskan untuk merubah namanya menjadi Wong Wing Ki karena menganggap nama Shu memiliki arti yang senada dengan ‘pecundang’ dalam bahasa China. Nama Wing Ki dipilih sebagai nama barunya karena memiliki arti yang cukup bagus, yakni ‘selama-lamanya’.

Wong memiliki ketertarikan dengan bulutangkis sejak usia 6 tahun. Saat itu, sang ayah, Wong Chung Tan yang memiliki sebuah restoran bernama ‘Kwun Tong’. Sambil mengisi waktu luang, sang ayah mengajak Wong bermain bulutangkis didepan restorannya.

Ayah Wong adalah sosok Tionghoa yang lahir di Sumedang (Jawa Barat), sementara sang Ibu adalah Yeung Mei Chu, orang asli Surabaya. Karena asal usul kedua orang tuanya itu, Wong tentu memiliki kedekatan khusus dengan Indonesia.

Bahkan Jelang keberangkatannya ke Olimpiade London, pada bulan Mei tahun lalu, ia menyempatkan diri untuk berlatih di salah satu klub di Indonesia. Hasilnya ia sukses melaju ke babak 16 besar meskipun harus tumbang dari unggulan ketiga asal China, Chen Long. Penampilan Wong saat itu pun tidak terlalu mengecewakan, karena ia sempat membuat Chen keteteran berlari mengejar kok dari ujung ke ujung lapangan.

16527_4408247327867_288360075_n_2

Disela-sela turnamen Djarum Superliga Badminton 2013 di Surabaya, Wong menyempatkan diri berkumpul bersama keluarga besar Ibunya di Surabaya untuk merayakan Hari Raya Imlek (foto Wong berada di bagian kiri atas nomor 2).

Target terdekat Wong Wing Ki saat ini adalah ingin mengalahkan idolanya, Taufik Hidayat sebelum Taufik memutuskan untuk pensiun karena dari enam kali bertemu, Wong belum pernah menang atas Taufik.

“Saya ingin mengalahkan idola saya, Taufik Hidayat sebelum ia pensiun. Saya sudah kalah dalam enam pertandingan melawan peraih medali emas Olimpiade Athena itu,” ujar Wong dikutip dari yp.scmp.com. “Dia pensiun setelah turnamen Indonesia Terbuka mendatang. Jadi itu menjadi prioritas utama saya untuk saat ini,” tambahnya.